Kencur adalah salah satu rempah tradisional Asia yang banyak kegunaannya. Selain digunakan untuk menambah rasa pada masakan, kencur juga menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat kesehatan dari kencur tak hanya bisa dinikmati oleh orang dewasa saja, tetapi juga oleh anak-anak hingga bayi.
Namun untuk bayi, perlu diperhatikan bahwa kencur baru bisa diberikan saat bayi telah menginjak usia 6 bulan atau telah memasuki masa MPASI. Selain menambah rasa pada makanan, manfaat kencur untuk bayi yang lainnya adalah untuk mengatasi kembung hingga batuk.
Melansir dari sehatq.com, menurut sebuah penelitian dari Toxicology Reports menyatakan bahwa kencur kaya akan kandungan mineral seperti kalium, fosfor, magnesium, zat besi, mangan, serta zinc. RIset lain dari Songklanakarin Journal of Science and Technology juga menambahkan bahwa kencur kaya akan minyak atsiri berupa ethyl-p-methoxycinnamate.
Selain bahan-bahan di atas, kencur juga diketahui mengandung methylcinnamate, carvone, eucalyptol, dan pentadecane. Berikut selengkapnya mengenai manfaat kencur untuk bayi yang menarik untuk diketahui. Pastikan untuk memberikannya setelah bayi menginjak usia 6 bulan.
Advertisement
Melansir dari laman klikdokter.com, dr. Devia Irine Putri mengatakan bahwa kencur boleh diberikan kepada bayi yang telah menginjak usia 6 bulan atau telah memasuki masa MPASI. Karena, bayi yang berusia di bawah 6 bulan hanya membutuhkan ASI sebagai makanannya.
Kencur diberikan dengan tujuan untuk mengenalkan rasa pada bayi. dan di saat yang sama, orangtua juga harus memantau apakah anak memunculkan reaksi alergi saat diberi kencur. Jika tidak ada reaksi negatif apapun, maka pemberian kencur kepada bayi bisa dilanjutkan.
Manfaat kencur untuk bayi sangat banyak. Hal ini berkat kandungan-kandungan zat yang ada di dalam kencur, yakni;
- Borneol
- Kamphene
- Paraeumarin
- Asam anisat
- Alkaloid
- Gom
- Pati
- Asam metil kanil
- Penta dekaan
- Asam sinamat
- Etil ester
- Mineral
- Sineol
Sineol, asam metil kanil, penta dekaan, asam sinamat, dan lain-lain adalah kandungan yang masuk ke dalam minyak atsiri. Jenis minyak ini populer diketahui dapat memberikan beragam manfaat sehat untuk tubuh. Berikut 7 manfaat kencur untuk bayi yang perlu diketahui;
Advertisement
Manfaat kencur untuk bayi yang pertama untuk membantu meningkatkan nafsu makan. Banyak bayi yang mengalami kesulitan makan saat masuk masa MPASI. Hal ini tentu akan membuat para orang tua bingung dan kewalahan. Untuk membantu masalah ini, Anda bisa menggunakan kencur.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Majalah Obat Tradisional, dijelaskan bahwa kandungan ethyl-p-methoxycinnamate pada kencur mampu merangsang hati untuk mengaktifkan enzim pada saluran pencernaan. Efeknya, proses pencernaan dan penyerapan lemak pun menjadi lebih cepat dan nafsu makan bayi meningkat.
American Society for Nutritional Sciences juga memaparkan bahwa kencur dapat membantu menambah asupan zinc untuk bayi. Saat bayi kekurangan zinc, tubuhnya akan memproduksi asam amino yang cukup tinggi. Hal ini lantas membuat nafsu makan bayi menurun.
2. Redakan Batuk
Manfaat kencur untuk bayi yang kedua adalah membantu meredakan batuk. Mengutip riset dari Nutrients, kencur diketahui bekerja sebagai antitusif dan expectorant, yang menekan gejala batuk serta membantu mengeluarkan dahak.
Dalam penelitian lain yang diterbitkan oleh International Journal of Research in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences juga membuktikan bahwa kandungan cinnamate dan pentadecane dalam kencur adalah yang bekerja sebagai antitusif.
3. Atasi Perut Kembung
Manfaat kencur untuk bayi yang ketiga adalah membantu mengatasi perut kembung. Diketahui bahwa kencur memiliki sifat carminative, seperti yang dipaparkan dalam riset dari BMC Complementary Medicine and Therapies. Dalam hal ini, kencur bekerja dengan cara mencegah pembentukan gas di dalam saluran pencernaan.
Efek carminative ini juga berguna untuk mempercepat tubuh mengeluarkan gas dari dalam perut. Sehingga, kencur dapat dijadikan bahan untuk membantu mengatasi perut kembung pada bayi.
Advertisement
Manfaat kencur untuk bayi yang keempat adalah membantu meredakan rasa nyeri. Sebuah riset yang dituangkan dalam Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology memaparkan, kencur diketahui mengandung kaempferol dan flavonoid yang bekerja mengurangi radang.
Selain itu, dalam penelitian lain terbitan Journal of Ethnopharmacology kencur juga diketahui dapat mengurangi nyeri dengan menghambat respon saraf pemicu rasa sakit. Meski demikian, riset ini masih diuji coba pada hewan sehingga perlu dilakukan riset lebih lanjut untuk mengetahui efeknya yang signifikan pada manusia.
5. Jaga Kesehatan Kulit
Manfaat kencur untuk bayi yang kelima adalah membantu menjaga kesehatan kulitnya. Temuan dalam Journal of Ethnopharmacology memaparkan bahwa minyak atsiri dalam kencur dapat bekerja sebagai antimikroba yang mampu melawan penyakit kulit pada bayi akibat bakteri dan jamur, seperti eksim hingga ketombe. Meski demikian, hal ini masih membutuhkan riset lebih lanjut.
Penelitian pada hewan yang tercantum dalam Indian Journal of Physiology and Pharmacology juga mendapati bahwa kencur berguna untuk mempercepat penyembuhan luka. Namun lagi-lagi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Jika Anda hendak menggunakan kencur untuk mengatasi masalah kulit atau menjaga kesehatan kulit bayi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
6. Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Manfaat kencur untuk bayi yang keenam untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Kencur memiliki sifat antimikroba. Oleh karenanya, kencur mampu mengatasi infeksi akibat jamur dan bakteri.
Dalam riset yang diterbitkan oleh Journal of Ethnopharmacology, diketahui kandungan minyak atsiri pada kencur terbukti mampu melawan bakteri penyebab diare, seperti Escherichia coli dan Salmonella typhi hingga penyebab impetigo pada bayi, yaitu Staphylococcus aureus.
Selain itu, riset lain dari Journal of King Saud University menambahkan dengan memaparkan bahwa kandungan polifenol pada kencur juga merupakan sumber antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas.