Industri hiburan Korea Selatan kini tengah berada di puncak kesuksesan. Mulai dari musik hingga drama semua laku di pasaran. Bahkan produk bisnis hiburan Negeri Ginseng ini mampu menembus pasar internasional.
Hal ini rupanya menjadi perhatian para pekerja hiburan tanah air. Berbeda dengan Korea Selatan, produk industri kreatif tanah air menemui banyak tantangan untuk bisa go international.
Melansir dari kanal Youtube Daniel Mananta, aktor senior Jeremy Thomas menceritakan pengalamannya membahas dunia kreatif Indonesia bersama seorang pejabat. Sebagai pekerja seni peran, Jeremy memberikan pendapatnya mengapa drama Korea lebih sukses dari series Indonesia.
Advertisement
Series Indonesia Terlalu Dikebut
Sangat berbeda dengan drama Korea, series Indonesia menurut Jeremy terasa begitu dikebut dalam pengerjaannya. Oleh karena itu, hasil yang disuguhkan tak semaksimal drama Korea.
"Gua pernah dipanggil seorang pejabat yang cukup consent dengan industri kreatif. Dia curhat 'Pak Jokowi itu bingung, kenapa industri kita ini nggak bisa seperti Korea. Lalu saya bilang saya punya jawabannya. 'Gampang Pak, nggak usah mikir panjang. Series kita satu hari satu episode. Mereka 1 episode 2 minggu'," terangnya.
Advertisement
Kritisi Infrastruktur Dunia Hiburan Tanah Air
Tak hanya waktu pengerjaan yang sangat berbeda, Jeremy juga menyoroti soal honor yang diterima para pekerja industri kreatif. Dibandingkan dengan aktor Korea, bayaran untuk aktor Indonesia masih terhitung kecil.
"Lalu saya bilang 'Bintang Korea satu juta dolar pak fee-nya per episode'. So, gini loh. Keinginan boleh, mimpi boleh, tapi ya semua itu harus ada effort-nya. Orang Indonesia itu sangat disiplin, sangat baik dan sangat ingin bekerja. Tapi industrinya didukung nggak dengan itu?" pungkasnya.