Gluten free belakangan ini menjadi kata-kata yang lekat dengan diet dan makanan sehat. Meski tak sepenuhnya salah, namun tak juga sepenuhnya benar. Gluten adalah sejenis protein yang terdapat pada tepung dan gandum. Gluten juga sering ditambahkan ke makanan sebagai zat pengental atau untuk memberi tekstur dan rasa.
Banyak orang yang menghindari konsumsi gluten dikarenakan oleh alasan kesehatan. Terutama, bagi Anda yang menderita penyakit celiac perlu menghindari makanan yang mengandung gluten. Beberapa orang lainnya menghindari gluten karena mereka memiliki kepekaan atau intoleransi terhadap kelompok protein ini.
Lantas, apa saja jenis makanan yang mengandung gluten itu? Mengapa gluten perlu dihindari atau diminimalisir konsumsinya? Berikut penjelasan selengkapnya, melansir dari webmd.com.
Advertisement
Mengenal Apa Itu Gluten
Gluten adalah nama untuk protein yang biasa ditemukan dalam tepung dan gandum. Gluten biasanya ditambahkan ke dalam makanan sebagai zat pengental atau untuk memberi tekstur dan rasa.
Gluten memiliki kualitas yang elastis dan merupakan bahan yang memberi tekstur kenyal pada roti dan makanan yang dipanggang. Makan biji-bijian seperti gandum, jelai, dan gandum hitam dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Namun, gluten dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi sebagian orang.
Beberapa orang mengalami reaksi merugikan dan risiko kesehatan saat mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Peptida yang ditemukan dalam gluten resisten terhadap asam lambung, yang dapat menyulitkan pencernaan bagi sebagian orang. Peptida ini dapat menyebabkan berbagai gejala mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga kondisi kesehatan yang lebih serius.
Gejala ketidaknyamanan gastrointestinal atau alergi dapat berkembang akibat makan gluten. Gluten terutama harus dihindari bagi para penderita penyakit celiac. Penyakit celiac adalah kelainan autoimun di mana sistem kekebalan mencari gluten sebagai penyerang racun dan menyerangnya, yang mengakibatkan kerusakan usus. Penderita celiac berisiko mengalami gangguan yang lebih parah karena malabsorpsi vitamin dan mineral.
Advertisement
Alasan Gluten Harus Dihindari
Jika Anda memiliki gejala sensitivitas gluten, sebaiknya Anda jangan masukkan jenis makanan yang mengandung gluten ke dalam menu harian Anda. Terdapat empat kondisi kesehatan yang harus terhindar secara penuh dari gluten dan membutuhkan diet bebas gluten yang ketat, yakni:
- Penyakit celiac
Penderita penyakit celiac mengalami gejala gastrointestinal seperti gas berlebihan, diare, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan kekurangan nutrisi. Konsumsi gluten yang berkepanjangan pada orang dengan penyakit celiac dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus. Kerusakan ini memengaruhi kemampuan sistem pencernaan untuk menyerap vitamin dan mineral. Penderita penyakit celiac memiliki risiko tinggi terkena osteoporosis, artritis, infertilitas, dan masalah neurologis.
- Sensitivitas Gluten Non-Celiac (NCGS)
Beberapa orang yang didiagnosis dengan sindrom iritasi usus besar dapat memiliki sensitivitas gluten. Mereka biasanya mengalami kesulitan mencerna gluten, meski tidak menderita penyakit celiac. Jika Anda mengalami gejala gastrointestinal setelah makan gandum, jelai, atau gandum hitam, tetapi hasil tes negatif untuk celiac, Anda mungkin menderita NCGS dan dapat memulai diet bebas gluten.
- Alergi Gandum
Gandum dan biji-bijian sereal lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Gejala alergi yang khas meliputi gatal atau bengkak pada mulut atau tenggorokan, ruam pada kulit, batuk-batuk, sesak napas, gatal-gatal dan muntah atau diare.
- Dermatitis Herpetiformis
Dermatitis herpetiformis adalah reaksi kulit karena sensitivitas gluten. Lesi atau lecet terbentuk pada kulit, paling sering di lengan bawah, lutut, dan bokong. Orang yang mengalami dermatitis herpetiformis biasanya juga menderita penyakit celiac karena disebabkan oleh antibodi yang sama.
Advertisement
Jenis Makanan yang Mengandung Gluten
Makanan yang terbuat dari gandum memiliki jumlah gluten tertinggi. Namun, tepung terigu biasa juga bisa ditambahkan ke dalam daftar jenis makanan yang mengandung gluten. Jadi, penting untuk membaca label nutrisi pada makanan yang Anda beli jika Anda sedang menghindari gluten. Berikut 8 jenis makanan yang mengandung gluten paling umum adalah:
- Roti. Ini termasuk semua jenis roti (kecuali berlabel "bebas gluten") seperti roti gulung, roti, bagel, biskuit, dan tortilla tepung.
- Makanan yang Dipanggang. Makanan yang dipanggang seperti kue, biskuit, donat, muffin, dan pai mengandung gluten serta pancake dan wafel.
- Pasta. Semua pasta gandum mengandung gluten, termasuk spaghetti, fettuccine, makaroni, lasagne, dan ravioli.
- Sereal. Tidak semua sereal sarapan mengandung gandum, tetapi banyak yang mengandung gandum, jadi pastikan untuk memeriksa label nutrisinya. Oat juga ada yang diproses dengan gandum. Oleh karena itu, kecuali jika diberi label bebas gluten, produk oat juga akan mengandung gluten.
- Biskuit. Makanan ringan populer seperti kerupuk, pretzel, dan beberapa jenis keripik mengandung gluten.
- Bir. Bir dibuat dari malt barley yang mengandung gluten. Beberapa minuman keras telah menambahkan gandum, jadi pastikan untuk meneliti bahan-bahannya.
- Saus. Gravies dan makanan siap saji yang mengandung kuah mengandung gluten. Campuran saus bubuk juga mengandung gluten kecuali secara khusus diberi label "bebas gluten".
- Sup kemasan. Banyak sup kalengan menggunakan tepung terigu sebagai bahan pengental. Selalu periksa kembali label nutrisi untuk memastikan bahwa sup kaleng yang Anda beli adalah yang gluten free.
Advertisement
Kadar Gluten yang Aman Dikonsumsi
Untuk penderita penyakit celiac, penelitian menunjukkan bahwa ambang batas biasa untuk konsumsi gluten adalah 10 miligram (mg) per hari. Jumlah gluten dalam makanan sangat bervariasi. Produk "bebas gluten" harus mengandung kurang dari 20 ppm gluten, menurut keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
Ini berarti, untuk mencapai ambang batas harian 10 mg, mereka bisa makan 17 potong roti bebas gluten, jika setiap irisannya mengandung 20 ppm. Atau, untuk konteksnya, mereka bisa makan sejumlah tepung biasa seukuran ujung pena.
Meskipun FDA telah menetapkan pedoman tentang berapa banyak gluten yang dapat dikandung oleh banyak produk yang disebut produk bebas gluten, tidak ada peraturan seperti itu untuk minuman beralkohol atau daging, unggas, atau produk telur tertentu, yang diatur secara berbeda.
Akibatnya, siapa pun yang ingin membatasi asupan gluten perlu memeriksa label dengan cermat.