Kabar Terbaru Erupsi Gunung Raung, BPBD Banyuwangi Antisipasi Kemungkinan Terburuk

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyatakan jalur evakuasi untuk warga terdampak erupsi Gunung Raung siap dipergunakan dalam penanganan darurat. Ini kabar terbaru erupsi Gunung Raung.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kabar Terbaru Erupsi Gunung Raung, BPBD Banyuwangi Antisipasi Kemungkinan Terburuk
Erupsi Gunung Raung. ©2021 Merdeka.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyatakan jalur evakuasi untuk warga terdampak erupsi Gunung Raung siap dipergunakan dalam penanganan darurat.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Kadir menjelaskan pihaknya telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi Gunung Raung dari pemukiman penduduk. BPBD juga melakukan pengecekan ulang jalur evakuasi tersebut.

"Ini bagian dari langkah kontijensi. Kami terus mempersiapkan hal-hal untuk kemungkinan terburuk. Koordinasi lintas elemen juga terus dilakukan," ujar Kadir, Selasa (9/2/2021).

Tim BPBD Banyuwangi juga telah mengidentifikasi wilayah mana saya yang ada eskalasi peningkatan Gunung Raung dan warganya harus melakukan pengungsian.

"Saat ini status Gunung Raung masih waspada dan dapat berubah setiap saat, kami telah mengidentifikasi wilayah-wilayah berpenduduk yang jika terjadi penanganan darurat dan harus dilakukan evakuasi," imbuh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram, dikutip dari Liputan6.com (10/2/2021).

BPBD juga telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi di beberapa lokasi, yakni di Kecamatan Kalibaru, Glemore, Sempu, dan Kecamatan Songgon.

"Semua kami cek untuk memastikan jalurnya," tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Meski demikian, mereka diminta untuk tetap waspada, yakni dengan menjaga jarak aman aktivitas dari gunung Raung.

"BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar menyiapkan pelayanan kesehatan mengingat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Raung pada kesehatan," kata Eka.

Sementara itu, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA-LAPAN) memperkirakan turunnya hujan dapat membersihkan abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur.

Peneliti PSTA - LAPAN Sumaryati menjelaskan, kajian interpretasi prediksi hujan dan pergerakan angin yang terjadi kemungkinan bisa membantu membersihkan abu.

“Analisis dan interpretasi digunakan untuk mengetahui potensi bahaya abu vulkanik letusan gunung, juga mengantisipasi dampak bagi masyarakat dan dunia penerbangan,” terang Sumaryati di  Bandung, Selasa (9/2).

Menurut Sumaryati, curah hujan yang diprediksi terjadi di daerah Gunung Raung hingga ke timur sekitar Banyuwangi akan mampu membersihkan abu vulkanik dari atmosfer.

“Hasil prediksi untuk tanggal 8 - 10 Februari 2021, hujan akan turun mulai 10.00 WIB sampai tengah malam dengan curah hujan berkisar 7-10 mm,” kata Sumaryati menerangkan hasil pantauan aplikasi Satellite-based Disaster Early Warning System (Sadewa).

Sementara itu, pergerakan angin didominasi dengan pola angin background atau monsun Asia. Ia mengimbau seluruh masyarakat senantiasa waspada. Pasalnya, diperkirakan abu vulkanik dari Gunung Raung bergerak ke arah Banyuwangi dan Selat Bali.

Rekomendasi