Mengenal Apa Itu Baby Blues, Gangguan Suasana Hati Ibu yang Baru Melahirkan

Meskipun "baby blues" adalah bentuk depresi pasca persalinan yang paling ringan, penting untuk tidak mengabaikan perubahan yang terjadi dalam tubuh Anda. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai apa itu baby blues, berikut gejala dan cara mengatasinya mengutip dari American Pregnancy Association.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Mengenal Apa Itu Baby Blues, Gangguan Suasana Hati Ibu yang Baru Melahirkan
Ilustrasi sedih. ©2018 Merdeka.com/Pexels

Perubahan suasana hati setelah kelahiran bayi adalah hal yang umum terjadi pada para ibu, terutama bagi yang baru pertama kali melahirkan. Memiliki bayi adalah pengalaman yang menyenangkan, namun tidak semua ibu dapat langsung merasa bahagia 100% usai melahirkan.

Bagi banyak ibu, memiliki bayi baru berarti stres, kelelahan, dan rasa sakit, belum lagi ibu harus mengatasi serangkaian hormon pascapartum yang membuat semua emosi menjadi meledak-ledak.

Ibu juga akan merasa sedih dan merasa kurang memiliki koneksi batin dengan sang bayi, karena dirinya cemas memikirkan kehidupan masa depannya sebagai seorang individu dan juga bayinya. Kondisi ini dikenal dengan sebutan baby blues.

Meskipun "baby blues" adalah bentuk depresi pasca persalinan yang paling ringan, penting untuk tidak mengabaikan perubahan yang terjadi dalam tubuh. Banyak wanita yang merasa bingung bergumul dengan kesedihan setelah peristiwa persalinan yang menggembirakan keluarga besar. Para wanita ini juga seringkali memilih untuk memendam perasaan tersebut sendirian dan berusaha tidak menampakkannya.

Padahal, membicarakan secara terbuka tentang emosi, perubahan, dan tantangan baru pasca melahirkan ini adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi apa itu baby blues. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai apa itu baby blues, berikut gejala dan cara mengatasinya mengutip dari American Pregnancy Association.

Apa Itu Baby Blues

Sekitar 80 persen ibu nifas mengalami apa itu baby blues, yang mengacu pada periode singkat setelah melahirkan yang dipenuhi dengan kesedihan, kecemasan, stres, dan perubahan suasana hati.

Artinya, 4 dari 5 ibu baru melaporkan mengalaminya. Baby blues biasanya menyerang dalam beberapa hari setelah melahirkan, tetapi jika Anda mengalami persalinan yang sangat sulit, Anda mungkin akan mengalami kondisi baby blues lebih awal.

Meskipun dokter tidak dapat menentukan penyebab tepat dari apa itu baby blues, seiring waktu kasus baby blues mulai menampakkan polanya. Setelah melahirkan, tubuh wanita akan mengalami fluktuasi hormon yang ekstrim untuk membantu memulihkan dan merawat bayi, mengecilkan rahim kembali ke ukuran normal dan mendorong laktasi. Perubahan hormonal tersebut juga dapat memengaruhi kondisi pikiran ibu pasca melahirkan.

Kemungkinan penyebab lainnya yakni, periode pasca persalinan adalah periode di mana orang tua tidak dapat tidur secara teratur dan menghadapi banyak perubahan besar dalam rutinitas dan gaya hidup setelah kelahiran si bayi. Semua faktor ini bergabung untuk membuka jalan bagi kemunculan apa itu baby blues pada ibu.

Gejala Baby Blues

Gejala baby blues biasanya dimulai pada 2 hingga 3 hari setelah bayi lahir. Sering kali, baby blues akan hilang dengan sendirinya segera setelah melahirkan, yakni dalam 10 hari. Tetapi terkadang ada ibu yang mengalaminya hingga 14 hari pascapartum.

Bagaimana Anda mengalami baby blues mungkin berbeda dengan teman atau kakak ipar, tetapi secara umum, gejala baby blues meliputi:

  • merasa sedih atau menangis tanpa alasan karena hal-hal kecil,
  • mengalami perubahan suasana hati atau sangat mudah tersinggung,
  • merasa tidak terikat pada bayi,
  • merasa ada bagian yang hilang dari kehidupan lama, seperti kebebasan untuk pergi hangout bersama teman,
  • khawatir atau merasa cemas tentang kesehatan dan keselamatan bayi,
  • merasa gelisah atau mengalami insomnia, meskipun tubuh Anda kelelahan,
  • kesulitan membuat keputusan yang mudah atau berpikir jernih.

Penyebab Baby Blues

Penyebab pasti dari sindrom baby blues belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, sindrom ini diduga terkait dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan kembali setelah bayi lahir. Perubahan hormonal ini dapat menghasilkan perubahan kimiawi di otak yang menyebabkan depresi.

Selain itu, jumlah penyesuaian yang muncul setelah kelahiran bayi, bersama dengan gangguan tidur, gangguan "rutinitas", dan emosi dari pengalaman melahirkan itu sendiri dapat berkontribusi pada bagaimana perasaan seorang ibu baru dalam menghadapi perubahan hidupnya.

Perbedaan Baby Blues dengan Depresi Pasca Persalinan

Terdapat dua indikator utama yang mengindikasikan bahwa kesedihan yang Anda rasakan pasca persalinan lebih dari sekadar apa itu baby blues dan mungkin memerlukan penanganan medis profesional.

1. Linimasa

Jika Anda masih merasa sedih, cemas, atau kewalahan setelah 2 minggu pascapersalinan, Anda mungkin mengalami depresi pascapartum. (Baby blues biasanya tidak bertahan lebih dari 2 minggu.) Baby blues juga muncul cukup cepat setelah melahirkan, jadi jika Anda tiba-tiba mulai mengalami gejala depresi beberapa minggu atau bulan setelah lahir, hal itu bukan baby blues. Depresi pascapersalinan dapat terjadi kapan saja selama tahun pertama setelah melahirkan.

2. Tingkat keparahan gejala

Biasanya, baby blues akan membuat Anda merasa sedih dan tidak enak badan, tetapi hal itu tidak terlalu memengaruhi kualitas hidup Anda. Di sisi lain, depresi pascapartum bukanlah sesuatu yang datang dan pergi dengan mudah sepanjang hari; gejalanya lebih menetap dan tidak akan hilang dengan sendirinya.

Cara Mencegah Baby Blues

Merawat sang ibu adalah cara terbaik untuk mengurangi gejala dari apa itu baby blues. Ada beberapa cara berbeda yang dapat Anda lakukan untuk merawat diri sendiri jika mengalami baby blues:

  • Bicaralah dengan seseorang yang Anda percayai tentang bagaimana perasaan.
  • Pertahankan pola makan yang seimbang. Memiliki bayi baru dapat menyebabkan Anda tidak makan dengan benar, dan terlalu banyak karbohidrat sederhana dapat membuat perubahan suasana hati lebih jelas.
  • Buatlah jurnal tentang semua pikiran dan perasaan Anda.
  • Keluarlah untuk menikmati udara segar dan kehidupan di luar batasan popok, menyusui, dan muntah bayi. Terkadang sedikit rutinitas yang berbeda untuk beberapa saat dapat membuat perbedaan besar.
  • Jangan mengharapkan kesempurnaan dalam beberapa minggu pertama. Beri diri Anda waktu untuk pulih dari proses melahirkan, untuk menyesuaikan diri dengan "pekerjaan" baru dan untuk rutinitas makan dan tidur yang baru.
  • Penting untuk diingat bahwa Anda tidak sendirian dalam merasakan hal ini. Jika gejala Anda berlangsung lebih dari empat belas hari, itu bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius, seperti depresi pascapersalinan.
Rekomendasi