Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau yang biasa disingkat ISPA adalah sebuah kondisi kesehatan yang menyerang saluran pernapasan Anda. ISPA diketahui dapat menyerang siapa saja apabila kondisi kesehatan tubuh sedang menurun. Penyebab ISPA adalah virus dan bakteri yang mengganggu jalur pernapasan seperti hidung, tenggorokan dan paru-paru.
ISPA cenderung dapat menjadi endemi dan pendemi yang menimbulkan kekhawatiran kesehatan masyarakat internasional. ISPA ini mencakup: severe acute respiratory syndrome (SARS), kasus infeksi flu burung pada manusia, dan ISPA baru yang belum pernah dilaporkan yang dapat menyebabkan wabah skala besar dengan morbiditas dan mortalitas tinggi.
ISPA umumnya ditularkan melalui droplet. Namun demikian, pada sebagian patogen ada juga kemungkinan penularan melalui cara lain, seperti melalui kontak dengan tangan atau permukaan yang terkontaminasi. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai penyebab ISPA beserta gejala dan cara mengatasinya, mengutip publikasi mengenai ISPA dari World Health Organization.
Advertisement
Mengenal ISPA
Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi yang dapat mengganggu pernapasan normal. Kondisi ini hanya dapat memengaruhi sistem pernapasan bagian atas, yang dimulai dari sinus dan berakhir di pita suara, atau hanya sistem pernapasan bagian bawah, yang dimulai dari pita suara dan berakhir di paru-paru. ISPA sangat berbahaya untuk anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan.
Advertisement
Gejala ISPA
Gejala yang dialami saat mengalami ISPA akan berbeda-beda, tergantung saluran pernapasan bagian mana yang terinfeksi. Gejalanya bisa meliputi:
- hidung tersumbat, baik di sinus hidung atau paru-paru
- pilek
- batuk
- sakit tenggorokan
- pegal-pegal
- kelelahan
Jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter. Gejala yang dimaksud mencakup;
- demam lebih dari 103˚F (39˚C) dan menggigil
- sulit bernafas
- pusing
- hilang kesadaran.
Advertisement
Penyebab ISPA
Bakteri penyebab ISPA umumnya adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Chlamydia spp., dan Mycoplasma pneumoniae. Tingkat keparahan penyakit ISPA yang diderita tergantung pada jenis penyebab ISPA tersebut. Penyebabnya bisa jadi adalah faktor lingkungan yang kurang bersih, atau riwayat perjalanan penyakit penderita. Contoh patogen penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di antaranya rhinovirus, respiratory syncytial virus, parainfluenza virus, influenza virus, severe acute respiratory syndrome-coronavirus (SARS-CoV).
Berikut ini adalah beberapa penyebab ISPA berdasarkan bagian saluran pernapasan yang diserang;
Penyebab infeksi saluran pernapasan atas:
- faringitis akut
- infeksi telinga akut
- flu biasa
Penyebab infeksi saluran pernapasan bawah:
- bronkitis
- radang paru-paru
- bronkiolitis
Advertisement
Faktor Risiko Terserang ISPA
Hampir tidak mungkin bagi siapa saja untuk menghindari paparan virus dan bakteri. Tetapi faktor risiko tertentu dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Sistem kekebalan anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua lebih rentan terkena virus.
Anak-anak sangat berisiko teraserang ISPA karena kontak terus-menerus dengan anak-anak lain yang mungkin menjadi pembawa virus. Anak-anak seringkali tidak mencuci tangan secara teratur. Mereka juga lebih mungkin menggosok mata dan memasukkan jari yang kotor ke dalam mulut, yang menyebabkan penyebaran virus.
Orang dengan penyakit jantung atau masalah paru-paru lainnya juga lebih mungkin terkena infeksi saluran pernapasan akut. Siapa pun yang sistem kekebalannya melemah karena penyakit lain berisiko terserang ISPA. Perokok juga berisiko tinggi dan lebih sulit pulih apabila terserang.
Advertisement
Cara Mengatasi ISPA
Sebagian besar penyebab infeksi saluran pernapasan akut tidak dapat diobati. Oleh karena itu, pencegahan atau mengatasinya merupakan metode terbaik untuk menangkal infeksi saluran pernapasan yang berbahaya.
Mendapatkan MMR (campak, gondok, dan rubella) dan vaksin pertusis secara substansial akan menurunkan risiko terkena infeksi saluran pernapasan. Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari vaksinasi influenza dan pneumovaks. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan ini.
Anda juga harus menghindari merokok dan memastikan untuk mengonsumsi banyak vitamin seperti vitamin C, yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C dipertahankan dalam sel kekebalan, dan kekurangan vitamin C dikaitkan dengan kerentanan yang lebih tinggi terhadap infeksi.
Meskipun penelitian tidak jelas apakah Vitamin C dapat mencegah infeksi saluran pernapasan akut, terdapat bukti bahwa vitamin C dapat mempersingkat jangka waktu dan atau tingkat keparahan beberapa infeksi.