6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Pesepeda, Waspadai Serangan Jantung

Masyarakat yang hobi naik sepeda angin (pegowes) terlebih para pemula diimbau untuk bisa mengukur kemampuan diri supaya aktivitasnya tidak mengancam kesehatan. Termasuk mewaspadai potensi serangan penyakit jantung.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Pesepeda, Waspadai Serangan Jantung
Bersepeda Menggunakan Masker. ©BikePortland

Masyarakat yang hobi naik sepeda angin (pegowes) terlebih para pemula diimbau untuk bisa mengukur kemampuan diri supaya aktivitasnya tidak mengancam kesehatan. Termasuk mewaspadai potensi serangan penyakit jantung. Imbauan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Menurut Adima, gejala serangan jantung bisa menimpa siapa saja, tak terkecuali pegowes. Gejala awal serangan jantung berupa munculnya rasa nyeri di dada, seperti dikutip dari Antara (8/7).

Gejala Awal Serangan Jantung

Rasa nyeri di dada kerap digambarkan seperti ditindih. Kemudian menjalar ke lengan kiri hingga punggung. Rasa nyeri ini biasanya diikuti dengan terjadinya sesak napas dan keluar keringan dingin. Dalam kondisi akut, orang yang mengalami gejala serangan jantung bisa tak sadarkan diri.

"Dalam kondisi akut pasien bisa pingsan. Ini tentu berbahaya ketika sedang berada di atas sepeda dan tak ada yang cepat menolong," kata Fauzan yang juga direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, Rabu.

Ukur Kemampuan Diri

Belakangan ini, bersepeda memang sedang menjadi tren. Jalanan ramai oleh para pesepeda yang sebelumnya tidak pernah tampak alias banyak dari mereka yang terduga pemula.

Tak ubahnya di Kota Kediri. Menurut dr Fauzan, bersepeda juga jenis olahraga yang sedang disenangi warga di Kota Kediri. Oleh karena itu, ia mengingatkan, terutama kepada para pegowes pemula supaya bisa mengukur diri agar tak mengancam kesehatan.

Memeriksakan Diri

Para pehobi naik sepeda pemula disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter atau laboratorium. Supaya mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita, seperti jantung, hipertensi, diabetes mellitus dan sebagainya.

"Ketika tahu kondisi tubuh, kita akan memiliki ukuran dalam bersepeda," kata Fauzan.

Fauzan menambahkan, tidak ada patokan jarak dan kecepatan dalam bersepeda. Satu-satunya patokan yang aman adalah menyesuaikan dengan kemampuan diri. Hal itulah yang membedakan aktivitas bersepeda masing-masing orang.

Waspada Ancaman Kecelakaan Lalu Lintas

Selain mengalami serangan jantung, ancaman terbesar pesepeda adalah mengalami kecelakaan lalu lintas. Tidak adanya bunyi kendaraan sebagaimana yang dihasilkan dari kendaraan bermotor tak jarang membuat pesepeda rentan mengalami kecelakaan. Terutama saat berada di jalan raya beriringan dengan berbagai macam kendaraan bermotor.

Sementara itu, secara umum serangan jantung disebabkan oleh kombinasi antara faktor bawaan (jenis kelamin, usia, keturunan), riwayat penyakit, dan kerja jantung yang melebihi kemampuan saat bersepeda.

Hentikan Aktivitas Saat Terjadi Sesak

Sebelum serangan itu terjadi, terlebih dulu ada tanda-tanda yang harus dikenali, yakni sesak dan sakit dada. Gejala ini terjadi karena suplai darah ke jantung tak memenuhi kebutuhan kerja jantung saat bersepeda. Oleh karena itu, Fauzan meminta kepada pegowes pemula untuk selalu mengukur diri dan menurunkan aktivitas ketika terasa sesak.

Dia juga tidak menyarankan kepada pegowes untuk menggunakan masker saat bersepeda. Sebab menggunakan masker akan mengurangi suplai oksigen ke dalam paru yang bisa membahayakan tubuh.

Patuhi Protokol Kesehatan

Dalam kondisi pandemi seperti ini, Fauzan mengingatkan kepada pegowes untuk tidak bergerombol atau nongkrong selepas bersepeda.

"Langsung pulang dan lepas semua peralatan, terutama sepatu, kaos kaki, helm, kacamata, dan sarung tangan sebelum masuk rumah," kata Fauzan.

Hal lain yang perlu diperhatikan bagi pegowes pemula adalah pemanasan. Sebab olahraga bersepeda menggerakkan seluruh otot tubuh, termasuk paha, otot kaki, otot punggung, otot bahu dan tangan.

"Pemanasan ringan yang bisa dilakukan seperti peregangan area tangan dan kaki. Dan ingat, berhentilah mengayuh saat dada terasa sesak," terang Fauzan.

Rekomendasi