10 Manfaat Jengkol, Si Bau yang Baik untuk Tubuh

Jengkol di Indonesia telah banyak dijadikan bahan makanan. Olahan jengkol mudah di temui di beberapa tempat makan seperti warteg dan rumah makan padang. Meski meninggalkan bau khas, jengkol memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Vinna Wardhani
Oleh Vinna Wardhani - Reporter
10 Manfaat Jengkol, Si Bau yang Baik untuk Tubuh
Jengkol. ©2013 Merdeka.com

Jengkol di Indonesia telah banyak dijadikan bahan makanan. Olahan jengkol mudah di temui di beberapa tempat makan seperti warteg dan rumah makan padang.

Makanan satu ini meninggalkan bau khas pada mulut juga urin. Hal ini yang kadang membuat sebagian orang tidak menyukai jengkol.

Namun begitu, jengkol memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Jengkol dipercaya memiliki sifat diuretik.

Diuretik merupakan sifat yang dapat membantu mempercepat terbentuknya urin. Di bawah ini masih ada beberapa manfaat jengkol yang patut Anda ketahui.

1. Menangkal Radikal Bebas

Jengkol dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan memiliki manfaat untuk menangkal radikal bebas.

Sebuah artikel yang dikutip dari repository.UGM.ac.id mengatakan, salah satu penelitian terhadap pengaruh steam blanching terhadap aktivitas dan senyawa antioksidan jengkol, teridentifikasi diduga adalah luteolin-6-methyl-ether, katekin, dan epikatekin.

Kandungan antiokasidan ini mampu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit kanker, jantung, diabetes, dan gangguan metabolis yang lain.

2. Mencegah Anemia

Manfaat jengkol selanjutnya adalah mencegah anemia. Tidak hanya tinggi antioksidan, jengkol juga memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

Kandungan zat besi dalam 100 gram jengkol ada sekitar 4,7 gram. Zat besi memiliki keterlibatan dalam produksi sel darah. Jika seseorang kekurangan zat besi, maka anda dapat mengalami anemia. Untuk mencegah terjadinya anemia, mengonsumsi jengkol dapat menjadi alternatifnya.

3. Mengatasi Sembelit

Selanjutnya, jengkol memiliki manfaat untuk mengatasi sembelit. Vitamin C dalam 100 gram jengkol, ada sekitar 80 mg. Kandungan serat alami pada jengkol ini yang kemudian membantu anda mengatasi masalah sembelit.

4. Menguatkan Tulang dan Gigi

Manfaat jengkol yang lain adalah mampu menguatkan tulang dan gigi. Mengutip dariliputan6.comjengkol mengandung kalsium dan fosfor.

Kandungan fosfor dalam 100 gram jengkol berkisar 166,7 mg. Kemudian kalsium sekitar 140 mg sebagai unsur pencegah osteoporosis dan bertindak dalam metabolisme tubuh.

Kedua kandungan tersebut dapat membuat tulang dan gigi menjadi semakin kuat dan tidak mudah keropos.

5. Mencegah Diabetes

Sebuah penelitian menunjukkan, jengkol memiliki kelenjar Langerhans yang bisa menghasilkan hormon insulin dan berbagai hormon penting lain. Peningkatan hormon tersebut berperan mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Oleh karena itu, konsumsi jengkol mampu membantu mencegah diabetes.

6. Mengatasi Maag

Sebuah penelitian menunjukkan tikus yang mengonsumsi jengkol, cenderung terlindungi dan terhindar gangguan pencernaan, seperti maag. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat jegkol mampu mengatasi terjadinya maag.

Kandungan yang terdapat dalan jengkol memiliki manfaat untuk melindungi dinding lambung dari gesekan dengan asam lambung.

7. Sumber Asam Folat Bagi Ibu Hamil

Manfaat jengkol selanjutnya baik untuk ibu hamil, yaitu sebagai sumber asupan asam folat. Keberadaan asam folat yang bergabung dengan vitamin B6 sangat baik untuk perkembangan janin.

Meskipun kandungan asam folat pada jengkol baik, perlu adanya konsultasi dengan dokter anda untuk mengetahui takaran aman untuk anda mengonsumsi jengkol.

8. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan vitamin A sebanyak 658 mg dalam 100 gram jengkol yang dianggap cukup banyak untuk asupan tubuh sehari-hari. Manfaat jengkol dengan ini mampu membantu anda untuk menjaga kesehatan mata.

Namun tentu perlu diperhatikan jumlah takaran konsumsi jengkol agar tidak menimbulkan resiko kemudian.

9. Mencegah Serangan Jantung dan Jantung Koroner

Manfaat jengkol selanjutnya adalah mencegah serangan jantung dan jantung koroner. Lagi-lagi kandungan antioksidan dalam jengkol yang memiliki peran baik untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Beberapa hasil riset memperlihatkan efek positif kandungan antioksidan dari jengkol terhadap kesehatan jantung.

10. Membantu Pembentukan Jaringan Tubuh

Dalam 100 gram jengkol terdapat sekitar 23,3 gram protein. Kandungan protein ini mampu membantu tubuh untuk membentuk jaringan baru.

Dibanding dengan kedelai maupun kacang hijau, kandungan protein nabati pada jengkol memiliki presentase lebih tinggi. Selain itu ada pula vitamin B1 dan B2 yang membantu melindungi protein dan melindungi kepekaan saraf.

Rekomendasi