Foto itu bikin geger warganet
Advertisement
Foto yang menunjukkan sejumlah siswi berseragam mengenakan rompi serta menenteng senjata laras panjang viral di media sosial. Mereka adalah santriwati setingkat SMA di Magetan, Jawa Timur.
Advertisement
Konfirmasi Ponpes
Sejumlah siswi berpose memegang senjata laras panjang itu dikonfirmasi terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Al Jahra di Desa Tawanganom Kabupaten Magetan. Pihak pesantren mengungkapkan bahwa foto tersebut merupakan dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler Airsoft Gun yang ditampilkan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pihak sekolah mengaku mendapatkan Airsoft Gun dari pihak ketiga yang sudah tersertifikasi. Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Al Jahra menjelaskan, ekstrakurikuler Airsoft sebagai hiburan baru sekaligus cara sekolah melatih konsetrasi peserta didik. (Foto: Freepik ArtPhoto_studio)
Advertisement
Pimpinan Institusi
"Kami basisnya pondok pesantren Al-Quran, kami memilih airsoft gun itu karena dalam menentukan target butuh konsentrasi. Dalam menghafal Al-Qur'an salah satu yang butuhkan anak itu ya terkait konsentrasi," ungkap Ketua Harian Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan, Isgianto.
merdeka.com
Advertisement
Minta Maaf
Madrasah Aliyah Al Jahra meminta maaf usai foto para siswi memegang senjata laras panjang viral di media sosial. Pihaknya juga siap membatalkan ekstrakurikuler baru tersebut jika diminta.
Advertisement
Sikap Kepolisian
Polres Magetan meminta Madrasah Aliyah Al Jahra untuk memikirkan kembali pelaksanaan ekstrakurikuler airsoft gun. "Kegiatan yang berkaitan dengan soft gun ada batasan usia, 17 tahun minimal sampai 65 tahun maksimal. Untuk kelas 7 sampai kelas 10 tidak boleh diberikan (kegiatan airsoft gun)," jelas Kasi Humas Polres Magetan, Kuncahyo.
Advertisement