Ponpes Al Jahra Minta Maaf Buntut Foto Viral Siswi Pegang Senjata Laras Panjang, Ini Faktanya

Ponpes Baitul Quran Al Jahra Magetan mengklarifikasi foto viral para siswinya memegang senjata laras panjang. Begini penjelasannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Ponpes Al Jahra Minta Maaf Buntut Foto Viral Siswi Pegang Senjata Laras Panjang, Ini Faktanya
Ponpes Al Jahra Minta Maaf Buntut Foto Viral Siswi Pegang Senjata Laras Panjang, Ini Faktanya (Merdeka.com)

Foto itu bikin geger warganet

Foto yang menunjukkan sejumlah siswi berseragam mengenakan rompi serta menenteng senjata laras panjang viral di media sosial. Mereka adalah santriwati setingkat SMA di Magetan, Jawa Timur.

Foto yang menunjukkan sejumlah siswi berseragam mengenakan rompi serta menenteng senjata laras panjang viral di media sosial. Mereka adalah santriwati setingkat SMA di Magetan, Jawa Timur.
Dok. Istimewa

Konfirmasi Ponpes

Sejumlah siswi berpose memegang senjata laras panjang itu dikonfirmasi terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Al Jahra di Desa Tawanganom Kabupaten Magetan. Pihak pesantren mengungkapkan bahwa foto tersebut merupakan dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler Airsoft Gun yang ditampilkan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pihak sekolah mengaku mendapatkan Airsoft Gun dari pihak ketiga yang sudah tersertifikasi. Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Al Jahra menjelaskan, ekstrakurikuler Airsoft sebagai hiburan baru sekaligus cara sekolah melatih konsetrasi peserta didik. (Foto: Freepik ArtPhoto_studio)

Pimpinan Institusi

"Kami basisnya pondok pesantren Al-Quran, kami memilih airsoft gun itu karena dalam menentukan target butuh konsentrasi. Dalam menghafal Al-Qur'an salah satu yang butuhkan anak itu ya terkait konsentrasi," ungkap Ketua Harian Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan, Isgianto.

merdeka.com

Minta Maaf

Minta Maaf
Dok. Istimewa

Madrasah Aliyah Al Jahra meminta maaf usai foto para siswi memegang senjata laras panjang viral di media sosial. Pihaknya juga siap membatalkan ekstrakurikuler baru tersebut jika diminta.

Sikap Kepolisian

Polres Magetan meminta Madrasah Aliyah Al Jahra untuk memikirkan kembali pelaksanaan ekstrakurikuler airsoft gun. "Kegiatan yang berkaitan dengan soft gun ada batasan usia, 17 tahun minimal sampai 65 tahun maksimal. Untuk kelas 7 sampai kelas 10 tidak boleh diberikan (kegiatan airsoft gun)," jelas Kasi Humas Polres Magetan, Kuncahyo.

Sejumlah santriwati mengenakan pakaian mirip rompi anti peluru serta menenteng senjata laras panjang

Rekomendasi