Perkembangan Kasus Perampokan Rumah Dinas Walikota Blitar, Pelaku Belum Tertangkap

Perampokan disertai kekerasan yang terjadi di Rumah Dinas Walikota Blitar, Jawa Timur pada Senin (12/12/2022) pagi menggegerkan publik. Hingga kini, pelaku belum tertangkap.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Perkembangan Kasus Perampokan Rumah Dinas Walikota Blitar, Pelaku Belum Tertangkap
Rumah Dinas Walikota Blitar. ©2022 Merdeka.com

Perampokan disertai kekerasan yang terjadi di Rumah Dinas Walikota Blitar, Jawa Timur pada Senin (12/12/2022) pagi menggegerkan publik. Pasca kejadian tersebut, Rumah Dinas Walikota Blitar dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) turun tangan mendalami kasus perampokan yang menyebabkan Walikota Blitar Santoso dan sang istri trauma. Hingga kini, Polda Jatim telah memeriksa tujuh orang terkait kasus perampokan dan penyekapan itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol. Totok Suharyanto mengatakan pihaknya memeriksa Santoso, istri Santoso, penjaga, dan orang yang pertama kali membantu.

Bentuk Tim Khusus

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh Info Blitar (@infoblitar)

Polda Jatim juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari pihak laboratorium forensik, Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri, maupun dari Satreskrim Polres Blitar Kota. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin siang hingga petang.

"Kami evaluasi seluruh hasil olah TKP termasuk tim di lapangan. Ada empat titik olah TKP, secara teknis tidak bisa (kami) sampaikan karena itu bagian dari evaluasi kami dan untuk pola pengejaran pelaku," terang Totok di Blitar, Senin (12/12).

Polisi masih terus mendalami berbagai macam temuan saat olah TKP. Polda Jatim, kata Totok, berharap pelaku segera tertangkap. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Kota Blitar untuk mencari alternatif kamera pengawas (CCTV) karena CCTV di area Rumah Dinas Walikota Blitar dirusak para pelaku.

"Saat ini kami koordinasi dengan Kominfo mencari alternatif CCTV lainnya. Kami sudah sisir semua di TKP," imbuh Totok, dikutip dari Antara.

Baca Juga Di Ambarawa, Konter HP Penuh Bercak Darah; Polisi Selidiki Hilangnya Pemilik

Kronologi Kejadian

Kasus pencurian disertai kekerasan terjadi di Rumah Dinas Walikota Blitar pada Senin (12/12) pagi sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB.

Para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat hingga lima orang menyekap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Blitar yang sedang bertugas di TKP. Selain itu, Walikota Blitar Santoso dan istrinya juga sempat disekap serta dipaksa menunjukkan lokasi penyimpanan barang berharga.

Sejumlah uang dan perhiasan dengan total sekitar Rp400 juta amblas dibawa kabur para pelaku. Para pelaku diduga mengendarai mobil, namun hingga kini masih dalam penyelidikan petugas karena decorder CCTV di lokasi kejadian dirusak pelaku.

Baca Juga IRT di Lampung Ditusuk Perampok saat Tidur Bareng Anak
Halaman Berikutnya Dapat Restu Keluarga Bani Bishri, Cucu Pendiri NU Siap Maju Bursa Ketum PBNU
Rekomendasi