Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Darah Manis atau Prurigo, Ini Penjelasannya dalam Dunia Medis

Penyebab Darah Manis atau Prurigo, Ini Penjelasannya dalam Dunia Medis Ilustrasi gatal. shutterstock

Merdeka.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya apa penyebab darah manis? Darah manis, atau yang dalam dunia medis dikenal dengan nama prurigo merupakan istilah untuk bintik-bintik yang sangat gatal pada kulit.

Seseorang yang dijuluki "darah manis" memiliki kulit yang rentan gatal dan seiring waktu akan mengembangkan kondisi bintik-bintik kemerahan akibat menggaruk dalam waktu lama. Darah manis biasanya berkembang di tangan, dahi, pipi, hingga kaki.

Bagi para penderita darah manis, bekas gatal ini akan sulit hilang sehingga membuat tampilan kulit menjadi penuh bekas luka atau koreng. Bekas darah manis atau prurigo memang dapat hilang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan waktu yang lama. Lantas, apa sih penyebab darah manis atau prurigo itu? Dilansir dari berbagai sumber, ini dia ulasannya.

Penyebab Darah Manis

Hingga saat ini apa yang menjadi penyebab darah manis atau prurigo masih belum diketahui dengan pasti. Meski demikian, tanda kehitaman atau koreng pada kulit akan muncul dan bertahan lama jika Anda menggaruknya secara terus-menerus. Kondisi ini diduga terjadi akibat penebalan ujung saraf kulit.

ilustrasi darah

©2021 Merdeka.com/pixabay

Saat kulit digaruk secara terus-menerus, saraf yang ada di sekitarnya akan menjadi semakin sensitif. Hal ini justru akan membuat rasa gatal terjadi secara berkepanjangan sehingga memicu infeksi, membuat luka menjadi semakin parah, dan menimbulkan bekas luka yang sulit hilang.

Penyebab darah manis atau prurigo yang lainnya selain saraf kulit yang sensitif adalah adanya penyakit kulit seperti dermatitis. 

Kondisi Pemicu Darah Manis

Penyebab darah manis itu dapat memicu kondisi tertentu. Di bawah ini adalah beberapa kondisi yang dapat memicu rasa gatal berkepanjangan sehingga menyebabkan terjadinya kondisi penyakit kulit darah manis:

1. Gigitan Serangga

Gigitan serangga adalah pemicu utama kondisi darah manis pada seseorang. Walaupun bukan merupakan penyebab langsung dari darah manis atau prurigo, rasa gatal akibat gigitan serangga pastinya akan menimbulkan hasrat ingin menggaruk sampai rasa gatal yang dirasakan mereda. Namun demikian, alih-alih menghilang, menggaruk area yang gatal justru memicu infeksi yang lebih parah dan malah meninggalkan bekas luka.

2. Stres Panjang

Penyebab darah manis juga mendukung kondisi stres panjang. Mengalami stres berkepanjangan juga dapat memicu kondisi darah manis. Pengidap stres cenderung memiliki keinginan untuk menggaruk kulit. Organ otak terhubung dengan ujung saraf kulit. Saat muncul rasa cemas berlebihan, tubuh cenderung meresponnya secara berlebihan. Salah satunya adalah dengan menimbulkan sensasi rasa terbakar atau gatal pada kulit menyebabkan Anda berkeinginan untuk menggaruk agar rasa gatal tersebut reda.

3. Penyakit Tertentu

Mengidap penyakit tertentu juga dapat menjadi faktor pemicu darah manis. Terdapat beberapa jenis penyakit yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah manis atau prurigo. Dilansir dari British Association of Dermatology, sekitar 80 persen pengidap prurigo mengalami masalah kesehatan, seperti asma, demam, eksim, atau dermatitis herpetiformis.

Jenis-Jenis Darah Manis

Darah manis atau prurigo memiliki lesi kulit primer dan sekunder. Lesi prurigo primer adalah papula berbentuk kubah. Sementara lesi prurigo sekunder adalah papula yang tergores, lesi bersisik, atau area berpigmen gelap yang menebal (lichen simpleks atau neurodermatitis). Menggaruk secara berlebih dapat menyebabkan jaringan parut. Ada banyak penyebab darah manis yang memicu beberapa jenis darah manis ini. Dikutip dari dermnetnz.org berikut di antaranya:

1. Prurigo simpleks

Prurigo simplex muncul sebagai benjolan berbentuk kubah yang terdistribusi secara simetris, kecil, sangat gatal. Terkadang ada lepuh kecil. Drah manis atau pririgo jenis ini paling banyak terjadi pada aspek luar tungkai dan bokong, tetapi dapat terjadi di mana saja di kepala dan leher, badan dan tungkai. Prurigo dapat mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa.

Nama alternatif untuk prurigo simpleks adalah prurigo kronis pada orang dewasa, prurigo mitis, dan Hebra prurigo. Ketika bintik-bintiknya berwarna gelap, jenis ini juga bisa disebut prurigo pigmentosa. Seringkali, papula prurigo primer tidak lagi terlihat karena garukan telah menghilangkannya. Prurigo dapat menyebabkan rasa sakit yang cukup signifikan karena gatal yang parah dapat mencegah Anda beristirahat.

2. Prurigo nodular

Prurigo nodular muncul dengan nodul berkutil keras, dan seringkali menunjukkan peningkatan pigmentasi. Karena rasanya yang sangat gatal, jenis darah manis ini sering menimbulkan ulserasi atau krusta. Prurigo nodular juga sangat resisten terhadap pengobatan.

3. Prurigo pigmentosa

Prurigo pigmentosa adalah jenis darah manis yang ditandai dengan ruam gatal dengan pigmentasi seperti jaring.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP