Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Biang Keringat Serta Gejala dan Cara Mengobatinya, Wajib Tahu

Penyebab Biang Keringat Serta Gejala dan Cara Mengobatinya, Wajib Tahu Ilustrasi menggaruk. ©shutterstock.com/vesilvio

Merdeka.com - Biang keringat yang juga dikenal sebagai ruam panas dan miliaria adalah sebuah kondisi kulit yang tidak hanya menyerang bayi. Biang keringat juga dapat memengaruhi kulit orang dewasa, dan akan muncul terutama saat cuaca sedang panas dan lembap.

Biang keringat berkembang ketika pori-pori yang tersumbat (saluran keringat) memerangkap keringat di bawah kulit. Gejala biang keringat biasanya berkisar dari lepuh superfisial hingga benjolan merah yang dalam. Beberapa bentuk biang keringat juga terasa menusuk atau sangat gatal.

Namun, biang keringat adalah kondisi yang biasanya bisa hilang dengan sendirinya. Beberapa bentuk biang keringat yang parah mungkin memerlukan perawatan medis, tetapi cara terbaik untuk meredakan gejalanya adalah dengan mendinginkan kulit dan mencegah keringat agar tak menumpuk di kulit.

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai penyebab biang keringat beserta gejala dan cara mengatasinya yang dilansir dari Mayo Clinic khusus untuk Anda.

Penyebab Biang Keringat

Penyebab biang keringat akan berkembang ketika beberapa saluran keringat tersumbat. Alih-alih menguap, keringat malah terjebak di bawah kulit, menyebabkan peradangan dan ruam atau biang keringat. Tidak jelas mengapa saluran keringat bisa tersumbat, tetapi faktor-faktor tertentu di bawah ini tampaknya berperan sebagai penyebab biang keringat, yaitu:

1. Saluran keringat yang belum matang.

Saluran keringat yang belum matang adalah penyebab biang keringat yang pertama. Saluran keringat bayi yang baru lahir memang belum berkembang sepenuhnya. Saluran ini bisa pecah dengan lebih mudah, menjebak keringat di bawah kulit. Biang keringat dapat berkembang pada minggu pertama kehidupan si bayi, terutama jika bayi dihangatkan dalam inkubator, berpakaian terlalu hangat atau mengalami demam.

2. Iklim tropis.

Tinggal di wilayah beriklim tropis adalah penyebab biang keringat yang kedua. Cuaca yang panas dan lembap dapat menyebabkan biang keringat atau ruam panas.

3. Aktivitas fisik.

Melakukan aktivitas fisik adalah penyebab biang keringat yang ketiga. Olahraga intens, kerja keras, atau aktivitas apa pun yang menyebabkan Anda banyak berkeringat dapat menyebabkan kemunculan biang keringat atau ruam panas.

4. Kepanasan.

Menghadapi situasi yang terlalu panas adalah penyebab biang keringat yang ke empat. Kepanasan secara umum, seperti misalnya berpakaian terlalu hangat atau tidur di bawah selimut listrik dapat menyebabkan Anda terkena biang keringat atau ruam panas.

5. Terlalu lama di tempat tidur.

Kondisi yang mengharuskan Anda berbaring atau beristirahat di tempat tidur dalam waktu yang cukup lama adalah penyebab biang keringat yang kelima. Biang keringat dapat muncul pada orang yang harus berbaring di tempat tidur dalam waktu lama, seperti misalnya ketika seseorang mengalami demam dan harus berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.

Gejala Biang Keringat

Pada orang dewasa, biang keringat biasanya akan muncul di lipatan kulit dan bagian tubuh yang sering bergesekan dengan pakaian. Sementara pada bayi, biang keringat terutama akan muncul di leher, bahu dan dada. Biang keringat juga bisa muncul di ketiak, lipatan siku dan selangkangan.

ilustrasi bayi

©Pixabay/blankita_ua

Jenis biang keringat diklasifikasikan menurut seberapa dalam saluran keringat yang tersumbat. Tanda dan gejala tiap jenis biang keringat berbeda-beda. Untuk itu, berikut ini adalah penjabaran mengenai gejala biang keringat berdasarkan jenisnya:

  • Miliaria crystallina adalah jenis biang keringat yang paling ringan. Kondisi ini biasanya memengaruhi saluran keringat di lapisan atas kulit. Bentuk biang keringat jenis ini ditandai dengan lepuh dan benjolan (papula) berisi cairan bening yang mudah pecah.
  • Miliaria rubra adalah jenis biang keringat yang terjadi lebih dalam di kulit. Tanda dan gejala biang keringat jenis ini adalah benjolan merah dan gatal atau perasaan tertusuk di area yang terkena.
  • Miliaria pustulosa adalah jenis biang keringat di mana kantung berisi cairan (vesikula) miliaria rubra meradang dan berisi nanah (pustular). 
  • Miliaria profunda adalah jenis biang keringat yang kurang umum, jenis ini memengaruhi dermis atau lapisan kulit yang lebih dalam. Keringat yang tertinggal keluar dari kelenjar keringat ke kulit, menyebabkan lesi keras berwarna daging.
  • Biang keringat biasanya sembuh dengan cara mendinginkan kulit dan menghindari paparan panas yang menyebabkannya. Namun, Anda tetap perlu mencari pertolongan dokter jika Anda atau anak mengalami gejala yang berlangsung lebih lama dari beberapa hari, dengan kondisi biang keringat yang tampak semakin parah, atau terlihat tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Meningkatnya rasa sakit, bengkak, kemerahan atau hangat di sekitar area yang terkena,
  • Nanah mengalir dari lesi,
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher atau selangkangan,
  • Demam atau kedinginan.
  • Cara Mengatasi Biang Keringat

    Mencegah keringat terjebak di kulit merupakan langkah penting untuk menghindari biang keringat. Menggunakan produk kulit yang mengandung minyak berat atau petroleum jelly dapat menyumbat pori-pori dan kelenjar keringat, yang dapat menyebabkan biang keringat. Untuk itu, kurangi penggunaannya jika Anda melihat kemunculan biang keringat akibat pemakaian produk-produk seperti itu.

    Pakaian longgar yang terbuat dari serat alami seperti linen, katun, dan rami dapat mengurangi jumlah keringat yang terjebak di kulit. Melepaskan pakaian yang berkeringat segera setelah seharian berada di bawah cuaca panas atau hangat juga dapat mencegah keringat terjebak di kulit. Anda juga disarankan untuk segera mandi untuk menghilangkan keringat dan mengganti pakaian dengan yang bersih guna mencegah kemunculan biang keringat.

    Hindari untuk berada di lingkungan yang panas dan lembap dalam waktu lama jika kulit cenderung mudah terkena biang keringat. Dan, selalu gunakan kipas angin dan AC jika memungkinkan pada saat cuaca sedang panas-panasnya. Mandi atau berendam dengan air dingin secara teratur juga dapat menurunkan suhu tubuh dan mencegah keringat berlebih.

    (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP