Pameran Odyssey, Ruang Alternatif Unjuk Karya Kolaborasi Kediri

Minggu, 9 Mei 2021 14:05 Reporter : Ani Mardatila
Pameran Odyssey, Ruang Alternatif Unjuk Karya Kolaborasi Kediri Pameran Seni Odyssey. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Di ruangan sebuah café berukuran sekitar 7 x 5 meter tergantung 4 kain batik yang berjuntai mengelilingi pakaian batik beraksara Jawa. Di sampingnya terdapat foto-foto dalam bingkai dan monitor yang menayangkan tari-tarian sedang terus berputar.

Jika terus berkeliling, pegunjung akan menemui ragam seni lintas disiplin seperti seni lukis, fotografi hingga seni kriya, pemandangan yang sebenarnya masih cukup langka ditemukan di Kota Tahu tersebut.

Karya-karya itu tergabung dalam sebuah pameran bertajuk “Odyssey” atau “Pengembaraan” yang digelar mulai dari 3-9 Mei di SK Coffe Labs dengan protokol kesehatan. Penggagasnya tak lain adalah Suddenly Movement, sebuah gerakan yang dicetuskan oleh tujuh anak muda yang mengalami keresahan serupa.

“Keresahannya kan di Kediri memang ada kegiatan komunitas-komunitas kan, namun kegiatannya masih satu lingkup, kalau saya secara pribadi bukan tipikal orang yang suka mengkotakkan, misal film saja, seni rupa saja, fotografi aja, maksudnya tidak ada kegiatan kolaborasi dan jadinya sesimpel itu. Nah saya pengennya campur aja,” kata Gigih (32 tahun) mahasiswa lulusan Filsafat UGM kala ditemui oleh tim merdeka.com usai Artist Talk (8/5).

Baca Selanjutnya: Menghidupkan Atmosfer Berkesenian Melalui Suddenly...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini