Mengenal Anosmia, Salah Satu Gejala Awal Covid-19 yang Perlu Diwaspadai
Merdeka.com - Pernahkan ketika sakit, Anda tiba-tiba kehilangan indera penciuman? Hal ini kadang terjadi Ketika Anda terserang flu yang mengakibatkan hidung jadi tersumbat. Sebagian besar orang mungkin tidak pernah memikirkan perihal indera penciumannya. Tetapi apakah Anda pernah berpikir tentang bagaimana rasanya tidak bisa mencium sesuatu?
Gangguan yang terjadi pada indera penciuman ini disebut anosmia atau smell blindness. Anosmia biasanya terjadi ketika hidung tersumbat karena pilek. Namun begitu pilek sembuh, indera penciuman akan berfungsi kembali.
Namun kali ini anosmia dapat menjadi pertanda kondisi medis yang lebih serius. Melansir dari CNN, jurnal America Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery menyebutkan bahwa gejala anosmia atau kehilangan kemampuan membaui bisa digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi Covid-19.
Anosmia Pada Pasien Positif COVID-19
Dalam laporan penelitian tersebut, anosmia sudah terlihat secara umum pada pasien yang dites positif terinfeksi Covid-19 tanpa gejala lain. Banyak pasien diseluruh dunia yang positif terinfeksi Covid-19 tanpa gejala demam tinggi atau batuk dan sebagai gantinya, mereka mengidap anosmia.
ENT UK, organisasi profesional yang mewakili ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Inggris mengatakan bahwa anosmia bisa menjadi gejala lain dari infeksi. Untuk itu anosmia harus diikutsertakan dalam identifikasi kemungkinan infeksi Covid-19.
"Bukti dari Korea Selatan, China, dan Italia menunjukkan bahwa jumlah pasien yang dengan infeksi Covid-19 juga mengalami anosmia. Jerman melaporkan 2 dari 3 orang mengonfirmsi adanya anosmia. Di Korea Selatan, di mana tesnya lebih luas, 30 persen pasien positif mengalami anosmia sebagai gejala nyata," menurut pernyataan ENT UK, dilansir dari CNN.
Para profesor dari British Rhinological Society dan British Association of Otorhinolaryngology telah menyerukan siapa saja yang memiliki gejala kehilangan indra penciuman dan perasa untuk segera mengisolasi diri selama tujuh hari untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
"Kami benar-benar ingin meningkatkan kesadaran bahwa ini adalah tanda infeksi dan bahwa siapa pun yang kehilangan indra penciuman harus mengasingkan diri," kata Prof. Claire Hopkins, Presiden British Rhinological Society, mengutip dari Liputan 6.
Mengenal Penyebab Anosmia
Anosmia sering disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan pada hidung yang mencegah bau-bauan dari luar tidak masuk ke bagian atas hidung. Anosmia kadang-kadang juga disebabkan oleh masalah pada sistem yang mengirimkan sinyal dari hidung ke otak. Berikut penyebab utama anosmia:
1. Iritasi pada selaput lendir yang melapisi hidung
Iritasi ini dapat dihasilkan dari:
Pilek adalah penyebab paling umum hilangnya fungsi indera penciuman. Dalam kasus ini, anosmia yang dihasilkan oleh flu/pilek akan hilang dengan sendirinya begitu flu/pilek mereda.
2. Penyumbatan saluran hidung
Kehilangan indra penciuman dapat terjadi jika ada sesuatu yang secara fisik menghalangi masuknya udara ke dalam hidung. Ini mungkin termasuk:
3. Kerusakan otak atau saraf
Terdapat reseptor di dalam hidung yang mengirimkan informasi melalui saraf ke otak. Anosmia dapat terjadi jika ada bagian dari jalur ini yang rusak. Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan ini, termasuk:
Dalam kasus yang jarang terjadi, orang dilahirkan tanpa indra penciuman karena kondisi genetik. Ini disebut anosmia bawaan.
Cara Mendiagnosa Anosmia
Kehilangan indra penciuman adalah suatu hal yang sulit diukur. Dokter mungkin menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala-gejala yang Anda alami, memeriksa hidung Anda, melakukan pemeriksaan fisik lengkap, dan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda.
Para dokter juga akan mengajukan pertanyaan tentang kapan anosmia Anda dimulai, apakah semua atau hanya beberapa jenis bau saja yang hilang, dan apakah Anda juga kehilangan indera perasa. Tergantung pada jawaban Anda, dokter dapat melakukan satu atau lebih dari tes berikut:
Problem Bagi Penderita Anosmia
Penderita anosmia biasanya kehilangan minat dan nafsu makan yang menyebabkan kekurangan gizi dan penurunan berat badan. Orang dengan anosmia juga harus memastikan alarm asap dan alarm kebakaran berfungsi dengan baik di rumah setiap saat. Mereka juga harus berhati-hati dalam penyimpanan makanan dan penggunaan gas alam karena adanya kesulitan mendeteksi makanan busuk dan kebocoran gas.
Tindakan pencegahan bagi penderita anosmia yang disarankan termasuk:
Cara Mengobati Anosmia
Perawatan anosmia tergantung pada penyebabnya. Jika anosmia terjadi karena infeksi pilek, alergi, atau sinus, biasanya ia akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika anosmia tidak hilang begitu gejala pilek atau alergi mereda.
Perawatan untuk mengatasi anosmia yang disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan:
Anosmia yang disebabkan oleh hidung tersumbat dapat diobati dengan menghilangkan apa pun yang menghalangi saluran pernapasan Anda. Beberapa mungkin melibatkan prosedur untuk menghilangkan polip hidung, meluruskan septum hidung, atau membersihkan sinus. Pada orang yang lebih tua, anosmia lebih rentan terjadi secara permanen. Dan sejauh ini tidak ada pengobatan yang tersedia untuk orang dengan anosmia bawaan.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya