Lumpuh dan Hilang Ingatan, Begini Perjuangan Korban Tragedi Kanjuruhan Pulihkan Diri
Merdeka.com - Peristiwa memilukan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 lalu masih terasa mencekam hingga kini. Tragedi yang menewaskan 135 orang dari berbagai usia itu menjadi peristiwa kedua terkait sepak bola dengan korban jiwa paling banyak di dunia.
Salah satu korban Tragedi Kanjuruhan yang sempat mengalami luka berat dan selamat adalah Cahayu Nur Dewata. Gadis 17 tahun itu sempat mengalami koma selama tiga hari di rumah sakit.
Matanya berwarna merah menyala dan perih akibat terkena tembakan gas air mata. Tak hanya itu, tangan kirinya juga mengalami kelumpuhan.
“Cahayu, korban Tragedi Kanjuruhan berjuang sembuh dari hilang ingatan dan kelumpuhan,” tulis akun Instagram @malangraya_info.
Berangsur Pulih

Instagram/info.updatee©2022 Merdeka.com
Selang tiga bulan sejak peristiwa nahas itu, kondisi Cahayu berangsur membaik. Alih-alih menyerah, gadis yang tinggal di kawasan Embong Brantas, Kota Malang itu punya semangat tinggi untuk sembuh.
Walaupun kondisinya belum benar-benar pulih, Cahayu mulai beraktivitas seperti sediakala. Perkembangan dirinya pun mulai tampak. Matanya yang dulu berwarna merah kini mulai kembali berwarna putih. Tangan kiri yang sebelumnya tak bisa digerakkan, sudah mulai pulih.
Perkembangan kondisi menjadi kabar baik bagi banyak orang yang bersimpati pada korban Tragedi Kanjuruhan. Apalagi Cahayu merupakan satu dari ratusan korban luka-luka akibat berdesak-desakan di Stadion Kanjuruhan.
“Di malam kelam 1 Oktober 2022 silam, Cahayu mengalami koma selama tiga hari di Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen, Kabupaten Malang,” tulis akun Instagram @malangraya_info, Senin (23/1/2023).
Simpati Warganet

©2023 Merdeka.com/Instagram @malangraya_info
Informasi mengenai kondisi Cahayu yang dibagikan akun Instagram @malangraya_info itu sontak ramai dikomentari warganet. Banyak di antara mereka terus mempertanyakan keadilan dalam penanganan kasus Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa itu.
“Sampai sekarang tidak ada yang dihukum setimpal dengan perbuatannya menghilangkan 135 nyawa manusia,” komentar @_kcnk27.
“Kok tega melakukan kejahatan seperti ini. Masak tidak ada keadilan di mata hukum?” selidik pemilik akun Instagram @hakimludfi13.
Selain itu, banyak juga warganet yang mendoakan kesembuhan Cahayu agar kondisinya kembali sehat seperti sediakala.
“Semoga cahayu bertambah pulih kesehatannya,” tulis pemilik akun Instagram @ekologi7.
“Cepat sembuh dan pulih seperti seperti semula, mbak” komentar pemilik akun Instagram @panggilsaja_efil.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya