Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Orang Inggris jadi Crazy Rich Berkat Tembakau Bojonegoro, Tinggalkan Warisan Megah Ini

Kisah Orang Inggris jadi Crazy Rich Berkat Tembakau Bojonegoro, Tinggalkan Warisan Megah Ini

Kisah Orang Inggris jadi Crazy Rich Berkat Tembakau Bojonegoro, Tinggalkan Warisan Megah Ini

Pasca konfrontasi Indonesia-Malaysia, seluruh gudang tembakau miliknya diambil alih pemerintah RI.

Kisah Orang Inggris jadi Crazy Rich Berkat Tembakau Bojonegoro, Tinggalkan Warisan Megah Ini

Kompleks bangunan lawas di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kabupaten Bojonegoro sering mencuri perhatian para pengguna jalan. Bangunan-bangunan megah yang berdiri di lahan seluas sekitar satu hektare itu sarat nilai sejarah, ada kisah menarik di baliknya.

Mewah

Memasuki kompleks bangunan lawas yang kini bernama UD. Supianto, kita disuguhi tiga bangunan yang didirikan pada era kolonial Belanda. Luas keseluruhan bangunan ini sekitar 3.000 meter persegi. Ketiga bangunan lawas yang terdiri dari dua gudang tembakau dan satu rumah (kini jadi mess karyawan) tersebut sudah digunakan sejak tahun 1950-an, artinya pembangunannya sudah dilakukan sebelum tahun tersebut. Selain itu, ada satu bangunan yang kini bernama Gudang C baru dibangun sekitar tahun 1980-an akhir.

Kisah Orang Inggris jadi Crazy Rich Berkat Tembakau Bojonegoro, Tinggalkan Warisan Megah Ini

“Dulu bangunan yang di sini (Gudang C) udah jelek banget, tidak layak. Jadi kami bongkar, kami bangun seperti sekarang,” ungkap Rudy Julius, pemilik UD. Supianto, saat ditemui merdeka.com pada Minggu (28/1/2023).

Rudy memutuskan membangun gudang C dengan konstruksi khas pabrik sekarang, atapnya menggunakan asbes. Gudang ini berfungsi untuk proses pengeringan tembakau. Sementara itu, dua bangunan yang bernama Gudang A dan Gudang B masih konstruksi asli sejak pertama kali dibangun. Kedua gudang inilah yang menjadikan kompleks UD. Supianto menarik untuk dikulik sejarahnya.

Bangunan Gudang A dan B tetap berdiri megah meski usianya sudah lebih dari 70 tahun. Ciri khas kedua bangunan tersebut yakni memiliki lebih dari sepuluh tiang di dalamnya dan seluruhnya berupa kayu jati utuh, seluruh kerangkanya juga kayu jati. Selain itu, atapnya menggunakan genteng dan memfungsikan daun lontar sebagai plafon. Konstruksi bangunan ini menyebabkan udara di dalamnya tetap sejuk meskipun panas matahari sedang terik-teriknya.

Kondisi bagian dalam Gudang A dan B yang berusia lebih dari 70 tahun.

Kondisi bagian dalam Gudang A dan B yang berusia lebih dari 70 tahun.

Sementara itu, bangunan dengan konstruksi rumah di bagian barat kompleks UD. Supianto kini difungsikan sebagai mess karyawan. Di situlah, beberapa karyawan perempuan bertugas memasak untuk makan seluruh karyawan yang jumlahnya sekitar 20 orang. Menurut penuturan Musrikah, salah satu karyawan yang paling lama bekerja di UD. Supianto, mess tersebut juga jadi tempat menginap beberapa karyawan.

Kisah Orang Inggris jadi Crazy Rich Berkat Tembakau Bojonegoro, Tinggalkan Warisan Megah Ini

“Belum pernah direnovasi besar-besaran, paling kalau ada bocor diurus,” terang Rudy mendeskripsikan daya tahan bangunan era kolonial Belanda tersebut.

Selain bangunan megah dan kokoh, era Machlim Watson juga mewariskan mesin press tembakau merek Carl Schlieper. Hingga kini, mesin tersebut masih berfungsi dengan baik.

Kisah Orang Inggris jadi Crazy Rich Berkat Tembakau Bojonegoro, Tinggalkan Warisan Megah Ini

Tembakau Bojonegoro

Pada tahun 1920-an, tembakau sudah ditanam di Bojonegoro. Bahkan, kualitas tembakau Bojonegoro menarik PT British American Tobbaco (BAT) Indonesia. Mengutip situs gangkecil.com, pada tahun 1928 penananam tembakau di Bojonegoro diperluas. Tahun 1930 areal tembakau di Bojonegoro mencapai 200 hektare, 10 tahun kemudian mencapai 5.000 hektare. Mengutip AVATARA, Jurnal Pendidikan Sejarah UNESA (2018), pada tahun 1954 jumlah lahan pertanian tembakau di Bojonegoro mencapai 12.365 hektare.

Sang Crazy Rich

Potensi tembakau Bojonegoro membuat Machlim Watson, warga negara Inggris tertarik datang dan berbisnis komoditas berjuluk emas hijau itu di Bojonegoro. Pada tahun 1950-an, Machlim Watson memiliki dua gudang tembakau di Kabupaten Bojonegoro. Satu di Jalan Jaksa Agung Suprapto (kini UD. Supianto), satu lagi di Jalan KH. Mansyur, Ledok Wetan (kini Gedung Serbaguna).

Machlim adalah supplier tembakau untuk PT. BAT (British American Tobacco), perusahaan rokok filter terbesar di dunia pada masa itu. Saat itu, Machlim mengandalkan tembakau terbaik dari kota-kota kecil di Indonesia, salah satunya tembakau virginia dari Kabupaten Bojonegoro.

Selanjutnya, konfrontasi Indonesia-Malaysia yang berlangsung pada tahun 1963-1966, membuat perusahaan-perusahaan milik orang Inggris di Indonesia diambil alih oleh pemerintah RI, termasuk seluruh gudang tembakau milik Machlim Watson.

“Machlim Watson out (keluar dari Indonesia), pemerintah ambil alih gudang-gudang tembakau miliknya. Bojonegoro ada dua, sini (kini UD. Supianto) dan Ledok (kini Gedung Serbaguna), Rengel (Tuban), Temanggung, Semarang, Jember, Surabaya. Bentuk (bangunan) sama semua, seluruh tiangnya kayu jati,” ungkap Rudy Julius, pria kelahiran Medan yang menekuni bisnis tembakau sejak tahun 1980-an.

Gudang Tembakau di Bojonegoro

Beralih Kepemilikan

Beralih Kepemilikan

Pasca diambil alih pemerintah Indonesia, pengelolaan gudang-gudang tembakau yang tersebar di beberapa daerah ini diserahkan kepada Departemen Pertanian (Deptan). Departemen ini kemudian membentuk PD. Dwikora sebagai induk usaha gudang-gudang tembakau ini. Gudang-gudang ini kemudian disewakan kepada masyarakat khususnya perusahaan tembakau.

Selanjutnya, pada tahun 1985, gudang-gudang tembakau itu dijual pemerintah kepada masyarakat. Rudy Julius yang sebelumnya pernah menyewa dua gudang tembakau yang ada di Bojonegoro, akhirnya ditawari membeli gudang tembakau di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Sejak saat itu hingga sekarang, kompleks gudang tembakau ini jadi tempat Julius meraup cuan dari bisnis tembakau. Perusahaan yang diberi nama UD. Supianto ini bergerak sebagai supplier dan pengekspor tembakau.

Perusahaan milik Rudy membeli tembakau kering dari petani untuk kemudian diperlakukan sedemikian rupa jadi tembakau yang siap digunakan oleh pabrik rokok.

“Kami sortir tembakau sesuai kualitasnya, mulai kelas satu hingga kelas lima. Ada pabrik yang minta dilepas gagangnya, ada yang minta dikeringkan lagi. Semua tergantung permintaan pabrik,” ungkap Rudy.

Saat ini, para pekerja borongan UD. Supianto hanya aktif bekerja pada Agustus hingga November alias pada musim tembakau. Sejak pandemi, mereka mengerjakan proses sortir tembakau di rumah masing-masing.

Pelaksanaannya, pihak UD. Supianto mengirim tembakau ke rumah para pekerja borongan tersebut, selanjutnya saat pekerjaan sudah selesai, pihak UD. Supianto menjemput hasil pekerjaan mereka.

Kisah Ibu Asuh Sunan Giri, Menguasai Berbagai Bahasa dan Pandai Berdagang hingga Jadi Crazy Rich Gresik
Kisah Ibu Asuh Sunan Giri, Menguasai Berbagai Bahasa dan Pandai Berdagang hingga Jadi Crazy Rich Gresik

Ia jadi perempuan pertama di Nusantara yang memungut bea cukai dan mengawasi pedagang asing pada zaman kesultanan.

Baca Selengkapnya
Kisah Crazy Rich Pemilik Pabrik Gula di Probolinggo, Punya Rumah Mewah di Daerah Terpencil
Kisah Crazy Rich Pemilik Pabrik Gula di Probolinggo, Punya Rumah Mewah di Daerah Terpencil

Keluarga ini jadi salah satu yang terkaya di Indonesia

Baca Selengkapnya
Potret Kehidupan Keluarga Tionghoa Terkaya di Jawa Timur, Beli Tanah untuk Bantu Negara
Potret Kehidupan Keluarga Tionghoa Terkaya di Jawa Timur, Beli Tanah untuk Bantu Negara

Keturunan keluarga ini terkenal sebagai sosok-sosok crazy rich.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cerita Crazy Rich Surabaya, Beli 7 Ton Emas hingga Mengantarnya ke Penjara
Cerita Crazy Rich Surabaya, Beli 7 Ton Emas hingga Mengantarnya ke Penjara

Pria yang membuat heboh lantaran membeli 7 ton emas itu bercerita mengenai kronologi perjalanan pembelian emas itu hingga mengantarnya ke penjara.

Baca Selengkapnya
Tahan Crazy Rich Surabaya Budi Said, Kejagung Tak Terpengaruh Hasil Gugatan di MA
Tahan Crazy Rich Surabaya Budi Said, Kejagung Tak Terpengaruh Hasil Gugatan di MA

Beberapa waktu lalu, Mahkamah Agung memenangkan gugatan Budi Said sehingga PT Antam harus membayar 1,1 ton emas atau setara 1,1 triliun.

Baca Selengkapnya
NasDem Dorong 'Crazy Rich Priok' Maju Pilkada DKI Tarung Bareng Kang Emil
NasDem Dorong 'Crazy Rich Priok' Maju Pilkada DKI Tarung Bareng Kang Emil

Sahroni disebut sebagai kader paling digandrungi warga ibu kota.

Baca Selengkapnya
Mengenal Sosok Tjoa Tjwan Djie, Crazy Rich Sidoarjo sebelum Indonesia Merdeka
Mengenal Sosok Tjoa Tjwan Djie, Crazy Rich Sidoarjo sebelum Indonesia Merdeka

Prosesi pemakamannya tak kalah dengan kemeriahan pesta pernikahan

Baca Selengkapnya
Rumahnya Bak Istana Klasik Megah, Intip Profil Keluarga Crazy Rich Sidoarjo yang Dikenal Dermawan
Rumahnya Bak Istana Klasik Megah, Intip Profil Keluarga Crazy Rich Sidoarjo yang Dikenal Dermawan

Setiap Rabu, rumah yang persis istana ini digunakan untuk pengajian umum

Baca Selengkapnya
Orang Paling Kaya di Indonesia Punya Harta Rp1.000 Triliun, Sumbernya Ternyata dari Bisnis Ini
Orang Paling Kaya di Indonesia Punya Harta Rp1.000 Triliun, Sumbernya Ternyata dari Bisnis Ini

Kemiskinan membuat orang tuanya tak mampu menyekolahkan Prajogo untuk menempuh pendidikan SMA.

Baca Selengkapnya