Kisah Cak Sidik Legenda Ludruk RRI Surabaya, Rela Tinggalkan Pekerjaan Mapan Demi Ini
Merdeka.com - Sidik Wibisono yang dikenal dengan sebutan akrab Cak Sidik adalah salah satu legenda dalam perjalanan Ludruk RRI Surabaya.
Selain menjadi saksi perjalanan kariernya sebagai seniman ludruk, RRI Surabaya juga mempertemukan Cak Sidik dengan cinta sejatinya, Surya Dewi. Keduanya adalah lawan main ludruk di RRI Surabaya.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai lima buah hati, yakni Eka Suryanto Wibisono, Dwi Agus Sugiono, Mery Triana Dewi, Fifi Rosiana Dewi, dan Yeni Erawati.
Tinggalkan Pekerjaan Mapan
Sebelum terjun di dunia kesenian ludruk, Cak Sidik adalah pegawai percetakan yang memiliki gaji lumayan.
Kecintaannya pada ludruk membuat Cak Sidik melepaskan pekerjaan tersebut dan terjun total di dunia ludruk, sebagaimana dikutip dari akun resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur.
Baginya, ludruk adalah segala-galanya. Saat itu, Cak Sidik juga mematahkan sentimen bahwa dunia ludruk kurang potensial sebagai mata pencaharian.
Cak Sidik punya rumah cukup nyaman dan tidak kekurangan satu hal apapun karena benar-benar menekuni dunia ludruk.
Pernah Ditolak Srimulat
Menurut pengakuan Cak Sidik, ia tak pernah menyangka bakal punya karier cukup mentereng di dunia seni ludruk. Bahkan, ia mengaku sebagai orang yang tersesat dalam dunia ludruk.
Sebelum memasuki dunia ludruk, Cak Sidik merupakan vokalis merangkap rhythm guitar Band DAMRI dan BAT.
Saat itu, grup musiknya cukup dikenal. Mereka banyak mendapat tawaran manggung dari instansi-instansi. Lagu-lagu yang mereka bawakan antara lain lagu Koes Plus dan oldies pop semacam Oh Carol.
Berbekal pengalaman menjadi vokalis band yang cukup dikenal di Jawa Timur, Cak Sidik memberanikan diri mendaftar sebagai penyanyi Srimulat. Namun, ia ditolak.
Perkembangan Karier
Setelah dua tahun tidak ada perkembangan berarti pada bandnya, Cak Sidik mulai bimbang. Pada 1969, Cak Sidik muda memiliki keinginan kuat mengembangkan karier di dunia seni.
Berkat saran sang ayah, ia kemudian melamar dan diterima di salah satu grup ludruk papan atas, Ludruk Tri Sakti di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya. Saat itu, personel Ludruk Tri Sakti adalah seniman-seniman hebat seperti Cak Meler, Cak Rukun, dan Cak Parmo.
Cak Sidik langsung disuruh mengisi bedayan (sesi awal lawak ludruk, kidungan selama satu jam). Hal ini diluar dugaannya.
Penuh percaya diri, ia kemudian menerima tantangan tersebut. Hasilnya luar biasa, Cak Sidik berhasil melantunkan kidungan-kidungan milik Cak Meler dan memukau penonton selama hampir satu jam.
Rupanya Cak Meler adalah salah satu pemain ludruk favorit Cak Sidik. Dulu, setiap melihat Cak Meler tampil, ia akan menghafal parikannya.
Selanjutnya, di bawah bimbingan Cak Meler dan Cak Rukun, Cak Sidik menemukan titik baliknya sebagai seniman ludruk. Saat itu, Cak Meler dan Cak Rukun mengarahkan Cak Sidik ke kidungan dan lawakan.
Satu setengah tahun menempa diri di Ludruk Tri Sakti, Cak Sidik kemudian memutuskan bergabung dengan Ludruk RRI Surabaya. Di sinilah, ia kemudian mengalami masa keemasannya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya