Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cari Sinyal Internet untuk Ujian Online, Siswa Ini Habiskan 24 Jam di Atas Pohon

Cari Sinyal Internet untuk Ujian Online, Siswa Ini Habiskan 24 Jam di Atas Pohon 24 Jam Di Atas Pohon. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Merebaknya kasus corona membuat segala sektor merasa terpukul. Tentunya hal ini juga terjadi di dunia pendidikan. Aktivitas belajar mengajar di sekolah tidak bisa lagi dilakukan. Para siswa kemudian dialihkan untuk belajar di rumah. Satu-satunya cara untuk tetap terhubung dengan sekolah adalah dengan memanfaatkan jaringan internet.

Bagi sebagian orang yang hidup di kota, tentu jaringan internet tidak menjadi hambatan. Namun berbeda cerita dengan yang dialami oleh Veveonah Mosibin. Siswa asal Sabah, Malaysia ini harus menghabiskan waktu selama 24 jam di atas pohon untuk mencari sinyal internet. Pasalnya ia harus menjalani ujian secara online namun terkendala sinyal jika berada di rumah.

Membawa Bekal Makanan

24 jam di atas pohon

©2020 Merdeka.com

Lewat unggahan di channel Youtubenya, Veveonah menceritakan alasan mengapa ia memilih melakukan tantangan 24 jam di atas pohon. Video berjudul 24 Hours On Tree | Challenge yang ia unggah menunjukkan bahwa gubuk tempat ia bernaung untuk belajar tengah roboh.

Karena akan segera melakukan ujian, ia harus putar otak. Akhirnya tantangan seharian di atas pohon ini tercipta. Tak lupa ia juga membawa bekal untuknya selama seharian penuh.

Hanya Diterangi Cahaya Ponsel saat Malam Hari

24 jam di atas pohon

©2020 Merdeka.com

Karena lupa membawa lilin atau alat penerangan lainnya, Veveonah hanya mengandalkan cahaya dari layar handphonenya saat malam tiba.

Ia tampak membawa kelambu untuk menghalanginya dari gigitan nyamuk. Bahkan di tengah video, ada seekor serangga besar yang masuk ke dalam kelambunya.

Belum Ada Listrik di Desanya

24 jam di atas pohon

©2020 Merdeka.com

Dala video tersebut, Veveonah juga menceritakan kondisi di desanya. Setiap hari keluarganya tidur lebih awal dari jam 7 malam. Hal ini dilakukan keluarganya untuk menghemat lilin yang mereka punya. Veveonah menceritakan bahwa di desanya belum ada aliran listrik. Ini salah satu kendala yang juga tengah dihadapinya.

Namun di tengah keterbatasannya ini, Veveonah tidak pantang menyerah dan mengeluh. Ia tetap semangat belajar untuk meraih cita-citanya. Ini bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi siapa saja yang memiliki koneksi internet dan aliran listrik yang bagus. Kondisi ini  harus benar-benar disyukuri.

(mdk/vna)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP