Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Mengelola Emosi dengan Tepat Menurut Psikolog, Penting Diketahui

Cara Mengelola Emosi dengan Tepat Menurut Psikolog, Penting Diketahui ilustrasi emosi manusia. www.psychologytoday.com

Merdeka.com - Kemampuan untuk mengalami dan mengekspresikan emosi merupakan hal penting yang wajib disadari. Jika Anda merasa kewalahan dan tak tahu bagaimana cara mengelola emosi dengan tepat, maka artikel ini akan membantu Anda untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebagai respons yang dirasakan terhadap situasi tertentu, emosi memainkan peran penting dalam bereaksi. Mengatur emosi tanpa menekan atau mengabaikannya dapat bermanfaat bagi hubungan, suasana hati, dan pengambilan keputusan.

Sementara itu, emosi juga dapat merusak kesehatan emosional dan hubungan antarpribadi ketika berkembang luar kendali. Sehingga penting sekali bagi Anda untuk mengenali apa saja emosi yang sedang terasa, dan mencari cara mengelola emosi tersebut dengan tepat.

Berikut beberapa cara mengelola emosi dengan tepat menurut psikolog yang penting untuk Anda ketahui.

1. Akui Segala Bentuk Perasaan

Cara mengelola emosi dengan tepat yang pertama adalah dengan mengakui segala bentuk perasaan yang sedang Anda rasakan, terutama saat Anda merasa tidak enak. Mengutip laman Mental Health America, kesadaran emosional adalah proses mengenali dan mengakui perasaan.

Memiliki kesadaran emosional dapat membekali Anda untuk mengelola dan meningkatkan kebersihan mental dengan benar. Ketika manusia merasakan emosi tertentu, umumnya ada reaksi fisik atau mental yang menyertainya. Memperhatikan isyarat fisik dan mental ini dapat membantu mengidentifikasi saat Anda mengalami emosi tertentu.

2. Izinkan Diri untuk Merasakan Segala Emosi

Cara mengelola emosi dengan tepat yang kedua adalah dengan mengizinkan diri Anda untuk merasakan aliran-aliran emosi tersebut. Kebanyakan orang melakukan sesuatu untuk mencoba merasa lebih baik ketika mereka sedih, marah, cemas, malu, atau kesakitan.

Meskipun ini adalah reaksi yang alami, penting juga untuk membiarkan diri Anda merasakan emosi-emosi tersebut pada saat kemunculannya daripada mencoba mengubah atau menghilangkannya. Luangkan waktu untuk mengenali emosi dan perasaan Anda.Meski akan terasa tidak nyaman, namun ini adalah langkah penting untuk mengelolanya.

Jangan juga menilai diri sendiri atau emosi yang Anda rasakan. Hadapi saja dan terimalah mereka sehingga Anda dapat melewatinya. Namun ini tidak berarti Anda harus membiarkan diri Anda marah atau hancur selama berhari-hari. Jika Anda merasa seperti itu dan tidak dapat melepaskan atau mengatasinya, sebaiknya cari bantuan dari terapis.

3. Ekspresikan Emosi dengan Cara yang Sehat

Cara mengelola emosi yang ketiga adalah mengekspresikannya dengan cara yang sehat. Setelah belajar menemukan isyarat mental dan fisik dari emosi Anda, Anda akan dapat menemukan cara positif untuk mengungkapkannya. Ekspresi emosional diperlukan karena menahan atau menekan emosi dapat menyebabkan hasil yang tidak sehat seperti depresi atau kecemasan.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan perasaan dengan cara yang konstruktif dan bermanfaat:

  • Berbicara dengan orang lain adalah salah satu metode terbaik untuk mengeluarkan uneg-uneg perasaan Anda. Pastikan saja bahwa dengan siapa pun Anda berbagi emosi, mereka adalah pribadi yang mendukung dan tidak menghakimi. Anda bisa curhat dengan sahabat, saudara, atau konselor.
  • Tuliskan perasaan Anda ke dalam jurnal. Seiring waktu, Anda dapat melihat kembali tulisan-tulisan tersebut untuk melihat apakah ada pola yang muncul secara berkali-kali. Menulis jurnal secara alami baik untuk kesehatan mental, apalagi jika digunakan tidak hanya untuk curhat, tapi juga untuk pemecahan masalah.
  • Menangis. Ya, menangis adalah cara yang bisa dilakukan jika perlu. Saat merasa sedih, Anda mungkin menahan emosi ini karena rasa bersalah atau malu. Di lain waktu, Anda mungkin merasa sedih, tetapi tidak bisa menangis. Tonton film, baca literatur, atau dengarkan musik yang berbicara tentang keadaan emosi Anda untuk membantu Anda meneteskan air mata.
  • Lepaskan ketegangan. Kemarahan bisa menjadi salah satu emosi yang paling sulit untuk diungkapkan karena apa yang Anda lakukan saat marah mungkin tidak dapat diterima secara sosial. Misalnya, membentak orang yang Anda cintai, memecahkan barang, atau meninju tembok. Sebaliknya, Anda dapat menggunakan beberapa teknik manajemen stres yang tepat seperti olahraga atau berteriak di atas bantal untuk mengatasi kemarahan.
  • Perhatikan bagaimana Anda mengekspresikan emosi kepada orang lain. Jika Anda berbicara dengan seseorang dan merasa kesal, maka Anda perlu mundur dan beristirahat.
  • 4. Pahami Bahwa Emosi Negatif dan Positif Itu Penting

    Memahami bahwa emosi negatif dan positif sebagai emosi yang sama-sama penting adalah cara mengelola emosi yang selanjutnya. Manusia suka mengekspresikan kegembiraan, kebahagiaan, dan cinta yang notabene adalah emosi positif.

    Namun tak begitu halnya dengan emosi-emosi negatif. Anda mungkin dibesarkan dengan gagasan bahwa menunjukkan kemarahan, rasa malu, atau frustrasi adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Hal tersebut lantas membuat Anda menyingkirkan perasaan ini.

    Memendam emosi tidak akan membuatnya hilang. Malah, kemungkinan besar emosi-emosi itu akan bertambah buruk. Emosi yang ditekan dapat berkontribusi pada kondisi kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi.

    Tahan godaan untuk menyembunyikan atau menahan emosi negatif Anda. Emosi negatif seperti kesedihan atau kemarahan sama pentingnya bagi kesehatan mental seperti halnya perasaan positif, sebab mereka memberi Anda informasi tentang apa yang penting bagi dan apa yang mungkin perlu diubah tentang diri atau lingkungan Anda.

    (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP