Berikut PTSD Symptoms beserta Penyebab dan Langkah Perawatannya, Patut Diketahui
Merdeka.com - Posttraumatic stress disorder atau yang biasa disingkat PTSD adalah gangguan kejiwaan yang terjadi pada orang yang pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis seperti bencana alam, kecelakaan serius, aksi teroris, perang/pertempuran, atau pemerkosaan atau yang diancam akan dibunuh, kekerasan seksual atau cedera serius.
PTSD dikenal dengan banyak nama di masa lalu, seperti "shell shock" selama tahun-tahun Perang Dunia I dan "kelelahan tempur" setelah Perang Dunia II. Tetapi, PTSD tidak hanya terjadi pada veteran perang saja.
PTSD dapat terjadi pada semua orang, dari etnis, kebangsaan atau budaya apa pun, dan pada usia berapapun. Wanita diketahui dua kali lebih mungkin mengalami PTSD dibandingkan pria. Penderita PTSD memiliki pikiran dan perasaan yang intens dan mengganggu terkait dengan pengalaman setelah peristiwa traumatis berakhir.
Penderita PTSD dapat menghidupkan kembali peristiwa traumatis yang mereka alami melalui kilas balik atau mimpi buruk; memunculkan rasa sedih, takut atau marah; dan perasaan terlepas atau terasing dari orang lain.
Penderita PTSD juga seringkali menghindari situasi atau orang yang mengingatkan mereka tentang peristiwa traumatis, dan memiliki reaksi negatif yang kuat terhadap sesuatu yang biasa seperti suara keras atau sentuhan yang tidak disengaja.
Berikut informasi selengkapnya mengenai PTSD symptoms atau gejala, beserta penyebab dan langkah penanganannya yang tepat, dilansir dari berbagai sumber.
PTSD Symptoms
Dilansir dari psychiatry.org, PTSD symptoms dapat dimulai dalam waktu satu bulan setelah peristiwa traumatis terjadi, tetapi terkadang symptomps atau gejala mungkin tidak muncul sampai bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut.
Gejala-gejala ini menyebabkan masalah yang signifikan dalam situasi sosial atau pekerjaan dan dalam hubungan emosional. PTSD symptoms juga dapat mengganggu kemampuan penderita untuk melakukan tugas normal sehari-hari.
PTSD symptoms umumnya dikelompokkan menjadi empat jenis yakni; ingatan yang mengganggu, penghindaran, perubahan negatif dalam pemikiran dan suasana hati, dan perubahan reaksi fisik dan emosional. Gejala dapat bervariasi dari waktu ke waktu atau bervariasi dari orang ke orang.
1. Ingatan atau kenangan yang mengganggu
Gejala ingatan yang mengganggu di antaranya:
2. Penghindaran
Gejala penghindaran di antaranya:
3. Perubahan negatif dalam pemikiran dan suasana hati
Gejala perubahan negatif dalam pemikiran dan suasana hati di antaranya:
4. Perubahan reaksi fisik dan emosional
Gejala perubahan reaksi fisik dan emosional (juga disebut gejala gairah) di antaranya:
Untuk anak-anak berusia 6 tahun ke bawah, PTSD symptoms yang berkembang mungkin juga termasuk:
PTSD symptoms dapat bervariasi dalam hal intensitas dari waktu ke waktu. Penderita mungkin memiliki lebih banyak gejala PTSD ketika stres secara umum, atau ketika menemukan pengingat tentang apa yang dialami.
Misalnya, mereka mungkin mendengar suara bumerang mobil dan menghidupkan kembali pengalaman pertempuran. Atau, mereka mungkin melihat laporan berita tentang penyerangan seksual dan merasa diliputi oleh ingatan tentang penyerangan atas dirinya sendiri.
Penyebab PTSD

©Pexels
Secara umum, penyebab PTSD adalah kejadian traumatis. Namun, situasi yang dianggap traumatis dapat bervariasi dari orang ke orang. Ada banyak kejadian berbahaya atau mengancam jiwa yang dapat menyebabkan seseorang mengembangkan PTSD, dilansir dari mind.org.uk. Sebagai contoh:
Beberapa faktor mungkin membuat Anda lebih rentan terkena PTSD, atau mungkin membuat masalah yang Anda alami lebih parah, termasuk:
Jika Anda mengalami trauma pada usia dini atau telah mengalami trauma jangka panjang atau multipel, Anda mungkin diberikan diagnosis PTSD kompleks.
Langkah Perawatan PTSD
Setelah selamat dari peristiwa traumatis, banyak orang yang lantas memiliki gejala mirip PTSD pada awalnya, seperti tidak dapat berhenti memikirkan apa yang terjadi. Ketakutan, kecemasan, kemarahan, depresi, rasa bersalah, di mana semuanya ini adalah reaksi umum terhadap trauma.
Namun, sebagian besar orang yang terpapar trauma tidak mengalami gangguan stres pasca-trauma jangka panjang. Mendapatkan bantuan dan dukungan tepat waktu dapat mencegah reaksi stres normal menjadi lebih buruk dan berkembang menjadi PTSD.
Dikutip dari laman Anxiety & Depression Association of America, perawatan utama untuk orang dengan PTSD adalah psikoterapi jangka pendek yang spesifik. Setiap orang berbeda-beda, jadi perawatan yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain.
Beberapa orang mungkin perlu mencoba perawatan yang berbeda untuk menemukan apa yang paling cocok untuk gejala mereka. Terlepas dari opsi mana yang dipilih, penting untuk mencari perawatan dari profesional kesehatan mental yang berpengalaman dengan PTSD.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya