Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa Arti Menghardik Anak Yatim, Berikut Selengkapnya

Apa Arti Menghardik Anak Yatim, Berikut Selengkapnya Anak Yatim Piatu ini Banting Tulang Jadi Pembantu buat Hidupi 2 Adik & Kakeknya. donasionline.id ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Islam merupakan agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya serta manusia dengan sesamanya. Hubungan-hubungan antar manusia memang banyak pula disebut di Alquran agar senantiasa manusia tidak serakah dan hidup berdampingan dengan damai dan saling tolong menolong.

Salah satu dari sekian banyak kandungan yang terdapat dalam Alquran adalah tentang kepedulian terhadap anak yatim. Kepedulian terhadap anak yatim merupakan suatu kewajiban baik dalam memperhatikan maupun dalam mengurus mereka secara layak dan patut.

Adapun ayat yang secara khusus pula menyebutkan seperti apa orang yang menghardik anak yatim. Lantas apa arti menghardik anak yatim sebenarnya yang dimaksud? Berikut merdeka.com rangkum penjelasannya di bawah.

Apa Arti Menghardik Anak Yatim

Apa arti menghardik anak yatim bisa ditemukan dalam Alquran surat Al-Ma’un ayat 1 sampai 3. Menurut para ahli tafsir, kata menghardik ditafsirkan dengan berlaku sewenang-wenang dan tidak memberikan hak-haknya.

Ayat ini turun berkenaan dengan sikap abu sufyan yang setiap minggu menyembelih seekor unta. Kemudian datang anak yatim meminta dagingnya. Abu Sufyan pun memukul anak yatim itu dengan tongkatnya.” Berikut lafalnya:

 surat al maun ayat 1 3

©2022 Merdeka.com

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” 1 (Q.S al-Ma‟un: 1-3)

Dari ayat tersebut diketahui bahwa apa arti menghardik anak yatim adalah menghalanginya dengan keras dari upaya mendapatkan hak-haknya. Kata menghardik sendiri adalah kata yang mengandung semua makna yang berkaitan dengan menjauhkan, mengabaikan, kasar, keras, dan seluruh bentuk kezhaliman yang lain yang dialami oleh anak yatim.

Menurut Muhammad Abduh bahwasanya “yadu‟u al-yatim”, menghardik anak yatim yaitu mengusir anak yatim atau mengeluarkan ucapan-ucapan keras ketika ia datang kepadanya meminta sesuatu yang diperlukan semata-mata karena meremehkan kondisinya yang lemah dan tiadanya orangtua yang mampu membelanya dan memenuhi keperluannya seperti yang dikutip dari Tafsir Al-Qur‟an Al-Karim juz Amma (1998).

Adapun ayat dalam Alquran yang menyebut tentang bagaimana harusnya anak yatim mendapatkan perhatian dan kepedulian yang serius. Berikut bunyinya:

Artinya:

Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS. Al-Baqarah :220).

Dalam ayat tersebut, merawat dan mendidik anak yatim merupakan suatu hal yang sangat dianjurkan dan disukai oleh Allah SWT. Allah menjadikan anak yatim sebagai umat yang istimewa sehingga dalam merawat dan mendidik anak yatim dilarang untuk sewenang-wenang dengan menghardik dan berlaku kasar.

Keutamaan Surat Al-Maun

Sebenarnya jika dilihat melalui pembahasan di atas, bisa disimpulkan jika surat Al-Ma’un tidak hanya sebagai sebuah peringatan bagi umat muslim untuk bersikap baik pada anak yatim.

Akan tetapi, surat Al-Ma’un juga memberi penegasan mengenai gambaran beberapa hal, seperti orang-orang yang tidak mau bayar zakat, tidak mau membantu fakir miskin, serta orang-orang yang memiliki jumlah harta melimpah akan tetapi sama sekali tidak memiliki kepedulian dengan lingkungan sekitarnya.

Jika dikaitkan dengan hal tersebut, menurut hadist riwayat Thabrani dikatakan, Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan dengan bunyi:

“Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang bermalam dalam keadaan kenyang, padahal tetangganya yang di sampingnya dalam keadaan lapar sedangkan ia mengetahuinya.”

Maka dari itu, semoga dengan pembahasan mengenai kandungan serta arti surat Al-Ma’un di atas, bisa semakin menambah ilmu serta kepekaan untuk menolong sesama manusia.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP