3 Fakta di Balik Aksi Penyetokan Masker oleh Pemkot Surabaya

Kamis, 5 Maret 2020 14:42 Reporter : Rizka Nur Laily M, Alieza Nurulita Dewi
3 Fakta di Balik Aksi Penyetokan Masker oleh Pemkot Surabaya ilustrasi Penangkapan Penimbun Masker di Semarang. ©2020 Liputan6.com/Gholib

Merdeka.com - Belum lama ini beredar kabar mengenai langkah Pemerintah Kota (Pemprov) Surabaya untuk mengantisipasi Corona dengan menimbun masker. Kabar penimbunan masker juga telah diakui olehWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Sebetulnya ada, saya sudah punya (masker). Kita nimbun sejak awal. Begitu ada kejadian di Wuhan, saya stok. Dinas Kesehatan sudah punya," tutur Risma, Selasa (2/2) seperti dikutip dari Merdeka.com.

Aksi Pemkot Surabaya yang menimbun masker menuai banyak tanggapan. Tak hanya pujian, salah satuakun instagram @infojatimmenilai tindakan penimbunan masker adalah tindakkan yang kurang bijak.

Akun instagram @infojatim (3/3) mengunggah tangkapan layar sebuah berita. Judul dari berita yang diunggah adalah "Risma Ternyata Sudah Timbun Masker untuk Warga Surabaya". Sementara keterangan yang menyertai unggahan tersebut mengungkapkan rasa kekecewaannya.

"Sementara itu...dada Mimin Jatimin kok tiba-tiba sesak setelah baca berita ini." tulis adminakun instagram @infojatim dalam postingannya.

Beberapa pengikut akun instagram@infojatim juga memberikan tanggapan terkait aksi penimbunan masker oleh Pemkot Surabaya. Salah satu akun @alk.mody menyatakan bahwa hal tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkot Surabaya terhadap rakyatnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 3 fakta dibalik aksi Pemkot Surabaya yang menimbun masker untuk antisipasi Corona.

1 dari 3 halaman

10 Boks Masker untuk Setiap Kelurahan di Surabaya

murid tk cuci tangan antisipasi virus corona

2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Pada Kamis (5/3), Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mendistribusikan sekitar 9.892 boks masker ke seluruh puskesmas di Surabaya. Masker yang setiap boksnya berisi 50 lembar itu dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona.

Dikutip dari Antaranews, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan bahwa setiap kelurahan mendapat jatah masker 10 boks. Febria menjelaskan bahwasanya langkah yang diambil Pemkot sudah sesuai dengan Permenkes 74 tahun 2017 tentang standar pelayanan kefarmasian.

Menurut Permenkes, proses perencanaan kebutuhan obat per tahun dilakukan berjenjang, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) diminta menyediakan data pemakaian obat

Selanjutnya, instalasi farmasi kabupaten/kota melakukan kompilasi dan menganalisis kebutuhan obat di wilayahnya. Termasuk menyesuaikan anggaran yang ada, serta memperhitungkan waktu kekosongan obat, memastikan kesediaan stok atau buffer stock, dan menghindari stok berlebih.

2 dari 3 halaman

Pemkot Surabaya Bagikan Masker Sejak Januari 2020

luncurkan gerakan jaga bhumi

Liputan6.com/Immanuel Antonius

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan bahwa sejak Januari 2020 pemkot Surabaya sudah membagikan masker gratis kepada masyarakat. Tepatnya ketika ada ramalan bahwa aka nada gunung meletus sesuai prediksi BMKG.

Selain masker, untuk antisipasi bencana gunung meletus, Risma juga memerintahkan Dinkes Surabaya menyediakan baju khusus yang ia sebut mirip dengan baju astronot.

Hal serupa juga dilakukan Pemkot Surabaya ketika Gunung Kelud meletus. Persediaan masker dan baju khusus yang sebelumnya ada di Dinkes Surabaya dibagi-bagikan ke seluruh masyarakat Kota Surabaya.

3 dari 3 halaman

Masker Telah Didistribusikan

masker kesehatan

2020 Merdeka.com/klikdokter.com

Terkait dengan pembagian masker ke masing-masing kelurahan di Surabaya, Risma menyatakan bahwa tindakan itu diambil guna mempercepat gerak distribusi apabila ada masyarakat yang membutuhkan. Risma juga menegaskan bahwa posisi masker-masker itu kini tidak lagi ada di Dinkes Surabaya, tetapi ada di kelurahan-kelurahan di seluruh Kota Surabaya.

Masker yang disediakan Pemkot Surabaya melalui Dinkes untuk mengantisipasi penyebaran corona. Masker-masker itu dibagikan gratis ke masyarakat Surabaya. [rka]

Baca juga:
Penjelasan Risma Soal Stok Masker yang Ada di Seluruh Kelurahan
Klarifikasi Tri Rismaharini Terkait Penyetokan Masker di Surabaya
Cegah Penularan Corona, Warga Surabaya Diminta Jalani Pola Hidup Sehat & Berdoa
Wali Kota Risma Terima Gelar Kanjeng Mas Ayu dari Keraton Surakarta
Bertemu Risma, Gibran Belajar Tentang Pemberdayaan UMKM Anak Muda
Gibran dan Risma Makan Siang Bareng di Pecel Solo

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini