Kapan Corona Berakhir? Ini Prediksi Jubir Covid-19 Achmad Yurianto

Kamis, 19 Maret 2020 12:21 Reporter : Miftahul Arifin
Kapan Corona Berakhir? Ini Prediksi Jubir Covid-19 Achmad Yurianto YouTube Deddy Corbuzier ©2020 Merdeka.com /Instagram bogdanvlase

Merdeka.com - Merebaknya virus Corona di berbagai belahan dunia telah menjadi perhatian banyak pihak. Banyak kepanikan dan kekhawatiran yang ditimbulkan.

Sejumlah negara seperti Italia, Denmark, Korea, Hongkong dan lainnya sudah melakukan lockdown. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona di kalangan masyarakat.

Di Indonesia, jumlah pasien positif Covid-19 mulai meningkat. Namun hingga saat ini, pemerintah belum mengambil keputusan lockdown (karantina wilayah) terkait merebaknya Corona.

Melalui video yang diunggah di Youtube Deddy Corbuzier, juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto berbicara banyak mengenai Corona di Indonesia. Ia juga menjelaskan alasan Indonesia tidak melakukan lockdown seperti negara lain hingga prediksi kapan Corona berakhir.

1 dari 4 halaman

Kapan Indonesia melakukan lockdown?

deddy corbuzier

2020 Merdeka.com /YouTube Deddy Corbuzier

Dalam video tersebut, Deddy Corbuzier menanyakan banyak hal terkait Corona yang kini sedang jadi perhatian publik. Achmad Yurianto sempat berdiskusi dengan Deddy mengenai bagaimana penanganan Corona di Indonesia, termasuk pilihan melakukan lockdown.

"Dalam kondisi apa Indonesia harus lockdown?" tanya Deddy kepada jubir Corona,Achmad Yurianto.

"Pada saat pengendalian penularan ini tidak mampu kita kendalikan." jawab Achmad Yurianto.

2 dari 4 halaman

Lockdown berdampak lebih besar.

deddy corbuzier

2020 Merdeka.com /YouTube Deddy Corbuzier

Sebagai jubir Corona, Achmad Yurianto juga memberikan gambaran jika Indonesia melakukan lockdown. Menurutnya, akan banyak dampak buruk yang muncul setelah mengambil langkah tersebut.

"Karena kita tau kalo dampak sangat luar biasa dan ini (dampak lockdown) tidak pulih dalam sehari, setahun, dua tahun, ini akanpanjang. Dampak ekonomi itu besar, tapi dampak kesehatan lebih mahal dari ekonomi." jelasnya sebagai juru bicara penanganan kasus Covid-19.

Pemerintah berpendapat bahwa hal terpenting dalam pencegahan penyebaran virus corona saat ini adalah mengurangi mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak berkumpul atau mendatangi kerumunan untuk saat ini.

3 dari 4 halaman

Selama 90 hari Corona akan selesai.

deddy corbuzier

2020 Merdeka.com /YouTube Deddy Corbuzier

Dalam podcastnya, Deddy juga menanyakan sampai kapan perkiraan penanganan virus corona di Indonesia akan berakhir.

"Kita sudah bersepakat kalo kita tidak melakukan apa-apa ini akan berdampak sekian lama, tapi kalo melakukan alternatif A akan sekian lama, arternatif B akan sekian lama, kita sedang membuat alternatif terbaik yang mampu kita laksanakan dan kita memberi bentang waktunya itu di sembilan puluh hari, tiga bulan artinya jika ini kita lakukan secara keras maka tiga bulan selesai." jawab Achmad Yurianto.

4 dari 4 halaman

Perlu kerjasama untuk melawan Corona.

deddy corbuzier

2020 Merdeka.com /YouTube Deddy Corbuzier

Namun menurutAchmad Yurianto, penanganan corona tidak dapat selesai dalam 90 hari jika tidak ada kerjasama masyarakat. Dampak penanganan akan lebih lama jika masyarakat tidak saling bahu-membahu mengantisipasi covid-19.

"Kalo kita bekerja, berupaya yang paling keras tiga bulan sudah selesai, tapi kalau kita tidak melakukan apa-apa, bisa lebih dari itu. Kalo kita tidak berusaha keras mencari sumber penyakit yang positif, tidak bekerja keras melibatkan semua kapasitas yang ada ya kita bisa lebih dari sembilan puluh hari." ungkap Achmad Yurianto.

[mif]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini