Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Efek Samping Diet Keto yang Perlu Diwaspadai, Pelajari Sebelum Mempraktikkannya

7 Efek Samping Diet Keto yang Perlu Diwaspadai, Pelajari Sebelum Mempraktikkannya Ilustrasi diet keto. myprotein.com

Merdeka.com - Diet ketogenikatau yang biasa dikenal dengan sebutan diet keto adalah model diet yang populer belakangan ini. Pola diet keto menjadi sorotan lantaran diikuti oleh beberapa publik figur terkenal dari seluruh mancanegara.

Pada praktiknya, diet keto secara ketat membatasi asupan karbohidrat sambil meningkatkan jumlah lemak.Tujuannya adalah untuk mendorong tubuh membakar lemak untuk energi, bukan karbohidrat.

Perubahan metabolisme ini menempatkan tubuh dalam keadaan ketosis. Ketosis terjadi ketika tubuh mulai memecah lemak karena kurangnya gula darah yang beredar di tubuh. Tubuh mengubah lemak menjadi keton, yang menyediakan energi.

Dibutuhkan sekitar 2-4 hari bagi seseorang untuk mencapai keadaan ketosis setelah memulai diet. Kebanyakan orang melakukan diet keto karena ingin menurunkan berat badan. Namun, beberapa orang lain menggunakannya untuk membantu mengelola kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes.

Namun, diet keto juga memiliki efek samping. Efek samping jangka pendek yang umum dari diet keto adalah flu keto, yang mencakup gejala seperti kelelahan, mual, dan sakit kepala. Selain itu, masih terdapat beberapa efek samping diet keto lainnya yang perlu Anda perhatikan dan waspadai, karena tak baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

Melansir dari laman health.com dan medicalnewstoday.com, ini dia beberapa efek samping diet keto yang menarik untuk Anda ketahui.

Flu Keto

Efek samping diet keto yang pertama adalah flu keto. Saat sedang memasuki masa ketosis, banyak orang yang melakukan diet keto akan mengalami apa yang disebut sebagai flu keto, seperti yang dilaporkan oleh Kristen Kizer, RD, ahli gizi di Houston Methodist Medical Center dalam health.com.

Flu keto menyebabkan muntah, gangguan pencernaan, kelelahan, dan kelesuan. Namun, flu keto biasanya akan sembuh setelah beberapa hari. Diperkirakan bahwa sekitar 25% orang yang mencoba diet keto mengalami gejala ini.

Kondisi ini terjadi karena tubuh kehabisan gula untuk membakar energi, dan harus mulai menggunakan lemak. Transisi ini dapat membuat tubuh merasa lelah selama beberapa hari.

Anda dapat meminimalkan efek keto flu dengan minum banyak air dan banyak tidur. Terdapat juga rekomendasi untuk mengonsumsi sumber energi alami untuk melawan kelelahan seperti teh hijau matcha, kopi organik, atau herbal adaptogenik.

Diare

Efek samping diet keto yang kedua adalah diare. Diare adalah efek samping umum yang akan menyerang saat Anda menjalani diet ini. Kondisi ini terjadi karena kantong empedu, sebuah organ yang memproduksi empedu untuk membantu memecah lemak dalam makanan merasa “kewalahan”.

Diare juga bisa disebabkan oleh kurangnya serat dalam diet keto, yang dapat terjadi ketika seseorang mengurangi karbohidrat (seperti roti gandum dan pasta) dan tidak melengkapi dengan makanan kaya serat lainnya, seperti sayuran.

Diare juga dapat disebabkan oleh intoleransi terhadap produk susu atau pemanis buatan, hal-hal yang mungkin akan lebih banyak Anda konsumsi saat beralih ke gaya hidup tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini.

Kurangi Performa Atletik

Efek samping diet keti yang ketiga adalah dapat mengurangi performa atletik tubuh Anda. Dalam sebuah studi baru-baru ini di Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, ditemukan bahwa peserta yang bersepeda dan berlari dengan intensitas tinggi mengalami penurunan performa setelah empat hari menjalani diet ketogenik, dibandingkan dengan peserta lain yang menghabiskan empat hari untuk olahraga dan diet tinggi karbohidrat.

Hal ini karena tubuh berada dalam keadaan yang lebih asam ketika berada dalam ketosis, yang dapat membatasi kemampuannya untuk tampil secara optimal.

Ketoasidosis

Efek samping diet keto yang keempat adalah ketoasidosis. Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2, maka Anda tidak boleh mengikuti diet keto kecuali telah memiliki izin dokter dan pengawasan ketat.

Ketosis sebenarnya dapat membantu orang yang memiliki masalah hiperglikemia, tetapi Anda harus sangat memperhatikan gula darah dan memeriksa kadar glukosa beberapa kali sehari.

Pasalnya, bagi penderita diabetes, ketosis bisa memicu kondisi berbahaya yang disebut ketoasidosis. Ini terjadi ketika tubuh menyimpan terlalu banyak keton atau asam yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pembakaran lemak dan darah menjadi terlalu asam, yang dapat merusak hati, ginjal, dan otak. Jika tidak diobati, hal ini bisa berakibat fatal.

Ketoasidosis juga telah dilaporkan pada orang tanpa diabetes yang mengikuti diet rendah karbohidrat, meskipun komplikasi ini cukup jarang terjadi. Gejala ketoasidosis termasuk mulut kering, sering buang air kecil, mual, bau mulut, dan kesulitan bernapas; Jika Anda mengalaminya saat sedang menjalani diet keto, segera periksakan diri ke dokter.

Berat Badan Kembali

Efek samping diet keto yang kelima adalah kembalinya berat badan. Karena diet keto sangat ketat, para ahli kesehatan mengatakan pola diet ini bukan rencana yang tepat untuk diikuti dalam jangka panjang. Diet keto paling baik dilakukan selama 30 hingga 90 hari, diikuti dengan rencana diet yang lebih berkelanjutan.

Tetapi masalahnya adalah, kebanyakan orang akan mendapatkan kembali banyak berat yang hilang segera setelah mereka berhenti melakukan diet keto dan mengonsumsi kembali karbohidrat. Meski ini adalah masalah utama dari diet mode apa saja, tetapi hal ini lebih umum dan besar kemungkinan terjadi pada diet ketosis.

Jenis fluktuasi berat badan bolak-balik ini dapat berkontribusi pada gangguan makan, atau dapat memperburuk hubungan yang sudah tidak sehat dengan makanan.

Massa Otot Berkurang dan Metabolisme Menurun

Efek samping diet keto yang berikutnya adalah berkurangnya massa otot serta turunnya metabolisme. Konsekuensi lain dari perubahan berat badan terkait keto adalah hilangnya massa otot, terutama jika Anda mengonsumsi lebih banyak lemak daripada protein.

Berat badan Anda mungkin kelihatan turun saat melakukan diet keto, namun sebenarnya sebagian besar yang hilang adalah massa otot. Karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, hal ini akan memengaruhi proses metabolisme.

Peningkatan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes

Efek samping diet keto yang terakhir adalah peningkatan risiko penyakit jantung serta diabetes. Jika dilakukan dengan benar, diet keto mencakup banyak sayuran dan sumber protein hewani tanpa lemak. Karena itulah banyak ahli kesehatan yang mengkhawatirkan orang-orang yang menjalani diet ketogenik, terutama mereka yang mencobanya tanpa bimbingan dokter atau ahli gizi.

Dokter mengatakan bahwa diet tinggi lemak seperti ini dapat meningkatkan kadar kolesterol, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa ini juga meningkatkan risiko diabetes.

Sebuah studi pada 25.000 orang yang dipresentasikan di European Society of Cardiology Congress di Munich menunjukkan bahwa orang-orang dengan diet rendah karbohidrat memiliki risiko kematian tertinggi akibat kanker, kondisi kardiovaskular, dan semua penyebab lainnya.

Studi lain, yang diterbitkan di Lancet juga menemukan bahwa orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat dan tinggi protein hewani (khas diet keto) memiliki risiko kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedang.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP