6 Ciri-Ciri Syair dalam Bahasa Indonesia, Menambah Pengetahuan
Merdeka.com - Apabila menengok sejarahnya, karya sastra yang telah berkembang di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua periode yaitu periode sastra Indonesia lama dan periode sastra Indonesia baru. Sastra Indonesia lama tumbuh dan berkembang sebelum masuknya pengaruh Barat ke Indonesia.
Adapun berbagai bentuk karya sastraIndonesia lama di antaranya adalah prosa lama dan puisi lama. Sebaliknya, sastra Indonesia baru tumbuh dan berkembang setelah masuknya pengaruh Barat ke Indonesia. Bentuk-bentuk karya sastra Indonesia baru di antaranya adalah prosa baru dan puisi baru.
Perlu Anda ketahui bahwa salah satu karya sastra indonesia lama adalah syair. Syair ini merupakan salah satu dari jenis puisi lama yang asalnya dari Persia atau Arab yang telah masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Islam ke Indonesia.
Secara istilah, kata atau istilah syair sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu Syi’ir atau Syu’ur yang berarti “perasaan yang menyadari”. Dalam perkembangannya, kata Syu’ur menjadi Syi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum. Biasanya, syair diungkapkan secara bersambung dan membentuk suatu cerita yang panjang.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, syair diartikan sebagai puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama. Untuk mengetahui lebih dalam tentang syair, berikut ini kami telah rangkum 6 ciri-ciri syair dalam sastra Indonesia:
1. Terdiri dari 4 Baris
Dilansir dari laman Dosen Bahasa, ciri-ciri syair dalam bahasa Indonesia yang pertama adalah terdiri dari 4 baris atau 4 larik. Contohnya adalah syair karya St. Takdir Alisjahbana:
Penggalan syair di atas menunjukkan jumlah baris dalam syair yaitu sebanyak empat baris.
2. Jumlah Kata per Baris Sebanyak 4-6 Perkataan

©Pixabay/jassy_holzi
Ciri-ciri syair dalam bahasa Indonesia yang berikutnya adalah biasanya jumlah kata per barisnya sebanyak 4-6 perkataan. Contohnya adalah sebagai berikut :
Berhentilah/ kisah/ raja/ Hindustan (baris 1)Tersebutlah/ pula/ suatu/ perkataan (baris 2)Abdul/ Hamid/ Syah/ paduka/ Sultan (baris 3)Duduklah/ baginda/ bersuka-/sukaan (baris 4)
3. Setiap Baris Terdiri Atas 8-12 Suku Kata
Ciri-ciri syair dalam bahasa Indonesia yang mudah dikenali berikutnya adalah dalam setiap barisnya terdapat 8-12 suku kata. Contohnya adalah sebagai berikut :
Ber-hen-ti-lah/ ki-sah/ ra-ja/ Hin-dus-tan (baris 1)Ter-se-but-lah/ pu-la/ su-atu/ per-ka-ta-an (baris 2)Ab-dul/ Ha-mid/ Syah/ pa-du-ka/ Sul-tan (baris 3)Du-duk-lah/ ba-gin-da/ ber-su-ka-/su-ka-an (baris 4)Jumlah suku kata dari penggalan syair di atas ditunjukkan dengan tanda hubung.
4. Tidak Memiliki Sampiran

©Pixabay
Ciri-ciri syair dalam bahasa Indonesia yang berikutnya adalah syair tidak memiliki sampiran sebagaimana pantun ataupun karya sastra yang lainnya. Dalam artian, bahwa semua larik dalam syair biasanya merupakan isi yang tidak selesai hanya dengan satu bait karena syair digunakan untuk menyampaikan suatu cerita:
Berhentilah kisah raja HindustanTersebutlah pula suatu perkataanAbdul Hamid Syah paduka SultanDuduklah baginda bersuka-sukaan
Abdul Muluk putra bagindaBesarlah sudah bangsawan mudaCantik menjelis usulnya syahdaTiga belas tahun umurnya ada
Parasnya elok amat sempurnaPetah menjelis bijak laksanaMemberi hati bimbang gulanaKasih kepadanya mulia dan hina
Akan Rahmah puteri bangsawanParasnya elok sukar dilawanSedap manis barang kelakuanSepuluh tahun umurnya tuan
Dalam syair diatas dapat dikatakan bahwa syair tersebut tidak menunjukkan adanya sampiran melainkan keseluruhannya merupakan isi. Syair tersebut menggambarkan atau menceritakan tentang putra Sultan bernama Abdul Muluk yang berusia tiga belas tahun menaruh hati pada Rahmah seorang puteri bangsawan yang berusia sepuluh tahun.
5. Berima Akhir a-a-a-a
Ciri-ciri syair yang umum dikenali pada umumnya akan berakhir dengan rima atau pola a-a-a-a. Contohnya adalah sebagai berikut:
Berhentilah kisah raja Hindustan …..(a)Tersebutlah pula suatu perkataan …..(a)Abdul Hamid Syah paduka Sultan ….. (a)Duduklah baginda bersuka-sukaan ….. (a)
Penggalan syair di atas merupakan contoh syair berima a-a-a-a yang ditandai dengan cetak tebal.
6. Isinya Berupa Cerita
Ciri-ciri syair dalam bahasa Indonesia dapat mudah kita kenal karena kebanyakan syair isinya merupakan sebuah cerita atau kisah yang mengandung unsur mitos, sejarah, agama/filsafat, ataupun rekaan belaka.
Contohnya yang dapat kita kenal adalah yair Singapura Dimakan Api (sejarah), Syair Perahu (berisi ajaran agama), Syair Bidadari (rekaan), Syair Ken Tambuhan (rekaan), dan lain sebagainya.
Sebagai sebuah karya sastra, sebenarnya syair dapat dikelompokkan dengan mudah yang dikategorikan dari jenisnya. Berikut rinciannya :
· Syair panji adalah syair yang isinya menceritakan tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi di dalam sebuah kerajaan.· Syair agama adalah syair yang isinya menceritakan atau mengandung nilai-niali atau ajaran agama.· Syair kiasan adalah syair yang isinya menceritakan atau mengandung kata-kata kiasan. Tujuan digunakannya kata kiasan dalam syair adalah untuk mengkritisi suatu kejadian atau peristiwa.· Syair sejarah adalah syair yang isinya menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang telah menjadi sejarah.· Syair romatis adalah syair yang isinya menceritakan tentang kisah-kisah percintaan.
(mdk/raf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya