Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Penderita Diabetes, Cegah Sedini Mungkin

5 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Penderita Diabetes, Cegah Sedini Mungkin Ilustrasi diabetes. Shutterstock/Piotr Adamowicz

Merdeka.com - Diabetes atau penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah di atas rata-rata atau batas normal ini memang dapat menyerang setiap bagian tubuh, termasuk juga kulit.Dilansir dari American Diabetes Association, jenis penyakit kulit kerap kali menjadi tanda kasat mata pada penderita diabetes.

Pada kasus diabetes tipe 2, kondisi penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya bisa semakin parah dan tak jarang menimbulkan penyakit kulit baru. Penyakit kulit pada diabetes khususnya pada diabetes tipe 2 berhubungan dengan sirkulasi darah yang buruk sehingga aliran darah ke kulit akan semakin berkurang.

Selain itu, diabetes juga dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Kemampuan sel darah putih untuk memerangi infeksi juga menjadi berkurang akibat kadar gula darah yang tinggi.

Dilansir dari CNN, berikut ini kami telah rangkum 5 jenis penyakit kulit yang sering menyerang penderita diabetes.

1. Vitiligo

ilustrasi vitiligo

ilustrasi vitiligo ©Thinkstock photos/ Getty Images

Jenis penyakit kulit yang sering menyerang penderita diabetes yang pertama adalah vitiligo. Vitiligo kerap dikaitkan dengan diabetes tipe 1 daripada diabetes tipe 2.

Penyakit kulit pada diabetes ini mengakibatkan perubahan warna kulit. Sel-sel khusus yang memproduksi pigmen hancur dan menghasilkan bercak putih yang tersebar di sekitar mulut, lubang hidung dan mata.

Saat ini pengobatan vitiligo menggunakan steroid topikal dan mikropigmentasi atau tato. Pemilik vitiligo pun disarankan untuk selalu menggunakan tabir surya agar kulit yang berubah warna tidak terbakar sinar matahari.

2. Acantosis Nigricans

Jenis penyakit kulit pada penderita diabetes berikutnya adalah acantosis nigricans yang berhubungan dengan resistensi insulin. Penyakit ini juga kerap jadi tanda awal diabetes.

Acanthosis nigricans mengakibatkan penggelapan pada area kulit tertentu terutama area lipatan. Kulit perlahan berwarna coklat lalu jadi coklat gelap dan seperti sedikit terangkat.

Paling sering timbul seperti kutil kecil di samping atau belakang leher, ketiak, di bawah payudara dan selangkangan. Acanthosis nigricans biasanya timbul pada mereka yang memiliki berat badan berlebihan.

3. Aterosklerosis

10 gejala diabetes yang sering diabaikan

pixabay.com ©2020 Merdeka.com

Jenis penyakit kulit pada penderita diabetes berikutnya adalah aterosklerosis yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang memburuk. Penyakit kulit pada diabetes ini timbul akibat penyempitan pembuluh darah karena penumpukan plak sehingga dinding pembuluh darah menebal.

Saat pasokan darah ke kulit berkurang, kulit akan kekurangan oksigen sehingga timbul masalah seperti rambut rontok, kulit menipis dan berkilau terutama pada tulang kering, kuku kaki menebal dan berubah warna juga kulit jadi dingin.

Anda juga akan mendapati luka pada kulit proses penyembuhannya lebih lama karena saat pasokan darah berkurang, demikian pula dengan sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi.

4. Dermopati Diabetes

Perubahan sirkulasi darah pada penderita diabetes juga seringkali menimbulkan jenis penyakit kulit seperti dermopati diabetes. Pada kulit akan timbul lesi bulat atau oval mengkilap pada kulit tipis di tulang kering atau tungkai bawah.

Bercak tidak menimbulkan rasa sakit, jarang pula terasa gatal atau ada sensasi terbakar. Umumnya dermopati diabetes tidak memerlukan perawatan medis.

5. Necrobiosis Lipoidica Diabeticorum (NLD)

Necrobiosis lipoidica diabeticorum (NLD) lebih jarang daripada dermopati diabetes. NLD timbul karena ada perubahan kolagen dan lemak di bawah kulit. Melansir dari Healtline, pada kulit akan timbul bercak cokelat muda, oval dan melingkar.

Seiring waktu, bercak akan tampak berkilau dengan garis tepi berwarna merah atau ungu disertai rasa gatal dan nyeri. Selama bercak tidak luka atau terbuka, tidak diperlukan pengobatan. Bercak biasanya timbul pada kaki.

(mdk/raf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP