5 Bahan Pangan yang Hanya Ada di Daerah Etnis Tengger, Daun Ranti hingga Lounghsiem
Merdeka.com - Pakar kuliner William Wongso memiliki ungkapan yang sangat khas terkait makanan, “tidak ada yang bernama makanan Indonesia, yang ada hanyalah masakan atau makanan daerah”. Ungkapan itu bukan tanpa dasar.
Jika telaah lebih dalam, tidak ada makanan yang menjadi simbol kuliner Indonesia. Pasalnya, perbedaan antara makanan di satu daerah dengan daerah lain begitu jauh. Namun, keberagaman itulah yang justru menjadi kekuatan khazanah kuliner Indonesia.
Salah satu khazanah kuliner Indonesia adalah kuliner lokal masyarakat etnis Tengger di Jawa Timur. Beberapa kuliner lokal Suku Tengger berupa makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, kondimen, jajanan, dan minuman dapat ditemukan di Desa Ngadas dan Gubugklakah (Malang), Desa Argosari dan Ranupani (Lumajang), Desa Ngadisari dan Wonokerto (Probolinggo), serta Desa Tosari dan Wonokitri (Pasuruan).
Makanan Pokok
Makanan pokok masyarakat etnis Tengger yang terkenal adalah Nasi Aron, Gerit, Gerit Kering dan Ampok. Semua jenis makanan tersebut sebenarnya dihasillkan dari rangkaian proses membuat nasi aron.
Nasi Aron biasanya berbentuk balok atau gumpalan padat terbuat dari jagung yang dapat diiris untuk dinikmati bersama sayur semen yang terbuat dari semian tanaman kubis setelah dipanen, ikan asin, atau kulupan lain.
Sedangkan, Gerit adalah istilah untuk nasi aron yang sudah diratakan alias dipesar. Gerit biasanya dijual dalam bentuk kering dan dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama.
Kemudian, Ampok atau biasa juga disebut Empok ialah Gerit kering yang dibasahi dengan air panas kemudian dikukus. Ampok adalah nasi jagung halus.
Masyarakat etnis Tengger tidak selalu membuat Nasi Aron sendiri. Ada kalanya juga menerima pasokan dari daerah lain seperti Desa Duwet Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang yang memproduksi beragam produk turunan Nasi Aron untuk diperjualbelikan.
Selain Nasi Aron, masyarakat etnis Tengger juga mengonsumsi nasi beras, yang kadang-kadang dicampur dengan Ampok. Saat musim paceklik, sebagian masyarakat etnis Tengger mengonsumsi imbu-umbian sebagai makanan pokok, salah satunya dengan mengolah ganyong menjadi nasi.
Sayur yang Hanya Ada di Kawasan Etnis Tengger

©2021 Merdeka.com/Bola.com
Sementara itu, hidangan sayur masyarakat etnis Tengger didominasi oleh aneka tanaman di lingkungan sekitar mereka. Salah satu sayur yang cukup populer adalah sayur semen dengan berbagai variasinya, mulai dari kulup semen, sayur bening, hingga digunakan untuk campuran sayur jawa.
Selain itu, kawasan tempat tinggal etnis Tengger di daerah dataran tinggi juga membuat mereka menghasilkan banyak kentang, kubis, labu siam, dan buncis.
Bahkan, dikutip dari artikel berjudul Kuliner etnis Tengger dalam Menu Sehari-hari dan Ritual Adat di buku Inovasi Belajar Responsif Budaya Lokal (Universitas Negeri Malang, 2017), terdapat beberapa jenis sayur daun yang hanya ada di kawasan tempat tinggal etnis Tengger dan tidak ditemukan di daerah lain.
Menariknya, sayur daun ranti, daun ketirem, daun lobak, daun bekuka, dan daun lounghsiem menjadi hidangan sehari-hari etnis Tengger. Selain sayur daun, jamur khas Tengger yang biasa dibuat hidangan adalah jamur grigit dan jamur pasang.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya