4 Penyebab Sperma Encer dan Cara Mengatasinya, Patut Diwaspadai
Merdeka.com - Sperma adalah cairan yang dikeluarkan melalui uretra pria saat ejakulasi. Sperma adalah cairan kental berwarna keputihan. Namun, beberapa kondisi kesehatan dapat mengubah warna dan konsistensi sperma seperti faktor gaya hidup, dan kekurangan nutrisi.
Kondisi sperma yang encer bisa menjadi tanda jumlah sperma rendah, yang menunjukkan adanya kemungkinan masalah kesuburan. Sperma yang bening dan encer mungkin juga merupakan kondisi sementara tanpa masalah kesehatan yang serius.
Sperma yang encer adalah masalah kesehatan yang seringkali ditakuti para pria. Karena, kondisi ini seringkali menimbulkan keresahan dan pertanyaan seputar kesuburan. Terdapat beberapa kemungkinan penyebab sperma encer.
Kebanyakan penyebab tersebut bisa diobati atau dicegah. Untuk itu, jika Anda memiliki masalah dengan kondisi sperma encer, Anda sebaiknya membaca artikel ini hingga tuntas. Mengutip dari Healthline dan Medical News Today, berikut beberapa penyebab sperma encer yang patut Anda waspadai.
1. Jumlah Sperma Rendah
Penyebab sperma encer yang pertama karena jumlah sperma yang rendah. World Health Organization (WHO) mendefinisikan jumlah sperma rendah atau yang juga disebut oligospermia, sebagai produksi kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani.
Jumlah sperma yang rendah dapat mempersulit terjadinya kehamilan, tetapi hal ini tidak selalu berarti bahwa Anda tidak subur. Tidak ada penyebab yang jelas dari kondisi jumlah sperma yang rendah. Namun, beberapa kondisi genetik, seperti sindrom Klinefelter, dapat memengaruhi jumlah sperma seseorang.
Beberapa penyebab oligospermia antara lain adalah:
Penyebab potensial lain dari jumlah sperma yang rendah meliputi:
2. Terlalu Sering Ejakulasi
Penyebab sperma encer yang kedua karena terlalu sering ejakulasi. Terlalu sering ejakulasi dapat menyebabkan air mani encer. Jika seseorang bermasturbasi atau melakukan aktivitas seksual beberapa kali sehari, tubuhnya mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk menghasilkan air mani dengan volume atau kualitas yang sama.
Dalam sebuah studi tahun 2016, 20 pria mengikuti jadwal ejakulasi harian selama 14 hari setelah 3–5 hari pantang melakukannya. Para peneliti mengumpulkan dan menganalisis sampel air mani partisipan pada hari ke-1,3 dan 14 penelitian. Mereka menemukan bahwa volume air mani dan jumlah sperma yang tersedia menurun antara hari ke-1 dan ke-3 dan kembali antara hari ke-7 dan ke-14.
3. Ejakulasi Retrograde
Penyebab sperma encer yang ketiga karena ejakulasi retrograde. Saat ejakulasi, air mani melewati uretra dan keluar dari penis. Namun, sfingter kandung kemih yang tidak berfungsi dapat menyebabkan air mani berjalan mundur ke dalam kandung kemih, mengakibatkan kondisi yang disebut ejakulasi retrograde. Pria yang mengalami ejakulasi retrograde mungkin menghasilkan lebih sedikit sperma atau sperma yang tampak encer atau cair.
4. Kekurangan Seng (Zinc)
Penyebab sperma encer yang keempat karena tubuh Anda mengalami defisit atau kekurangan senyawa seng (zinc). Seng adalah nutrisi penting yang mendukung banyak fungsi vital dalam tubuh, seperti sintesis DNA, melawan infeksi, penyembuhan luka, dan reproduksi.
Seng juga berperan dalam produksi sperma yang sehat. Menurut artikel ulasan di Journal of Reproduction and Infertility, kekurangan seng dapat berkontribusi pada kualitas sperma yang buruk dan infertilitas. Namun, perlu diketahui bahwa mengonsumsi terlalu banyak seng juga dapat menurunkan kualitas sperma.
Tubuh tidak dapat memproduksi atau menyimpan seng/zinc, yang artinya Anda hanya bisa mendapatkan kandungan senyawa ini dari makanan yang dikonsumsi. Beberapa sumber makanan yang mengandung seng meliputi:
Cara Mengatasi Kondisi Sperma yang Encer
Sperma yang encer seringkali bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya. Sperma encer yang persisten terkadang dapat menunjukkan jumlah sperma yang rendah atau kondisi lain yang dapat memengaruhi kesuburan.
Meski jumlah sperma yang rendah tidak selalu berarti bahwa Anda tidak subur, tetapi hal ini tetap bisa membuat Anda sulit untuk mencapai kehamilan dengan pasangan. Sperma encer juga bisa disebabkan oleh faktor gaya hidup, kekurangan nutrisi, atau kondisi medis yang mendasarinya.
Menurut National Institute of Child Health and Human Development, sebagian besar masalah kesuburan pria terjadi karena masalah yang memengaruhi cara kerja testis. Pilihan pengobatan untuk sperma encer atau berubah warna akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik jika mereka menentukan penyebab sperma encer adalah karena infeksi bakteri. Bagi Anda yang memiliki ketidakseimbangan hormon, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi hormon untuk mengatasinya.
Sementara itu, pilihan untuk mengobati varikokel atau salah satu penyebab sperma cair adalah:
Perubahan gaya hidup yang dapat membantu meningkatkan kualitas sperma adalah:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya