25 Jenis Makanan Kaya Oksigen yang Baik Dikonsumsi, Ini Daftarnya

Sabtu, 2 Juli 2022 11:11 Reporter : Edelweis Lararenjana
25 Jenis Makanan Kaya Oksigen yang Baik Dikonsumsi, Ini Daftarnya Ilustrasi makanan. ©shutterstock.com/deepblue-photographer

Merdeka.com - Berikut ini adalah daftar jenis makanan kaya oksigen yang menarik untuk Anda ketahui. Oksigen merupakan hal paling vital yang dibutuhkan oleh manusia dan setiap makhluk hidup. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama beberapa hari tetapi kelangsungan hidup manusia tidak mungkin bertahan tanpa oksigen bahkan untuk beberapa menit.

Konsentrasi oksigen dalam tubuh kita disebut tekanan parsial. Konsentrasi oksigen dalam tubuh manusia tak hanya bergantung pada faktor lingkungan. Bahkan jika atmosfer memiliki pasokan oksigen yang cukup, tubuh tidak dapat menyerap jumlah yang diperlukan dalam beberapa kasus.

Oleh karena itu, menambahkan beberapa makanan yang dapat meningkatkan kadar oksigen dapat membantu Anda meningkatkan kadar oksigen untuk fungsi yang optimal. Berikut 25 jenis makanan kaya oksigen yang dapat Anda konsumsi, dilansir dari laman stylecraze.com danhealthshots.com.

2 dari 4 halaman

Jenis Makanan Kaya Oksigen Kategori Buah-Buahan

1. Alpukat

Alpukat kaya akan vitamin A, B3, B6, B12, kolin, folat, asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), dan serat makanan. Nutrisi ini membantu meningkatkan kadar oksigen, mengurangi kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, meningkatkan profil lipid, melindungi DNA, mencegah osteoartritis, meningkatkan kesehatan mata, dan membantu dalam pengelolaan berat badan. Konsumsilah setengah buah alpukat setiap hari untuk meningkatkan kadar oksigen dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

2. Delima

Delima mengandung zat besi, tembaga, seng, vitamin B3 dan B6, serta kolin. Buah ini meningkatkan aliran darah dengan meningkatkan bioavailabilitas oksida nitrat dan meningkatkan pengiriman oksigen. Mengonsumsi buah atau jus delima segar membantu melebarkan pembuluh darah yang memungkinkan peningkatan aliran darah. Hal ini mengurangi risiko kerusakan jaringan karena saturasi oksigen yang rendah.

3. Kiwi

Buah tropis berair asam manis ini merupakan sumber serat makanan, tembaga, zat besi, vitamin A, B3, B5, B6, dan C, kolin, dan beberapa antioksidan yang baik. Buah kiwi membantu mencegah kerusakan DNA, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi keparahan dan durasi infeksi saluran pernapasan atas pada orang tua, dan menurunkan peradangan. Mengonsumsi kiwi dapat meningkatkan konsumsi vitamin dan mineral yang membantu meningkatkan saturasi oksigen dalam darah.

4. Blewah

Blewah adalah sumber vitamin A, B3, B5, B6, C, kolin, folat, zat besi, dan antioksidan. Buah ini rendah gula dan bisa dikonsumsi oleh penderita kadar gula darah tinggi. Blewah juga memiliki sifat anti-inflamasi dan meningkatkan kekebalan.

5. Mangga

Mangga matang kaya akan vitamin A, B3, B5, B6, dan C, serta zat besi dan tembaga yang penting untuk meningkatkan tingkat saturasi oksigen darah. Mangga mengandung antioksidan seperti vitamin C, karotenoid, dan senyawa fenolik yang membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Mangga memiliki sifat hipotensi, anti-inflamasi, hepatoprotektif, dan meningkatkan kekebalan. Namun, penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi mangga matang karena memiliki kandungan gula yang tinggi.

6. Persik

Persik sarat dengan vitamin A, B3, B5, dan B6, zat besi, seng, dan antioksidan yang mencegah kerusakan akibat radikal bebas dan membantu menjaga fungsi tubuh yang tepat. Buah musim panas yang lezat ini disebut-sebut sebagai makanan fungsional karena kapasitasnya untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

7. Nanas

Nanas merupakan sumber vitamin A, B3, B5, B6, dan C, tembaga, besi, kalium, seng, kolin, folat, dan beta-karoten. Buah tropis yang manis dan berair ini membantu meningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah terhadap oksigen dan nutrisi lainnya. Komponen aktif nanas, bromelain, juga membantu mengurangi peradangan dan mencegah pembentukan bekuan darah.

8. Berry

Blueberry, stroberi, dan raspberry adalah sumber vitamin A, B3, B5, B6, dan C, zat besi, kalium, tembaga, seng, kolin, folat, dan antioksidan. Buah beri juga membantu mengurangi peradangan dan kadar kolesterol lipoprotein dan meningkatkan sensitivitas insulin.

9. Buah Ara dan Kurma

Buah ara dan kurma kering mengandung zat besi, tembaga, kalium, vitamin A, B3, B5, dan folat. Nutrisi ini membantu meningkatkan kekebalan dan meningkatkan kemampuan kognitif. Kurma dan buah ara kaya akan polifenol dengan sifat antioksidan dan membantu mengurangi kerusakan akibat radikal bebas dan stres oksidatif untuk mencegah degenerasi saraf dan memberikan efek terapeutik.

10. Buah Jeruk

Buah jeruk kaya akan vitamin C, antioksidan yang membantu mengembangkan pembawa oksigen berbasis hemoglobin (HBOC). Beberapa metabolit sekunder, seperti alkaloid, kumarin, asam fenol, flavonoid, limonoid, dan karotenoid, hadir dalam buah jeruk juga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Mereka memiliki sifat anti-inflamasi, dan antioksidan, dan membantu menjaga kesehatan jantung, mencegah kerusakan sel saraf, dan memperluas pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah.

3 dari 4 halaman

Jenis Makanan Kaya Oksigen Kategori Sayur-Sayuran

1. Bit

Bit mengandung oksida nitrat alami yang membantu melebarkan pembuluh darah dan memungkinkan aliran darah beroksigen tanpa hambatan ke jaringan. Inilah alasan mengapa jus bit sangat populer di kalangan penggemar kebugaran. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jus bit dapat membantu mengurangi hipoksia.

2. Wortel

Wortel kaya akan vitamin A, B3, B5, B6, dan C, kolin, kalium, zat besi, seng, dan tembaga. Mereka juga mengandung fitokimia yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan, penting untuk detoksifikasi tubuh dan meningkatkan suplai oksigen ke jaringan.

3. Bayam

Bayam sarat dengan zat besi, vitamin A, B3, B5, B6, dan C, dan banyak antioksidan. Bayam meniadakan spesies oksigen reaktif, mengurangi stres oksidatif dan peradangan, dan memiliki sifat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) dan hipolipidemik (menurunkan kadar lipid darah).

4. Bawang putih

Bawang putih dikenal dapat meningkatkan kesehatan jantung. Bawang putih memiliki sifat penurun lipid, antimikroba, dan antiplatelet. Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi bawang putih dapat meningkatkan kadar oksigen arteri dasar dan mengurangi hipoksemia pada orang dengan sindrom hepatopulmoner (HPS), suatu kondisi yang memengaruhi paru-paru pasien dengan penyakit hati.

5. Ubi Jalar

Ubi jalar dengan daging berwarna oranye atau ungu mengandung vitamin A, B3, B5, dan B6, zat besi, tembaga, antosianin, dan beta karoten. Mengonsumsi ubi jalar membantu mengurangi stres oksidatif arteri (gangguan yang disebabkan oleh kerusakan oksidatif protein, lipid, dan DNA) dan kekakuan arteri (pengerasan arteri besar yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular).

6. Kacang

Kacang-kacangan mengandung zat besi dalam jumlah tinggi, yang sangat penting untuk transportasi oksigen, sintesis DNA, dan proses metabolisme lainnya. Makanan ini sarat dengan kalium, kalsium, dan serat makanan. Konsumsi kacang hijau, hitam, dan kering yang direbus dapat memperkaya makanan Anda dengan zat besi dan nutrisi penting lainnya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh.

7. Brokoli

Brokoli sarat dengan antioksidan dan memiliki fitokimia yang membantu menghambat peradangan. Eksperimen mengonfirmasi bukti konsep bahwa brokoli membantu mencegah COVID-19 yang parah.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat bukti konsep ini. Konsumsi setengah cangkir kuntum brokoli rebus setiap hari atau setiap hari untuk mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.

8. Selada

Selada adalah sumber vitamin A, B3, B5, B6, dan C, folat, zat besi, kalium, dan seng. Selada kaya akan antioksidan, seperti karotenoid dan vitamin E dan C. Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa konsumsi selada mencegah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh stres oksidatif (oksidasi jaringan), meningkatkan sintesis lipid (metabolisme lipid) dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

 

4 dari 4 halaman

Jenis Makanan Kaya Oksigen yang Tinggi Protein

1. Telur

Telur rebus adalah sumber zat besi, seng, kalium, protein, selenium, vitamin A, D, B5, B6, B12, E, dan K, folat, dan beta-karoten yang sangat baik. Bagian kuning telur terkenal dengan kandungan kolesterolnya yang tinggi, dan sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kuning telur memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, seperti lentil, buncis, kacang merah, dan tauge, kaya akan zat besi, kalium, seng, dan vitamin B. Mereka adalah sumber protein nabati yang bagus dan bebas lemak. Mengonsumsi kacang-kacangan membantu menurunkan hipertensi, mengontrol gula darah pada penderita diabetes tipe 2, meningkatkan profil lipid, dan membantu manajemen berat badan.

3. Jamur

Jamur adalah salah satu sumber protein makanan terbaik dan mengandung zat besi, seng, kalsium, kalium, tembaga, magnesium, selenium, dan vitamin B3, B5, dan B6, C, dan D. Beta-glukan yang ada dalam jamur memiliki antioksidan, dan antikolesterolemia (menurunkan kadar kolesterol plasma), dan mencegah kerusakan saraf. Jamur juga melebarkan pembuluh darah, mencegah pembekuan darah dan pembentukan timbunan lemak di arteri, dan memiliki efek anti-inflamasi.

4. Daging Dan Ikan

Daging dan ikan adalah sumber vitamin B12 dan B3 yang baik, zat besi, seng, selenium, kalsium, protein, dan asam lemak omega-3. Mengonsumsi daging tanpa lemak, seperti dada ayam atau ayam tanpa kulit, membatasi konsumsi daging merah, seperti daging sapi, babi, domba, dan memasukkan ikan berlemak seperti salmon, tuna, mackerel, gurame, dan sarden dalam makanan dapat membantu meningkatkan kesehatan pembuluh darah, kekuatan tulang, dan transportasi oksigen.

5. Daging Organ

Daging organ seperti hati, jantung, lidah, dan otak, sangat bergizi. Daging ini mengandung vitamin B3, B6, B12, dan D, tembaga, besi, seng, protein, asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA), dan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA). Konsumsilah daging jeroan seminggu sekali atau dua minggu sekali untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar oksigen Anda. Hindari daging organ jika Anda memiliki kolesterol tinggi atau radang sendi.

6. Susu

Susu, yoghurt, dan mentega tawar (ghee) sarat dengan kalsium, seng, vitamin B, vitamin D, probiotik, protein, dan lemak sehat. Produk susu rendah lemak dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Konsumsi setengah cangkir yogurt atau yoghurt beku, segelas susu (375 ml), dan satu sendok teh ghee untuk mendapatkan nutrisi penting dari produk susu ini yang diperlukan untuk meningkatkan kadar oksigen.

7. Kacang-kacangan dan Biji Bunga Matahari

Kacang-kacangan dan biji bunga matahari merupakan sumber zat besi, tembaga, seng, kalsium, vitamin B3, B5, B6, dan E, protein, serat makanan, dan asam lemak tak jenuh ganda. Nutrisi ini membantu meningkatkan aliran oksigen dan mengangkut darah beroksigen ke bagian tubuh lain dari jantung.

Mereka juga membantu mengontrol tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko sindrom metabolik, dan meningkatkan aktivitas vaskular. Mereka memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-hipertensi.

 

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini