Terancam Punah, Begini Cara Pemerintah Lindungi Harimau Jawa di Pegunungan Muria
Merdeka.com - Harimau Jawa merupakan salah satu hewan langka yang ada di Indonesia. Pada 1980-an, hewan ini bahkan dinyatakan telah punah akibat perburuan liar dan perkembangan lahan pertanian. Meski begitu, hewan itu diduga masih ada setelah munculnya laporan-laporan warga yang melihat penampakan harimau jawa.
Hal ini pula yang terjadi di Pegunungan Muria, Jawa Tengah. Diduga beberapa harimau Jawa masih berkeliaran di kawasan itu. Oleh karena itulah, pihak Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Pati berusaha membuktikan kebenaran tersebut dengan memasang kamera pengintai di beberapa titik.
Selain itu, pihak Perhutani juga telah melakukan kerja sama dengan pihak Polres Kudus agar kondisi hutan di sana tetap lestari guna menjaga ekosistem yang ada di sana termasuk harimau Jawa. Berikut selengkapnya:
Keberadaan Harimau Jawa di Pegunungan Muria

©Wikipedia.org
Administratur KPH Pati Edrian Sunardi mengatakan bahwa masih ada harimau Jawa yang menghuni kawasan Pegunungan Muria. Menurutnya, jumlahnya cukup banyak sehingga perlu dukungan semua pihak untuk menjaga kelestarian alamnya agar habitat harimau jawa di sana tetap terjaga.
“Informasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di kawasan Pegunungan Muria masih ada hewan langka seperti harimau jawa,” ungkap Edrian dikutip dari Liputan6.com pada Rabu (19/8).
Terancam Punah

©Wikipedia.org
Edrian mengatakan kalau jumlah harimau Jawa di kawasan Pegunungan Muria sebenarnya masih banyak. Hal itu diperkuat dengan hasil investigasi Tim Pembela dan Pencari Fakta Harimau Jawa (TPPFHJ) pada tahun 2000 yang menemukan keberadaan harimau Jawa di sana. Oleh karena itulah, pihaknya memasang kamera pengintai di sejumlah titik untuk merekam keberadaan mereka.
Menurutnya, jika kondisi alam di sana tidak dapat dijaga, maka lingkungan akan rusak dan keberadaan hewan-hewan langka di dalamnya juga ikut punah.
Mengadakan Pelatihan
Pada tahun 2012, masyarakat yang tinggal di kawasan Pegunungan Muria terutama di Kabupaten Kudus dan Jepara dilatih untuk mengidentifikasi jejak harimau jawa. Pelatihan itu bertujuan untuk meminimalisir serangan terhadap hewan ternak dan mencegah warga untuk membunuh hewan langka tersebut.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya