Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sudah Dilatih Disiplin sejak Dini, Ini Cerita Masa Kecil Jenderal Soedirman

Sudah Dilatih Disiplin sejak Dini, Ini Cerita Masa Kecil Jenderal Soedirman Masa kecil Jenderal Soedirman. ©Jogjaprov.go.id

Merdeka.com - Jenderal Besar Soedirman merupakan salah satu pahlawan Indonesia paling dikenal. Dia menjadi sosok kunci di balik keberhasilan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin menjajah kembali setelah momen proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sebelum menjadi tokoh besar, Soedirman memang sudah dilatih disiplin sejak kecil. Lahir dari pasangan Karsid Kartowiradji dan Siyem pada tahun 1916, kehidupan masa kecil Soedirman cukup sederhana.

Saat itu, ia telah diangkat sebagai anak oleh R. Cokrosunaryo, Asisten Camat di Purbalingga, Jawa Tengah yang saat itu menikah dengan bibi Soedirman, Turi. Oleh Cokrosunaryo, Soedirman dididik menjadi pribadi yang disiplin, yang kelak mengantarkannya menjadi salah seorang tokoh besar dalam sejarah Indonesia.

Berikut ulasan selengkapnya:

Dilatih Disiplin Sejak Dini

masa kecil jenderal soedirman

©Jogjaprov.go.id

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, Cokrosunaryo mendidik Soedirman kecil dengan penuh kedisiplinan. Ia mengajari Soedirman bagaimana menepati waktu dan menggunakan uang jajan dengan sebaik-baiknya.

Ia pula yang mengajari Soedirman bagaimana caranya membagi waktu antara belajar, bermain, dan mengaji. Sementara itu sang bibi, Turi, mengajari Soedirman soal sopan santun.

Pada waktu itu, Soedirman merupakan anak yang patuh serta baik pada orang tua kandung maupun orang tua angkatnya. Petuah-petuah dari orang tuanya itu menjadikan Soedirman sebagai sosok yang disiplin. Ia pun menjadi orang yang taat menjalankan perintah agama, berlaku adil dan jujur, serta sabar dan menerima.

Anak yang Biasa-Biasa Saja

masa kecil jenderal soedirman

©Jogjaprov.go.id

Pada suatu sore setelah Maghrib, R Cokrosunaryo membawa Soedirman yang berusia 7 tahun ke rumah Meneer Sumoyo. Dia merupakan tokoh Budi Utomo yang mendirikan perguruan Pramo Wiroro.

Berkat bantuan dan nasihatnya, Soedirman dapat mengenyam pendidikan di Hollandsche Inlandsche School (HIS) yang setingkat Sekolah Dasar Cilacap. Selama mengenyam pendidikan di HIS, Soedirman termasuk anak biasa dan tidak menonjol. Sekolahnya berjalan lancar dari kelas 1-5 SD. Namun saat kelas 6 SD, ia merasa kurang betah dan ingin pindah ke Pramo Wiroro. Keinginan itu ditolak orang tuanya.

Belajar Agama

masa kecil jenderal soedirman

©Jogjaprov.go.id

Setelah lulus SD, Soedirman melanjutkan sekolah ke sekolah Taman Siswa. Pada saat itu memang banyak anak-anak yang tertarik bersekolah di Taman Siswa karena pada hari libur mereka akan diajak berjalan-jalan keliling kota pada sore hari.

Sayangnya tak sampai setahun di sekolah itu, Taman Siswa dibubarkan. Ia pun akhirnya masuk ke sekolah Wiworotomo yang merupakan perubahan nama dari Pramo Wiroro.

Di samping wejangan dari orang tua dan pengetahuannya selama mengenyam pendidikan sekolah, Soedirman belajar agama tiap sore hari. Ilmu agama itu ia peroleh dari sebuah surau yang tidak jauh dari rumah. Dasar bekal hidup itulah yang kemudian membentuk kepribadiannya.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP