Sekilas Terlihat Sama, Ini 5 Perbedaan Batik Jogja dengan Batik Solo
Merdeka.com - Keberadaan batik di Indonesia sudah hadir sejak masa Kerajaan Majapahit. Setelah sempat lenyap, kesenian batik jadi makin populer pada masa Kerajaan Mataram Islam di mana motif kain itu digunakan pada setiap pakaian raja dan orang-orang terhormat. Setelah itu, batik makin menyebar ke seluruh penjuru tanah Jawa. Namun ada dua jenis batik yang paling dikenal hingga saat ini, yaitu batik Jogja dan batik Solo.
Masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara batik Jogja dan batik Solo. Padahal, masing-masing batik memiliki ciri khas yang sangat berlainan. Lalu apa saja perbedaan yang terdapat antara batik Jogja dan batik Solo? Simak ulasan berikut ini.
Pemilihan Warna Latar

©2015 Merdeka.com/Australian Museum/Luisa Garfoot
Biasanya, batik Jogja memiliki warna latar yang terang. Walau begitu beberapa batik Jogja juga hadir dalam warna latar yang gelap. Warna gelap kebiruan yang terkadang tampil dalam batik Jogja itu muncul akibat proses pencelupan warna biru yang dilakukan berkali-kali dari tanaman indigo.
Sementara itu, batik Solo memiliki kecenderungan berwarna gelap yang memang sengaja dipertahankan oleh Susuhan Pakubuwono III. Warna gelap pada batik Solo akan berada pada warna hitam kecokelatan yang merupakan hasil dari pencelupan berulang kali pada warna cokelat sogan.
Prodo pada Batik

©2020 Merdeka.com
Tak hanya dari warna dasar, cara membedakan antara batik Jogja dengan batik Solo dapat dilihat dari prodo yang berada pada batik. Dilansir dari Merdeka.com, prodo adalah hiasan berwarna emas yang dibubuhkan pada kain batik untuk menambahkan aksen bermotif.
Pada batik Jogja, para pengrajin membubuhkan prodo pada hampir di seluruh corak dan motif pendampingnya. Sementara pada batik Solo, prodo hanya terdapat pada garisan luar corak dan motifnya.
Arah Motif

©2015 Merdeka.com/Australian Museum/Luisa Garfoot
Sebenarnya motif antara batik Jogja dengan batik Solo tidak memiliki perbedaan yang berarti mengingat sama-sama banyak dipengaruhi pakem-pakem Kraton. Walau begitu, ada perbedaan yang terletak pada arah motifnya.
Misalnya, motif parang pada batik Jogja arah motifnya dari kanan atas ke kiri bawah. Sementara motif parang pada batik Solo arah motifnya dari kiri atas ke kanan bawah.
Penggunaan Motif Pendamping

©2020 Merdeka.com/jonegoroan.com
Perbedaan antara kedua jenis batik itu juga terletak pada penggunaan motif pendamping atau lebih dikenal dengan nama isen-isen. Pada batik Solo, penggunaan isen-isen lebih bervariasi dibandingkan dengan batik Jogja.
Kesan Pada Batik

©Goodnewsfromindonesia.id
Terakhir, kesan yang diberikan antar kedua batik itu bisa dibedakan secara kasat mata. Batik Jogja memiliki garis tekstur yang cenderung lebih besar, tebal, dan tegas, sehingga memberikan kesan gagah dan maskulin.
Sementara itu batik Solo dengan pola motif yang lebih kecil dan garis yang lebih tipis memberikan kesan luwes, anggun, dan halus.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya