Cerita Unik dari Makam Para Tokoh Pribumi di Bergota Semarang, Ada Batu Misterius Bertuliskan Huruf Tionghoa

Tak hanya sebagai pemakaman umum, di makam Bergota Semarang terdapat beberapa makam tokoh pribumi penting pada masanya.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Cerita Unik dari Makam Para Tokoh Pribumi di Bergota Semarang, Ada Batu Misterius Bertuliskan Huruf Tionghoa
Cerita Unik dari Makam Para Tokoh Pribumi di Bergota Semarang, Ada Batu Misterius Bertuliskan Huruf Tionghoa (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Makam Bergota di Kota Semarang, tak hanya menjadi sebuah pemakaman umum yang berada di tengah permukiman penduduk. Di sana juga terdapat makam sejumlah tokoh penting.

Makam Bergota Krajan, menurut warga sekitar, merupakan kompleks pemakaman paling tua di Bergota.

Di sana banyak dimakamkan para pejabat penting pada masa Kerajaan Mataram Islam dan juga para pejabat penting dari pemerintah Hindia Belanda.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada salah satu batu nisan makan yang diperkirakan sudah berusia tua, tertulis nama Djohar Manik. Batu nisannya menggunakan model langgam dari Kerajaan Demak. 

(Foto: YouTube Tri Anaera Vloger)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ada pula sebuah makam yang batu nisannya diukir dengan detail. Batu nisan itu terbuat dari kayu jati.

Mengutip YouTube Tri Anaera Vloger, makam itu milik pasangan suami istri dari keluarga kapiten Arab. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di samping makam dari kapiten Arab, terdapat banyak nisan lingga dan nisan pipih yang tertanam di tanah. Dimungkinkan yang dimakamkan di situ adalah orang-orang dari komunitas Arab yang bermukim di Semarang.

Bergeser sedikit, terdapat makam yang berada di sebuah bangunan tertutup. Bagian dalamnya dibatasi dengan sebuah pagar beton bercat hijau.

Menurut Pak Yuli, salah seorang penjaga makam, yang dimakamkan di sana adalah Bupati Semarang ke-9, yaitu Surohadimenggolo I.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berikutnya ada makam Tasripin, seorang kolongmerat pribumi pada masa Hindia-Belanda akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. 
Kompleks makam keluarga Tasripin dipagari khusus. Namun ada bagian yang dibiarkan terbuka sehingga siapapun bisa masuk. 

Di antara makam-makam anggota keluarga lain, makam Tasripin adalah yang paling besar di sana.

Mengutip YouTube Tri Anaera Vloger, dulu batu nisan di makam itu pernah hilang dicuri orang. Namun hanya selang beberapa hari, batu nisan itu kembali lagi ke tempatnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tasripin merupakan salah satu taipan asal Kota Semarang. Konon kekayaannya mencapai 45 juta gulden. 

(Foto: YouTube Tri Anaera Vloger)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berikutnya ada makam Ki Pandanaran. Konon sebelum dipindah ke daerah Mugas, makam Ki Pandanaran berada di Bergota. Makam itu kemudian dipindah sekitar tahun 1980.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kini bekas makam Ki Pandanaran hanya menyisakan sebuah petilasan yang tertutup rimbunan pohon. Salah satu pohon di sana bentuknya unik seperti rantai. Di bekas makamnya, terdapat sebuah batu bata yang ukurannya besar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak jauh dari makam pandanaran, terdapat sebuah batu nisan misterius bertuliskan huruf Tionghoa. Konon tulisan itu dibaca “hu”, merujuk pada sebuah suku yang berada di Dataran Tinggi Tiongkok.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengutip YouTube Tri Anaera Vloger, batu tersebut terbuat dari andesit utuh. Beberapa makam Tionghoa memang masih bisa ditemui di Bukit Bergota tersebut.

Di sisi lain Makam Bergota Semarang, terdapat makam Pangeran Puger. Makamnya terdapat pada sebuah bangunan khusus berpagar beton hijau.

Pangeran Puger adalah seorang tokoh pada masa pergolakan Kerajaan Mataram Islam yang kemudian lari ke Semarang.
Nisan makam Pangeran Puger terbuat dari batu lintang. Ukuran batu nisan itu sangat besar. 

Rekomendasi