Unik, Masyarakat Gunung Slamet Manfaatkan Daun Nyangku untuk Bungkus Daging Kurban

Cara ini dinilai dapat menjaga lingkungan dan salah satu bentuk dari kearifan lokal

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Unik, Masyarakat Gunung Slamet Manfaatkan Daun Nyangku untuk Bungkus Daging Kurban
Unik, Masyarakat Gunung Slamet Manfaatkan Daun Nyangku untuk Bungkus Daging Kurban (Merdeka.com)
Masyarakat di sekitar Gunung Slamet di Jateng memanfaatkan daun nyangku sebagai pengganti bungkus plastik.
Dok. Istimewa

Daun ini telah digunakan untuk membungkus nasi, lauk, hingga daging kurban Idul Adha.

Karena sering digunakan sebagai pembungkus nasi, masyarakat setempat juga punya kuliner khas yang disebut nasi nyangku. Nama itu diambil dari daun nyangku yang membungkus nasi rames.
Dok. Istimewa
Dikutip dari Liputan6.com, cara menggunakan daun nyangku untuk membungkus daging kurban cukup mudah. Daging dibungkus oleh daun, lalu di bagian atas daun ditali dengan nyangku.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Daun nyangku punya bentuk yang lebar dan panjang. Karena cukup panjang, cara membawanya cukup mudah yaitu cukup dengan dijinjing. Selain itu, daun tersebut juga tidak mudah sobek seperti daun pisang. Tak heran kalau daun ini kerap digunakan sebagai pembungkus apa saja.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Daun nyangku banyak tumbuh di sekitar hutan di Dusun Pesawahan Gunung Slamet. Biasanya masyarakat mencari daun nyangku satu hari sebelum digunakan. Hal ini dilakukan karena kadar air pada daun nyangku cukup tinggi.

Masyarakat setempat percaya memanfaatkan daun nyangku tidak akan merusak alam. Sebaliknya hal itu dapat menjaga lingkungan.
Dok. Istimewa
Tak hanya itu, daun ini juga lebih hemat jika dibandingkan dengan plastik maupun pembungkus lain. Selain itu, hal tersebut juga bagian dari kearifan lokal.
Dok. Istimewa
Rekomendasi