Berkat Bantuan Modal BRI, Produsen Bakpia Bisa Stok Bahan untuk Panen Cuan saat Lebaran

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan BRI untuk Klaster Sentra Bakpia Pathuk Kelompok Sumekar adalah kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Alieza Nurulita
Oleh Alieza Nurulita - Reporter
Berkat Bantuan Modal BRI, Produsen Bakpia Bisa Stok Bahan untuk Panen Cuan saat Lebaran
Berkat Bantuan Modal BRI, Produsen Bakpia Bisa Stok Bahan untuk Panen Cuan saat Lebaran (Merdeka.com)

Pasca pandemi covid-19 pola produksi bakpia di Yogyakarta mengalami perubahan. Sebelum pandemi pemilik bisnis bakpia bisa mengambil bahan baku terlebih dahulu dan membayarnya setelah produknya laku terjual. Namun setelah pandemi cara tersebut tidak lagi berlaku hingga saat ini.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh Sumiyati. Ia adalah salah satu produsen bakpia tertua di Kampung Pathuk Sentra Bakpia Yogyakarta dengan merek dagang Bakpia 543 Sonder.

”Dulu bahan baku seperti dus kemasan itu bisa tempo, barang datang sampai habis baru kita bayar. Sekarang gak bisa seperti itu, barang datang hanya dibatasi waktu, habis gak habis harus segera bayar sesuai waktu yang ditentukan.” ungkap Suamiyati saat ditemui Merdeka.com di rumah sekaligus toko bakpia miliknya, Jumat (28/02)

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi Sumiyati. Ia harus mencari cara agar dapur tetap ngebul untuk memproduksi bakpia.

Beruntungnya, pada 2021 lalu daerah rumah produksi bakpia milikinya telah terbentuk kelompok bernama Klaster Sentra Bakpia Pathuk Kelompok Sumekar. Di mana kelompok tersebut dibentuk oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai wujud konkret dalam membantu pengembangan UMKM sekaligus membangun ketahanan ekonomi Indonesia khususnya pasca pandemi.

Berkat Bantuan Modal BRI, Produsen Bakpia Bisa Stok Bahan untuk Panen Cuan saat Lebaran
Sumiyati, produsen Bakpia 543 Sonder di Kampung Pathuk Sentra Bakpia Yogyakarta (merdeka.com/ Alieza Nurulita)

Dukungan BRI untuk Klaster Sentra Bakpia Pathuk Kelompok Sumekar

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan BRI untuk Klaster Sentra Bakpia Pathuk Kelompok Sumekar adalah kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karena usaha yang digeluti para anggota kelompok jelas dari produksi hingga legalitas, maka anggota klaster yang kini berjumlah sekitar 30 pemilik usaha bakpia itu diberi kemudahan untuk mendapat pinjaman permodalan dari BRI.

“Saat sudah bergabung dengan klaster diberi kemudahan saat akses pinjaman, lebih mudah syaratnya karena usahanya memang jelas, bakpia produksinya di sini, jadi terpercaya lah” jelas Sumiyati lebih lanjut.

Sebagai produsen bakpia sejak tahun 1992, Sumiyati mengaku jika bantuan permodalan yang diberikan BRI sangat membantu keberlangsungan bisnis yang dijalani. Terlebih jika harus stok bahan baku yang harus dibeli dengan sistem cash.

"Kayak kardus itu harus stok dari jauh-jauh hari untuk nanti lebaran. Cash (bantuan permodalan) dari BRI itu sangat membantu untuk stok bahan baku." ungkap Sumiyati menceritakan persiapan untuk panen cuan dari bakpia saat momen lebaran 2025 nanti.

Berkat Bantuan Modal BRI, Produsen Bakpia Bisa Stok Bahan untuk Panen Cuan saat Lebaran
Papan Kluster Sentra Bakpia Pathuk Kelompok Sumekar yang dipasang diujung gang kawasan Kampung Pathuk Yogyakarta. (merdeka.com/ Alieza Nurulita)

Momen Lebaran Produsen Oleh-oleh Panen Cuan

Seperti diketahui, momen lebaran menjadi kesempatan bagi para produsen oleh-oleh mendulang untung. Tak terkecuali bagi Sumiyati dan produsen bakpia lainnya untuk panen keuntungan dari penjualan produk oleh-oleh khas Jogja itu.

Bahkan omzet yang diperoleh Sumiyati selama musim libur lebaran dapat menutup anjloknya penjualan selama Ramadan. “Pas lebaran itu alhamdulillah banget omzetnya bisa naik drastis, bisa nutup sepinya penjualan selama puasa” ungkapnya lebih lanjut.

Berkat bantuan modal dari BRI, Sumiyati kini telah mempersiapkan berbagai bahan baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan penjualan selama lebaran nanti. Bahan baku seperti kardus kemasan telah Ia persiapkan dari jauh-jauh hari agar saat menjelang lebaran Ia dan tim hanya fokus pada produksi bakpia.

"Kayak kardus itu harus dicicil dari jauh-jauh hari sebelum lebaran. Biar nanti pas mepet lebaran itu udah gak ngurusin hal-hal kayak gitu, biar nanti bisa fokus produksi bakpia aja" ungkap Sumiyati menjelaskan strategi jualan bakpia saat lebaran nanti.

Bantuan KUR BRI memang terbukti berhasil membantu para pelaku usaha seperti Sumiyati untuk menambah modal bisnis. Skema cicilan dengan bunga rendah menjadi pilihan para pelaku bisnis untuk mengembangkan usahanya.

KUR BRI Menyalurkan Puluah Triliun Rupiah untuk Para Pelaku Usaha

Menurut data yang dihimpun dari Antara, sepanjang bulan Januari-Februari 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp27,72 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai 15,84% dari Rp175 triliun total alokasi tahunan yang ditetapkan pemerintah.

Selanjutnya, merangkum dari data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemkeu), penyaluran KUR terbesar tercatat pada sektor perdagangan yaitu mencapai 40,8%. Sementara KUR untuk pertanian 36%, jasa 15%, perikanan 1,5%, industri pengolahan 6,5% dan terakhir sektor konstruksi 0,1%.

Sebagai bank pemerintahan yang menyalurkan KUR, pada 2025 ini BRI menawarkan berbagai jenis KUR seperti KUR Mikro, KUR Kecil dan KUR TKI. Tiga jenis KUR tersebut sama-sama memiliki bunga rendah sebesar 6% per tahun, yang membedakan hanya batas plafon pinjaman dari masing-masing jenis KUR yang diajukan.

Dengan skema yang ditawarkan, tak heran jika hingga saat ini peminat pelaku bisnis untuk mendapatkan KUR masih tinggi. Penyaluran KUR BRI 2025 hingga periode ini telah dirasakan manfaatnya oleh 649.600 pengusaha UMKM agar bisnis yang digeluti semakin berkembang dan sejalan dengan komitmen BRI untuk memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM.

“Kami percaya bahwa dengan semakin luasnya akses pembiayaan melalui KUR, semakin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional,” jelas Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI dikutip merdeka.com dari Antara.

Rekomendasi