Sekar Jawi merupakan UMKM asal Bantul yang usahanya berbasis pada rempah. Tidak hanya fokus pada produksi minuman herbal dan kosmetik dengan bahan alami, Sekar Jawi juga mengusung misi sosial yang kuat. Sekar Jawi ikut serta memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumah produksi Sekar Jawi di Kaliandru, Bantul sebagai tenaga kerja borongan.
Pada September 2025 mendatang, usia Sekar Jawi genap satu dekade. Kini Sekar Jawi sudah memiliki 10 karyawan tetap dan 6 pekerja borongan yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga (IRT). Mereka diajak untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu meninggalkan kewajiban mereka di rumah.
“Kami ingin memberi peluang bagi ibu-ibu yang memiliki keterbatasan waktu namun ingin tetap produktif dan berkontrubusi di bisnis ini,” kata Septi Setiani pemilik Sekar Jawi saat ditemui pada Rabu (19/2/2025).
Advertisement
Berdayakan Perempuan untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Inklusif
Meski skala produksi sudah mencapi 5.000 produk per bulan, namun Sekar Jawi belum memiliki lahan khusus untuk menanam tanaman rempah. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Septi mendapat suplai rempah-rempahan dari lahan-lahan kecil milik warga yang ditanami rempah. Hal ini memungkinkan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan lahannya secara produktif dan meningkatkan pendapatan, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di Kaliandru, Bantul.
Menurut Septi, pendekatan ini memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga Kaliandru, Bantul. Sebanyak 6 karyawan borongan dari IRT berusia 30-50 tahun ikut menanam rempah di rumahnya masing-masing. Dengan cara ini, Sekar Jawi dapat menyerap hasil panen langsung dari masyarakat dan memastikan bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari sumber berkualitas.
Selain menanam, setiap IRT juga menyiapkan dan mengolah bahan rempah di rumah masing-masing dengan melakukan proses pemotongan dan pengolahan. Pola kemitraan Sekar Jawi dan IRT di Kaliandru, Bantul inilah yang kemudian bisa membantu perekonomian warga sekitar khususnya para perempuan.
“Kita memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi untuk lebih produktif sebagai pekerja borongan dalam pengolahan bahan-bahan rempah,” cerita Septi kepada merdeka.com.
Peluang ini memberikan manfaat ganda bagi para ibu rumah tangga. Selain mendapatkan pemasukan, mereka juga memperoleh keterampilan dalam pengolahan rempah yang bisa menjadi bekal untuk usaha mandiri di masa depan.
Advertisement
Pentingnya Perempuan Memiliki Karya
Bagi Septi, seorang perempuan harus memiliki penghasilan sendiri dan mimpi yang bisa dikejar. Menjadi ibu rumah tangga bukanlah penghalang untuk berkarya.
“Saya mengalami sendiri bagaimana memiliki tiga anak. Namun itu tidak menghalangi saya untuk tetap maju dan meraih mimpi saya,” ujar Septi.
Menurutnya, kunci utama dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pengusaha adalah menyelesaikan kewajiban utama terlebih dahulu. Setelah tanggung jawab sebagai ibu tercapai, barulah perempuan bisa mengembangkan potensi mereka di bidang lain. Septi mengaku merintis Sekar Jawi di sela-sela kesibukannya mengurus anak, suami dan rumah tangganya.
Berkat ketekunan berinovasi dan merangkul perempuan di sekitarnya, misinya untuk memperkenalkan rempah ke masyarakat luas mengantarkannya pada kesuksesan. Berawal dari modal Rp750 ribu untuk memulai bisnis, kini Sekar Jawi mampu memperoleh omzet Rp85 juta per bulan di usia bisnisnya yang memasuki satu dekade.
“Jadi enggak sekadar bisnis. Salah satu misi kita adalah melestarikan budaya jamu dengan cara mengenalkan bahan baku, pemanfaatan bahan baku hingga pengolahan menjadi produk,” kata ibu tiga anak menjelaskan.
Advertisement
Kolaborasi dengan Koperasi Petani dan Disabilitas
Untuk memastikan bahan baku yang digunakan berkualitas tinggi, Sekar Jawi juga menjalin kerja sama dengan kelompok petani dan koperasi rempah di Kulon Progo. Koperasi ini memiliki teknologi solar dome dryer, yaitu sistem pengeringan berbasis tenaga surya yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pasca-panen rempah-rempah.
Dengan teknologi ini, kadar air dalam bahan baku bisa tetap terjaga sesuai standar sehingga kualitasnya lebih baik dibandingkan dari pengepul. Selain itu, kerja sama ini juga memberikan edukasi kepada para petani, terutama ibu-ibu petani rempah yang tergabung dalam koperasi.
Edukasi yang diberikan tentang cara mengolah rempah yang baik. Dengan pelatihan itu, kini mereka bisa memahami bagaimana menghasilkan simplisia (rempah kering siap olah) berkualitas tinggi.
“Dari kolaborasi ini bukan hanya mendapatkan bahan baku yang lebih baik, namun sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani rempah, terutama perempuan yang bergabung di koperasi itu,” jelas Septi.
Selain kolaborasi dengan koperasi petani rempah, Sekar Jawi juga bekerja sama dengan disabilitas untuk pengembangan bisnis. Septi mengajak pasangan suami istri disabilitas untuk membuat craft dalam bentuk waslap dari tanaman loofah. Dalam proses pengerjaannya, pasangan disabilitas ini yang menjahit.
“Kita memperkerjakan mereka karena keterbatasan mereka. Mereka lebih teliti dan telaten dari segi menjahit sehingga hasilnya lebih rapi,” kata Septi.
Advertisement
Dukungan Keluarga jadi Kunci Sukses
Salah satu faktor penting dalam menjalankan bisnis sekaligus mengurus keluarga adalah adanya komunikasi yang baik dan support system yang kuat. Septi mengakui bahwa dukungan dari suami dan keluarga sangat membantunya dalam mempertahankan ritme usaha yang telah ia bangun.
“Alhamdulillah ada support system dari suami dan keluarga jadi saya bisa tetap menjalankan usaha dengan baik,” cerita Septi bangga.
Septi menegaskan bahwa menjadi IRT bukan berarti berhenti berkarya. Masih banyak peluang yang bisa digapai oleh perempuan, asalkan mereka mampu mengatur waktu dengan baik dan memanfaatkan peluang yang ada.
Advertisement
Bank BRI Bantul Siap Dukung Perempuan Berkarya
Karena perhatiannya terhadap sekitar terutama perempuan, aksi Septi ini pun mendapat tanggapan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) khususnya cabang Bantul. Branch Office Head (BOH) BRI Bantul, Sami, menyambut baik dominasi pelaku UMKM perempuan di Bantul dan mengakui peran penting mereka dalam perekonomian.
“Jumlah UMKM perempuan di Bantul cukup signifikan dan mendominasi sektor di wilayah tersebut,” kata Sami kepada merdeka.com, Jumat (14/3/2025).
Sami menambahkan, pada sektor perdagangan dan industri kreatif merupakan sektor UMKM yang paling banyak melibatkan perempuan di Bantul. Adapun program khusus dari Bank BRI untuk para pelaku UMKM terutama dalam upaya pemberdayaan ekonomi. Berikut beberapa program khusus dari Bank BRI Bantul:
a. BRInita (BRI Bertani di Kota):
• Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI yang berfokus pada pemberdayaan wanita melalui pengembangan ekosistem pertanian perkotaan (urban farming).
• Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan wanita di daerah padat penduduk dengan memberikan pelatihan dan dukungan dalam pengelolaan pertanian perkotaan.
• Program ini melibatkan kelompok wanita tani, PKK, dan ibu-ibu rumah tangga.
• Program ini memberikan pelatihan pengelolaan urban farming, dan juga pelatihan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari hasil urban farming, seperti, penjualan, pengelolaan, pengemasan, dan pemasaran.
b. PNM Mekaar:
• Melalui Holding Ultra Mikro, BRI menyediakan layanan PNM Mekaar yang menawarkan pembiayaan dengan skema khusus untuk kelompok perempuan.
• Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui akses keuangan dan pendampingan usaha mikro.
• Program ini telah memberdayakan jutaan nasabah perempuan.
c. Srikandi BRI:
• Merupakan komunitas pekerja wanita di BRI yang fokus pada pemberdayaan perempuan.
• Komunitas ini memiliki berbagai program, termasuk aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada wanita yang membutuhkan.
• Komunitas ini juga aktif membantu masyarakat korban bencana alam.
d. Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI):
• Organisasi ini memiliki program kerja yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi.
• IWABRI memiliki program kerja pusat, yang bisa dilihat di situs web resmi mereka.
Program-program ini menunjukkan komitmen BRI dalam mendukung pemberdayaan wanita di berbagai bidang, terutama dalam bidang ekonomi dan sosial.