Niat Keramas Idul Fitri dan Waktu Pelaksanaannya, Perlu Diketahui

Dari anjuran tersebut, tak jarang sebagian umat muslim mandi keramas untuk menyambut hari raya. Karena dilakukan dengan tujuan khusus, maka terdapat lafal niat keramas Idul Fitri yang dibaca saat melakukan kegiatan mandi sunah ini.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Niat Keramas Idul Fitri dan Waktu Pelaksanaannya, Perlu Diketahui
Ilustrasi mandi. ©Shutterstock

Menjelang perayaan Idul Fitri, umat Muslim melakukan tradisi bersuci atau membersihkan diri. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menyambut hari raya Idul Fitri yang merupakan momen penting dalam agama Islam, di mana semua umat muslim kembali dalam keadaan fitrah.

Tradisi bersuci ini meliputi beberapa hal, seperti memotong kuku, mencukur rambut atau jenggot, hingga mengenakan pakaian bersih. Tidak lupa pula tradisi mandi sunah dilakukan umat muslim untuk membersihkan diri dari hadast. Dalam hal ini, disunahkan untuk mandi membasahi seluruh tubuh dari ujung kepala hingga kaki.

Dari anjuran tersebut, tak jarang sebagian umat muslim mandi keramas untuk menyambut hari raya. Karena dilakukan dengan tujuan khusus, maka terdapat lafal niat keramas Idul Fitri yang dibaca saat melakukan kegiatan mandi sunah ini.

Dengan begitu, penting bagi Anda untuk mengetahui bacaan niat keramas Idul Fitri dengan benar. Selain itu, Anda juga perlu memahami waktu pelaksanaan mandi sunah yang dianjurkan dalam Islam. Dengan pemahaman ini, maka Anda bisa melakukan kegiatan mandi sunah dengan baik sesuai syariat yang diajarkan dalam Islam. Dilansir dari NU Online, berikut bacaan niat keramas Idul Fitri serta aturan waktu pelaksanaannya, perlu disimak.

Seperti disebutkan sebelumnya, menyambut Hari Raya Idul Fitri, umat muslim dianjurkan untuk bersuci membersihkan diri. Salah satu anjuran sunah yang baik dilakukan adalah mandi sunah. Ini bukan mandi biasa, melainkan mandi mengguyur seluruh tubuh dengan air, dari ujung kepala hingga kaki dengan sela-sela anggota badan yang terjangkau air dengan baik.

Mandi sunah ini dianjurkan dilakukan di pagi hari di perayaan Idul Fitri. Di mana kegiatan mandi sunah ini dapat dilakukan sebelum atau setelah salat subuh di pagi hari, sebagaimana petunjuk dari Imam Al Ghazali. Namun, ada pula yang menyebutkan, mandi sunah Idul Fitri dapat dilakukan jauh sebelum pelaksanaan salat Id, misalnya di malam hari atau tengah malam.

Karena dilakukan dengan tujuan tertentu, maka Anda perlu mengawali kegiatan mandi sunah dengan membaca niat keramas Idul Fitri. Berikut bacaan niat keramas Idul Fitri dan artinya yang perlu diperhatikan:

Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku niat mandi untuk merayakan Idul Adha/Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah taála.”

Baiknya, lafal niat keramas Idul Fitri ini dilakukan bersamaan dengan guyuran air pertama yang disiramkan ke tubuh. Selanjutnya, Anda bisa mandi membersihkan diri seperti biasanya. Hal penting yang perlu dilakukan adalah memastikan siraman air membasahi seluruh tubuh hingga menjangkau sela-sela anggota badan dengan baik, termasuk lipatan telinga, ketiak, dan sela-sela tubuh lainnya. Pastikan pula, busa sampo atau sabun yang digunakan saat mandi sudah terbilas dengan bersih dan baik.

Setelah mengetahui niat keramas Idul Fitri dan aturan waktu pelaksanaannya, terakhir akan dijelaskan beberapa amalan sunah saat Idul Fitri yang baik dilakukan. Meskipun hukumnya sunah, namun beberapa amalan ini dapat membantu Anda mendapatkan pahala-pahala kecil dim omen perayaan Idul Fitri.

Bukan hanya itu, amalan-amalan sunah ini juga memberikan berkah kebaikan tersendiri bagi siapa yang melakukannya. Bahkan, beberapa amalan sunah ini termasuk hal-hal yang dilakukan dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut beberapa amalan sunah saat Idul Fitri yang baik untuk dilakukan:

  • Melaksanakan shalat Idul Fitri di pagi hari. Pelaksanaan shalat Idul Fitri ini baik dilakukan secara berjemaah atau bersama-sama. Shalat sunah Idul fitri dilakukan 2 rakaat dengan membaca niat (nawaitu shalâta ‘îdil fithri sunnatan ma’mûman lillâhi ta‘âla / aku niat shalat Idul Fitri sunnah, bermakmum, karena Allah).
  • Makan sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Umat muslim dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri di pagi hari. Berbeda dengan shalat Idul Adha, di mana umat muslim disunahkan untuk makan setelah selesai melakukan shalat Id.
  • Berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat Idul Fitri. Bagi yang tidak mampu berjalan kaki seperti orang tua, orang lumpuh, atau orang yang memiliki keterbatasan fisik, diperbolehkan untuk menaiki kendaraan.
  • Memperbanyak bacaan takbir, menjelang pelaksanaan Idul Fitri maupun setelahnya. Ini termasuk salah satu amalan yang dapat menghidupkan Hari Raya Idul Fitri.
  • Membedakan rute jalan pergi dan pulang dari tempat shalat Id. Dianjurkan untuk mengambil rute perjalanan yang lebih panjang saat berangkat, dan rute yang lebih pendek saat pulang.
  • Berpakaian baik dan berhias. Dianjurkan untuk berhias dan berpenampilan sebaik mungkin di Hari Raya Idul Fitri dengan memakai pakaian bersih dan rapi, mekakai wewangian, dan lain sebagainya, asal tidak berlebihan.
  • Tahniah atau memberi ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada sesama umat muslim. Dianjurkan pula untuk saling memaafkan di hari yang fitri untuk mendapatkan berkah kebaikan dari Allah SWT.
Rekomendasi