Jalan Penghubung di Jateng Ini Selesai Direnovasi, Warga Ramai-Ramai Buka Coffee Shop

Beberapa hasil kerja dari Ganjar itu terlihat dari dua ruas jalan di jalur alternatif Batang-Banjarnegara, yaitu di ruas jalan Bandar-Gerlang sepanjang 4,3 kilometer serta ruas jalan Deles-Sigemplong sepanjang 5 kilometer.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Jalan Penghubung di Jateng Ini Selesai Direnovasi, Warga Ramai-Ramai Buka Coffee Shop
Jalan Desa Kembanglangit. ©jatengprov.go.id

Sejak memimpin Jateng pada tahun 2013, Gubernur Ganjar Pranowo memberi porsi besar terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Tercatat sepanjang 6.724,29 kilometer jalan yang tersebar di 35 kabupaten/kota dibangun, direhabilitasi, dan ditingkatkan mutunya.

Beberapa hasil kerja dari Ganjar itu terlihat dari dua ruas jalan di jalur alternatif Batang-Banjarnegara, yaitu di ruas jalan Bandar-Gerlang sepanjang 4,3 kilometer serta ruas jalan Deles-Sigemplong sepanjang 5 kilometer.

Tak hanya meningkatkan mobilisasi masyarakat setempat, perbaikan infrastruktur di dua ruas jalan itu membuka peluang usaha baru bagi warga. Bahkan di beberapa tempat mereka ramai-ramai membuka usaha Coffee Shop.

Seperti Sungai Mati

Tumari, Kepala Desa Kembanglangit, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengatakan bahwa Jalan Bandar-Gerlang yang melintas di wilayahnya pada awalnya seperti sungai mati.

Jika sore hari tidak ada orang yang melintas. Akibatnya desanya sangat sepi dan perekonomian tidak berkembang. Namun kondisi itu berubah setelah Ganjar Pranowo memberikan bantuan Rp15 miliar untuk pembangunan jalan.

“Alhamdulillah di tahun 2015 Pak Ganjar membangun akses jalan perbatasan Kabupaten Batang dan Kabupaten Banjarnegara ini. Setelah akses jalan baik, otomatis ekonomi tumbuh,” ujar Tumari dikutip dari Jatengprov.go.id pada Minggu (5/3).

Warga Ramai-Ramai Buka Coffee Shop

Setelah renovasi jalan selesai, warga setempat mulai ramai-ramai membuka usaha di sepanjang jalan. Hingga saat ini banyak bermunculan resto dan coffee shop di sisi jalan. saat akhir pekan dan hari besar, banyak pengunjung yang datang.

“Sekarang Desa Kembanglangit sudah menjadi desa semi mandiri. Sekitar 99 persen warga, terutama anak muda, sudah tidak menganggur,” imbuh Tumari.

Nanang, salah seorang pengelola coffee shop di Desa Kembanglangit, mengaku pembangunan jalan itu telah menginspirasi dirinya untuk membuka usaha.

Tak hanya sebatas tempat nongkrong minum kopi, kini dia sedang mengembangkan sejumlah destinasi wisata.

“Sekarang sudah merambah ke wisata. Kami punya 60 karyawan dari warga lokal. Di sini juga muncul sejumlah coffee shop lain,” ujar Nanang.

Rekomendasi