Doa Sesudah Makan dan Minum Serta Adabnya, Amalan Baik Penuh Berkah

Setelah makan dan minum, Anda juga dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk syukur atas berkah hidangan yang telah dikonsumsi. Meski sederhana, namun ini bisa menjadi amalan baik yang membawa banyak berkah dan rahmat dari Allah.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Doa Sesudah Makan dan Minum Serta Adabnya, Amalan Baik Penuh Berkah
Ilustrasi makan. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Berdoa sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh setiap umat beragama. Dalam hal ini, setiap agama memiliki aturan tersendiri bagi umatnya dalam menjalankan doa dan ibadah. Bagi umat muslim, berdoa dilakukan lima waktu dalam sehari dengan menunaikan salat wajib.

Selain itu, umat muslim juga dianjurkan untuk selalu berdoa setiap hendak atau selesai melakukan aktivitas. Salah satunya ketika makan dan minum. Umat muslim dianjurkan untuk membaca doa sebelum dan doa sesudah menyantap makanan dan minuman.

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Makan Dalam Latin Dan Terjemahannya Mudah Dihafalkan

Setelah makan dan minum, Anda juga dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk syukur atas berkah hidangan yang telah dikonsumsi. Meski sederhana, namun ini bisa menjadi amalan baik yang membawa banyak berkah dan rahmat dari Allah.

Dengan begitu, Anda bisa mulai membiasakan diri mengamalkan doa sesudah makan dan minum sehari-hari. Selain mempraktikkan amalan ini, Anda juga perlu memahami bagaimana adab makan dan minum dalam Islam yang baik dan benar.

Dengan memperhatikan anjurannya, Anda bisa menerapkan kebiasaan makan dan minum yang baik sesuai syariat Islam. Berikut bacaan doa sesudah makan dam minum beserta adabnya dalam Islam, perlu diketahui.

Doa Sesudah Makan dan Minum

Sebelum mengetahui doa sesudah makan dan minum, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu bacaan doa sebelum makan dan minum. Bacaan doa sebelum makan dan minum cukup sederhana, namun dapat membantu Anda untuk memohon kebaikan dari makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi. Berikut bacaan doanya.

Doa Sebelum Makan

"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar."

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka."

Doa Sebelum Minum

“Bismillah”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah.”

Sementara itu, terdapat pula bacaan doa sesudah makan dan minum secara khusus yang bisa Anda amalkan. Doa ini baik diamalkan sebagai bentuk syukur atas rezeki makanan dan minuman yang datang dari Allah. Berikut bacaan doanya.

Doa Sesudah Makan

"Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin."

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk dari kaum muslimin."

Doa Sesudah Minum

“Alhamdu lillahil ladzi ja’alahu ‘adzban furotan birohmatihi wa lamyaj’alhu milhan ujajan bidzunubina.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang dengan rahmtNya telah menjadikan air ini segar dan menyegarkan. Dan tidak menjadikan air ini asin dan pahit karena dosa-dosa kami.”

Adab Makan dan Minum dalam Islam

Setelah mengetahui bacaan doa sesudah makan dan minum, berikutnya akan dijelaskan beberapa adab makan dan minum yang baik menurut Islam. Beberapa adab makan dan minum ini merupakan sebuah anjuran kebaikan yang perlu dijaga oleh umat muslim.

Berikut ini adalah beberapa adab makan dan minum dalam Islam dan penjelasannya:

  • Makan dan minum dengan tangan kanan: Menurut ajaran Islam, makan dan minum harus dilakukan dengan tangan kanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kebersihan dan penghormatan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi.
  • Makan dengan santun dan tenang: Saat makan, sebaiknya dilakukan dengan santun dan tenang. Jangan makan tergesa-gesa atau berbicara dengan mulut penuh karena hal tersebut tidak sopan dan mengganggu orang lain.
  • Mengucapkan doa sebelum dan sesudah makan dan minum: Sebelum makan dan minum, sebaiknya mengucapkan doa yang telah diajarkan. Setelah selesai makan dan minum, juga sebaiknya mengucapkan doa syukur.
  • Menggunakan wadah atau piring: Saat makan, sebaiknya menggunakan piring atau wadah agar makanan tidak berserakan. Jangan makan langsung dari panci atau wadah yang digunakan untuk menyajikan makanan.
  • Tidak makan sambil berdiri: Makanan harus dimakan dengan duduk dan tidak sambil berdiri. Hal ini dilakukan untuk menjaga kehormatan terhadap makanan dan juga agar tidak terjadi tumpahan.
  • Tidak makan terlalu banyak atau terlalu sedikit: Makanan harus dikonsumsi dengan porsi yang cukup dan seimbang. Jangan makan terlalu banyak atau terlalu sedikit karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
  • Menjaga kebersihan: Sebelum dan sesudah makan dan minum, sebaiknya mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah selesai makan dan minum, juga sebaiknya membersihkan piring dan wadah yang digunakan untuk makan.
  • Tidak makan makanan yang haram atau tidak halal: Umat Muslim harus memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah halal dan tidak mengandung unsur haram. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesucian dan kehalalan makanan.

Dengan mengikuti adab makan dan minum dalam Islam, umat Muslim dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, dan juga spiritualitas.

Anjuran Tidak Mencela Makanan dan Minuman

Setelah mengetahui bacaan doa sesudah makan dan minum serta adabnya, terakhir tak kalah penting untuk dipahami adalah anjuran tidak menelan makanan dan minuman dalam Islam. Dalam Islam, mencela makanan dan minuman dianggap sebagai perilaku yang buruk dan tidak dianjurkan untuk dilakukan. Sebaliknya, Islam mendorong umatnya untuk bersyukur atas makanan dan minuman yang diberikan oleh Allah SWT, bahkan jika makanan tersebut tidak sesuai dengan selera atau preferensi pribadi.

Beberapa hadis Rasulullah SAW dan para sahabatnya mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat makanan dan minuman, serta menolak untuk mencela atau mengkritik makanan dan minuman yang disajikan. Beberapa hadis yang berkaitan dengan hal ini antara lain:

  • Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata, “Tidak pernah seorang pun menyalatkan makanan yang dimakannya dengan lebih banyak selain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)
  • Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak beriman seseorang dari kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari)

Dari hadis-hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk bersyukur dan bersabar atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, termasuk makanan dan minuman.

Mencela atau mengkritik makanan dan minuman yang diberikan kepada kita dianggap sebagai perilaku yang tidak baik dan dapat merendahkan rasa syukur kita terhadap nikmat yang telah diberikan. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu bersikap positif dan menghargai setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, termasuk makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Rekomendasi