Status Dieng Meningkat Jadi Waspada, Begini Keamanannya bagi Wisatawan

Sejak Jumat (13/1) lalu, status kebencanaan di kawasan Dataran Tinggi Dieng naik dari normal ke waspada.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Status Dieng Meningkat Jadi Waspada, Begini Keamanannya bagi Wisatawan
Dataran Tinggi Dieng. ©2012 Merdeka.com

Sejak Jumat (13/1) lalu, status kebencanaan di kawasan Dataran Tinggi Dieng naik dari normal ke waspada. Walau begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara memastikan kawasan wisata itu tetap aman dikunjungi wisatawan.

“Saat ini hanya Kawah Sileri yang ditutup sementara untuk wisatawan karena PVMBG merekomendasikan untuk tidak ada aktivitas dalam radius 1.000 meter dari tempat itu,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Andri Sulistyanto dikutip dari ANTARA pada Minggu (15/1).

Gempa Terus Menerus

Andri mengatakan, berdasarkan data yang ia terima, gempa di Dieng terjadi sejak tanggal 9 Januari 2023 dan terakhir pada Sabtu (14/1) pukul 18.12 WIB dengan magnitudo 1,9.

Titik gempa itu berpusat di suatu tempat di antara Kawah Sileri dan Kawah Timbang, tepatnya di daerah Lagetan. Terkait hal tersebut, ia mengatakan area itu bukan destinasi wisata karena berada di ladang pertanian milik warga.

Menurutnya, masyarakat setempat selalu waspada terhadap peningkatan aktivitas di Kawah Timbang dan mereka juga sudah memahami daerah-daerah yang berpotensi mengeluarkan gas beracun.

“Sampai saat ini masih ada aktivitas burung di sekitar Kawah Timbang, sehingga teman-teman PVMBG masih melakukan analisis,” kata Andri.

Rekomendasi untuk Warga

Dalam kesempatan terpisah, petugas Pos PGA Dieng, Aziz Yuliawan mengatakan, hingga saat ini aktivitas di Kawah Sileri masih fluktuatif walaupun statusnya sudah dinaikkan menjadi waspada.

Hanya saja ia merekomendasikan agar warga tidak beraktivitas dalam radius 1.000 meter dari bibir kawah karena ada potensi terjadinya erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material dengan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi serta berbahaya bagi kehidupan.

“Warga di sekitar Kawah Timbang juga diimbau untuk tidak menggali tanah karena berpotensi terpapar gas beracun,” kata Aziz.

Rekomendasi