Habib Arif Fadhila, dulunya merupakan pemain bola profesional. Pada tahun 2013 dia sempat menjadi bagian dari Timnas U-16. Namun, kariernya sebagai pemain sepak bola harus berhenti bersamaan dengan berhentinya Liga Indonesia karena pandemi COVID-19.
Tak kehabisan ide, Habib mencari peluang lain, agar dirinya bisa bertahan hidup. Saat itu ia mencoba berinovasi terjun di dunia perikanan. Mantan pemain timnas U-16 ini kini menjadi pembudi daya ikan.
“Banyak yang bilang kenapa tidak diterusin main bolanya. Kenapa kok sekarang jadi jualan ikan. Hanya saja bagi saya semua itu sama saja, sama-sama mencari sumber rezeki. Hanya beda profesinya saja. Yang penting kita mencari berkahnya,” kata Arif dikutip dari kanal YouTube Cap Capung.
Advertisement
Awal Mula Beternak Ikan
Tak jauh dari rumah Arif yang berada di Dusun Kadipiro, Desa Margodadi, Seyegan, Sleman, ada sebuah sungai kecil. Di sana ia membuat keramba kecil untuk menampung ikan-ikannya. Ada beberapa jenis ikan yang dibudidayakan seperti ikan nila, gurame, lele, dan bawal.
Awalnya, Arif memulai usaha itu hanya bermodalkan keberanian alias modal nekat. Untuk memupuk keberanian memulai, ia bertemu dengan teman-teman dan pembudi daya lain untuk memulai membudidayakan ikan dengan baik.
“Awal mula jualan, saya rugi. Ruginya juga tidak sedikit. Saya awal mula kalau mau menjual ikan 10 kilogram saja sampai seminggu. Cuma sejak saya aktif menggunakan media sosial, perlahan-lahan banyak orang yang tahu, Alhamdulillah sekarang target per hari minimal bisa keluar lima kuintal,” terang Arif dikutip dari kanal YouTube Cap Capung.
Advertisement
Budidaya Ikan di Keramba
Sebelum ia gunakan untuk budidaya ikan, sungai kecil yang mengalir melalui desanya belum dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya. Namun, Arif berpikir kalau sungai itu bagus dikembangkan untuk kegiatan budidaya.
Oleh karena itu, ia mengumpulkan warga dan mengajak mereka untuk menjadikan sungai kecil itu sebagai tempat budidaya. Selain itu, Arif juga minta izin ke pemerintah setempat. Pemerintah sangat menyambut baik niatnya untuk menjadikan sungai itu sebagai tempat budidaya.
“Namun masyarakat pada takut, terutama bagaimana cara penjualannya. Tapi kalau prinsip saya begini, kalau hidup kan jangan sekedar hidup. Tapi hidup yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Arif.
Advertisement
Keuntungan Budidaya Ikan di Sungai
Menurut Arif, melakukan budidaya ikan di sungai lebih menguntungkan ketimbang di kolam. Baginya, ikan yang dibudidayakan di sungai akan lebih baik dari segi banyak daging dan rasanya.
“Jadi kalau di sungai itu rasanya bisa lebih gurih. Kalau di kolam itu gurih cuma lebih gurih di sungai. Dan Alhamdulillah kita untuk nominal nilai jualnya juga sangat bagus kalau di sungai karena kualitas sangat terjamin,” kata Arif.
Arif mengatakan, dalam sehari ia memberi makan dua kali pada ikan-ikannya, yaitu pada jam 7-8 pagi dan sore hari setelah ashar. Tak hanya pakan biasa, Arif juga rajin memberi pakan daun-daunan agar ikan hasil budidayanya lebih segar.
“Kalau untuk hama sementara di karamba ini belum pernah. Biasanya kalau di kolam itu ada hama jamur. Namun selama kita melakukan budidaya di karamba ini Alhamdulillah kita belum menemukan masalah soal penyakit di segala jenis,” ungkap Arif.
Bagi Arif, hal paling penting untuk memulai sebuah usaha adalah niat. Apalagi kegiatan budidaya sekarang ini mudah dipelajari, salah satunya lewat internet.
“Harapan ke depan saya ingin mengajak masyarakat di Dusun Kadipiro ini untuk menjadikan sungai ini menjadi wisata, biar lebih bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Arif.