Penyebab Narkolepsi dan Risiko Komplikasinya, Perlu Diwaspadai

Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk berlebihan di siang hari dan serangan tidur yang tiba-tiba. Orang dengan narkolepsi biasanya sulit tetap terjaga untuk waktu yang lama, bahkan dalam kondisi apapun.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Penyebab Narkolepsi dan Risiko Komplikasinya, Perlu Diwaspadai
Ilustrasi mengantuk. Shutterstock/Tom Wang

Rasa kantuk atau mengantuk adalah kondisi wajar yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, kantuk datang di malam hari saat sudah waktunya untuk tidur. Selain itu, kantuk juga kerap terjadi ketika Anda selesai beraktivitas seharian, tubuh terasa lelah dan ingin segera beristirahat.

Rasa kantuk yang datang di beberapa kondisi tersebut normal terjadi. Namun, apa jadinya jika Anda merasakan kantuk bahkan hampir setiap waktu. Terlebih di siang hari, waktu di mana Anda beraktivitas, namun justru tubuh terasa tak bertenaga dan mengantuk parah. Tak jarang, Anda tiba-tiba tertidur di tengah melakukan aktivitas.

Jika Anda sering mengalami gangguan kantuk yang parah setiap waktu, bisa jadi ini adalah tanda-tanda dari gangguan narkolepsi. Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk berlebihan di siang hari dan serangan tidur yang tiba-tiba. Orang dengan narkolepsi biasanya sulit tetap terjaga untuk waktu yang lama, bahkan dalam kondisi apapun.

Bagi Anda yang kerap mengalami kondisi ini, maka penting untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab narkolepsi. Selain itu, terdapat beberapa risiko komplikasi yang perlu Anda waspadai. Mulai dari risiko melakukan serangan fisik, sulit mengelola hubungan sosial yang baik, hingga obesitas.

Melansir dari Mayoclinic, berikut kami rangkum penyebab narkolepsi, risiko komplikasi, dan berbagai penjelasan lainnya, bisa Anda simak.

Gejala Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk berlebihan di siang hari dan serangan tidur tiba-tiba. Orang dengan narkolepsi sering merasa sulit untuk tetap terjaga untuk waktu yang lama. Gangguan ini dapat menyebabkan kondisi serius yang bisa mengganggu rutinitas keseharian Anda.

Jika tidak dikelola dengan baik, gejala narkolepsi dapat memburuk selama beberapa tahun pertama, dan kemudian berlanjut hingga seumur hidup. Beberapa gejala nakolepsi ini meliputi:

  • Mengantuk secara berlebihanan di siang hari. Orang dengan narkolepsi tertidur tanpa peringatan, di mana saja, kapan saja. Anda juga mungkin mengalami penurunan kewaspadaan dan fokus sepanjang hari. Kantuk berlebihan di siang hari biasanya merupakan gejala pertama yang muncul dan seringkali paling mengganggu, sehingga membuat Anda sulit berkonsentrasi dan berfungsi penuh.
  • Hilangnya tonus otot secara tiba-tiba. Kondisi ini, yang disebut cataplexy yang menyebabkan sejumlah perubahan fisik, dari bicara tidak jelas hingga kelemahan total sebagian besar otot, dan dapat berlangsung hingga beberapa menit. Cataplexy tidak terkendali dan dipicu oleh emosi yang intens, biasanya emos positif seperti tawa atau kegembiraan. Misalnya, ketika Anda tertawa, kepala Anda mungkin terkulai tak terkendali atau lutut Anda tiba-tiba lemas. Tetapi terkadang ketakutan, kejutan atau kemarahan juga bisa berpengaruh.
  • Kelumpuhan tidur. Orang dengan narkolepsi sering mengalami ketidakmampuan secara sementara untuk bergerak, berbicara, saat tidur atau saat bangun tidur. Episode ini biasanya singkat, berlangsung beberapa detik atau menit. Kelumpuhan tidur sejenis kelumpuhan sementara yang biasanya terjadi selama periode tidur gerakan mata cepat (REM). Imobilitas sementara selama tidur REM ini dapat mencegah tubuh Anda melakukan aktivitas mimpi.
  • Perubahan dalam gerakan mata cepat (REM) tidur. Tidur REM biasanya terjadi ketika sebagian besar mimpi terjadi. Tidur REM dapat terjadi kapan saja sepanjang hari pada orang dengan narkolepsi. Orang dengan narkolepsi sering cepat beralih ke tidur REM, biasanya dalam waktu 15 menit setelah tertidur.
  • Halusinasi. Halusinasi ini disebut halusinasi hipnagogik jika terjadi saat Anda tertidur dan halusinasi hipnopompik jika terjadi saat bangun tidur. Contohnya adalah perasaan seolah-olah ada orang asing di kamar tidur Anda. Halusinasi ini mungkin sangat jelas dan menakutkan karena Anda mungkin tidak sepenuhnya tertidur ketika Anda mulai bermimpi, dan merasakan mimpi seperti di dunia nyata.

Penyebab Narkolepsi dan Faktor Risiko

Setelah mengetahui pengertian dan gejala, berikutnya akan dijelaskan hal yang menyebabkan narkolepsi serta faktor risikonya. Penyebab pasti narkolepsi tidak diketahui secara pasti. Orang dengan narkolepsi tipe 1 memiliki kadar hipokretin kimia yang rendah. Hypocretin adalah neurokimia penting di otak yang membantu mengatur terjaga dan tidur REM.

Tingkat hipokretin sangat rendah biasanya dialami oleh mereka yang mengalami katapleksi. Apa yang menyebabkan hilangnya sel-sel penghasil hipokretin di otak tidak diketahui secara pasti, tetapi para ahli menduga itu karena reaksi autoimun.

Kemungkinan juga bahwa genetika berperan dalam perkembangan narkolepsi. Tetapi risiko orang tua menularkan kelainan ini kepada anak sangat rendah, hanya sekitar 1%.

Penelitian juga menunjukkan kemungkinan hubungan dengan paparan virus flu babi (flu H1N1) dan bentuk tertentu dari vaksin H1N1 yang saat ini diberikan di Eropa, bisa menyebabkan gangguan narkolepsi. Meskipun begitu, penelitian ini belum jelas menunjukkan alasan yang jelas.

Selain itu, terdapat beberapa kelompok orang yang dinilai memiliki risiko narkolepsi lebih tinggi atau rentan. Faktor risiko ini termasuk:

  • Usia. Narkolepsi biasanya dimulai pada orang berusia antara 10 dan 30 tahun.
  • Riwayat penyakit dalam keluarga. Risiko Anda terkena narkolepsi adalah 20 hingga 40 kali lebih tinggi jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita narkolepsi.

Komplikasi Narkolepsi

Setelah mengetahui penyebab narkolepsi danfaktor risikonya, terakhir terdapat beberapa risiko komplikasi yang perlu Anda waspadai. Beberapa risiko komplikasi ini dapat terjadi, jika kondisi narkolepsi tidak ditangani dengan baik. Di mana gejala semakin berkembang dan bertahan lama.

Berikut beberapa risiko komplikasi gangguan narkolepsi yang perlu Anda perhatikan:

  • Kesalahpahaman publik tentang kondisi tersebut. Narkolepsi dapat menyebabkan masalah serius bagi Anda secara profesional dan pribadi. Di mana orang lain mungkin melihat Anda sebagai sosok yang pemalas atau tidak semangat bekerja. Gangguan ini juga bisa membuat produktivitas dan kinerja Anda menurun.
  • Gangguan dalam hubungan sosial. Perasaan yang intens, seperti kemarahan atau kegembiraan, dapat memicu tanda-tanda narkolepsi seperti cataplexy. Orang yang mengalami serangan ini cenderung akan menarik diri dari interaksi sosial atau interaksi yang melibatkan emosional.
  • Kerusakan fisik. Serangan tidur dapat mengakibatkan kerusakan fisik pada penderita narkolepsi. Misalnya, risiko kecelakaan mobil akan meningkat jika sewaktu-waktu Anda mengalami serangan narkolepsi saat mengemudi. Risiko terluka atau terbakar lebih besar jika Anda tiba-tiba tertidur saat sedang memasak atau menyiapkan makanan.
  • Obesitas. Orang dengan narkolepsi cenderung memiliki risiko obesitas yang tinggi. Kenaikan berat badan mungkin terkait dengan metabolisme tubuh yang rendah dan tidak berjalan dengan normal.
Rekomendasi