Niat puasa Idul Adha perlu diketahui oleh setiap muslim yang akan menunaikan ibadah sunah ini. Sebelum hari raya Idul Adha, terdapat beberapa tanggal yang disunahkan untuk berpuasa. Adapun beberapa puasa sunah yang bisa dikerjakan, yaitu puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.
Baca juga: Niat Puasa Tarwiyah, Beserta Sejarah Dan Hukumnya Di Bulan Dzulhijjah
Puasa Idul Adha memiliki banyak keutamaan yang bisa didapatkan setiap muslim. Adapun anjuran untuk mengerjakan puasa Idul Adha merujuk pada sabda Rasulullah SAW, artinya:
"Tidak ada hari di mana amal salih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Zulhijah. Para sahabat bertanya, 'Tidak juga dari jihad fi sabilillah?' Beliau menjawab, 'Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya."
Niat puasa Idul Adha perlu dibaca sebelum menunaikan ibadah puasa sunah. Sama seperti puasa lainnya, puasa ini dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Berikut niat puasa Idul Adha dan artinya yang merdeka.com lansir dari NU Online dan sumber lainnya:
Advertisement
Setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa sunah pada 10 hari pertama bulan Zulhijah, akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis, artinya:
"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar," (HR At-Trmidzi).
Sebelum menjalankan ibadah puasa dari tanggal 1-7 Zulhijah, Anda dianjurkan untuk membaca niat puasa Idul Adha ini terlebih dahulu. Adapun niat puasa Zulhijah dan artinya adalah sebagai berikut:
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah ta’âlâ."
Advertisement
Niat puasa Idul Adha berikutnya yaitu puasa Tarwiyah. Dua hari sebelum Idul Adha, ada hari yang disebut sebagai hari tarwiyah. Pada hari tersebut, umat muslim disunahkan untuk menunaikan ibadah puasa. Untuk tahun 1443 H ini, umat muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa tarwiyah pada Jumat, 8 Juli 2022.
Sebelum menunaikan ibadah puasa tarwiyah, tentu diwajibkan niat terlebih dahulu di waktu malam hari sebelumnya sampai menjelang waktu Subuh. Adapun niat puasa Idul Adha tarwiyah adalah sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”
Niat Puasa Idul Adha: Puasa Arafah
Niat puasa Idul Adha selanjutnya yaitu puasa Arafah. Puasa ini dilakukan pada hari ke-9 bulan Zulhijah. Puasa sunah ini dianjurkan untuk umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Adapun perintah untuk menunaikan ibadah puasa Arafah sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis berikut, artinya:
"Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharam) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR Muslim).
Ada banyak sekali keutamaan puasa Arafah, salah satunya dibebaskan dari siksa neraka, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
Sebelum menunaikan ibadah puasa arafah, umat muslim dianjurkan untuk membaca niat puasa arafah terlebih dahulu. Adapun niat puasa arafah dan artinya adalah sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah swt.”