Fakta Bianca Adinegoro yang Menawan, Istri Muhammad Lutfi Eks Menteri Perdagangan

Tak hanya sosok Muhammad Lutfi dan kiprahnya di dunia politik saja yang menjadi perbincangan. Namun istrinya yang bernama Bianca Adinegoro juga turut disorot. Curi perhatian, ini fakta sosok Bianca Adinegoro yang menawan.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Fakta Bianca Adinegoro yang Menawan, Istri Muhammad Lutfi Eks Menteri Perdagangan
Sosok Bianca Adinegoro yang Menawan, Istri Muhammad Lutfi Eks Menteri Perdagangan. Instagram - Bianca Adinegoro

Pada Rabu (15/6) lalu, jabatan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan telah dicopot. Berita ini langsung menjadi perbincangan masyarakat umum.

Pencopotan jabatan Muhammad Lutfi tersebut akibat dari kisruh harga minyak goreng di pasaran yang tak juga turun sejak 2021 lalu. Diketahui, Muhammad Lutfi ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Indonesia Maju sejak 23 Desember 2020 hingga 15 Juni 2022, menggantikan Agus Suparmanto.

Tak hanya sosok Muhammad Lutfi dan kiprahnya di dunia politik saja yang menjadi perbincangan. Namun istrinya yang bernama Bianca Adinegoro juga turut disorot. Curi perhatian, ini fakta sosokBianca Adinegoro.

Populer di Era 90-an

Muhammad Lutfi memiliki seorang istri yang cukup populer di era 90-an. Istrinya yang bernama Bianca Adinegoro merupakan seorang artis.

Bermain Film dan Model Video Klip

Sang istri sempat bermain film Kuldesak pada tahun 1997 hingga menjadi bintang video klip Dewa 19 dalam lagu Cukup Siti Nurbaya. Melihat sosoknya di dunia hiburan yang cukup tenar, tak heran namanya selalu menjadi perbincangan publik di masa itu.

Sosialita

Usai tak terlihat lagi di dunia hiburan, Bianca Adinegoro terkenal sebagai sosialita. Ia memiliki keakraban khusus dengan Maia Estianty dan Gaby Bakrie.

Keturunan Tokoh Ternama

Wanita kelahiran 1973 ini merupakan cucu dari tokoh jurnalis nasional, Adinegoro. Pemilik nama lengkap Djamaluddin Adinegoro ini terkenal sebagai sastrawan dan wartawan kawakan.

Ketenaran dan pemikiran luar biasanya, berkat hasil mengenyam pendidikan di Jerman dan Belanda pada 1926 hingga 1930. Di sana Adinegoro belajar perihal mengenai jurnalistik, kartografi, geografi, hingga geopolitik.

Rekomendasi