Rabu, 29 April 2015 menjadi hari yang tak terlupakan seumur hidup pada diri Mary Jane Veloso. Pada tanggal itu, ia bersama 8 terpidana mati lainnya dijadwalkan akan menjalani hukuman mati di Pulau Nusakambangan.
Namun saat jadwal eksekusi tinggal menyisakan hitungan jam, eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba itu dibatalkan. Penyebabnya, ada fakta baru yang terungkap bahwa ia merupakan korban dari perdagangan orang. Mary Jane kemudian dikembalikan ke penjara dan menjalani hari-hari di balik jeruji dengan penuh ketidakpastian hukum hingga kini.
Kini ia menjalani hari-hari di Lapas Perempuan Kelas IIB Wonosari, Gunungkidul. Di tengah aktivitasnya di penjara, Mary Jane membagikan kisahnya soal bagaimana ia menjalani masa-masa yang sulit dalam 12 tahun terakhir.
Berikut sepenggal kisah Mary Jane, dikutip dari kanal YouTube Paradoks pada 7 Mei 2022.
Advertisement
Mary Jane mengatakan setelah lolos dari hukuman mati, banyak teman yang bertanya padanya bagaimana rasanya menghadapi kematian. Mary Jane menjawab bahwa ia tak merasakan takut sedikitpun.
“Pas saya dijemput jam 12 malam itu, di situ saya tidak merasakan apa-apa. Hati saya damai. Tapi di saat saya lepas dari eksekusi dan pulang dari Nusakambangan, di situ baru saya mengalami shock. Seperti ada Roh Kudus yang masuk dalam diri saya,” ujar Mary Jane.
Advertisement
Walaupun mendekam di dalam penjara, Mary Jane diberi kesempatan dua kali seminggu untuk bertemu anak-anaknya. Ia bersyukur masih bisa diberi kesempatan bertatap muka dengan kedua buah hatinya walaupun hanya lewat virtual. Namun secara jujur ia merindukan suasana kebersamaan dengan anak-anaknya.
“Sebagai ibu, saya tidak bisa merasakan bagaimana kedua anak saya tumbuh besar. Di saat mereka pergi sekolah, yang seharusnya saya mengantar mereka, jadi banyak momen yang tidak bisa saya lakukan karena saya berada di sini,” kata Mary Jane sambil berurai air mata.
Advertisement
Mary Jane mengaku selalu mendapat dukungan dari keluarganya di Filipina. Hal ini membuat Mary Jane selalu optimis bahwa suatu saat ia akan dapat berkumpul lagi dengan keluarganya.
“Saya selalu berkata pada mereka, jangan takut, jangan khawatir, karena tidak akan terjadi sesuatu yang tidak baik. Karena saya percaya tidak akan terjadi apapun tanpa kehendak Tuhan. Saya percaya suatu saat kita bisa berkumpul lagi. Karena satu hal yang saya katakan, sampai kapanpun saya merasa tidak bersalah,” kata Mary Jane.
Advertisement
Saat pertama kali mengetahui bahwa ia terlibat kasus narkoba, Mary Jane merasa dirinya hancur. Ia mengaku hampir bunuh diri karena merasa hidup tak ada harapan lagi. Butuh lima tahun setelah eksekusi bagi Mary Jane untuk menerima keadaannya saat ini.
“Dan sampai sekarang saya masih berjuang supaya saya mendapatkan keadilan dan pulang ke Filipina. Karena saya sudah menjalani 12 tahun di sini. Menjalani hukuman yang saya tidak melakukannya, rasanya seperti apa,” kata Mary Jane dikutip Merdeka.com dari kanal YouTube Paradoks pada Selasa (31/5).