Ramadan Kareem Artinya Murah Hati, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Setiap bulan Ramadan, kita sering mendengar istilah “Ramadan mubarak dan Ramadan Kareem”. Biasanya, istilah ini diucapkan oleh seseorang saat menyambut bulan Ramadan. Banyak orang menganggap bahwa “Ramadan kareem” merupakan ungkapan kegembiraan menyambut bulan Ramadan.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Ramadan Kareem Artinya Murah Hati, Berikut Penjelasan Lengkapnya
ilustrasi Ramadan. freepik.com ©2022 Merdeka.com

Bulan Ramadan menjadi bulan istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Pada bulan suci ini, umat muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa wajib dan dianjurkan melakukan sejumlah amalan-amalan sunnah lainnya. Tak heran, jika bulan Ramadan selalu disambut suka cita oleh masyarakat muslim di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia.

Setiap bulan Ramadan tiba, kita sering mendengar istilah “Ramadan mubarak dan Ramadan Kareem”. Biasanya, istilah ini diucapkan oleh seseorang saat menyambut bulan Ramadan. Banyak orang menganggap bahwa “Ramadan kareem” merupakan ungkapan kegembiraan menyambut bulan Ramadan.

Datangnya bulan Ramadan sudah selayaknya disambut suka cita oleh masyarakat muslim di dunia. Banyak sekali ungkapan “Ramadan kareem” yang sering kita temukan di media sosial. Meski terlihat sederhana, ternyata ungkapan ini memiliki makna yang mendalam.

Lantas, apa sebenarnya arti dari Ramadan kareem? Simak ulasannya yang Merdeka.com lansir dari metro.co.uk dan NU Online:

Ramadan kareem artinya yang pemurah atau rendah hati. Biasanya, kata ini kerap diucapkan seseorang saat menjelang bulan Ramadan. Ramadan kareem sendiri memiliki pesan doa, yang berarti “semoga Ramadan bermurah hati untukmu.”

Meski terlihat sederhana, ucapan Ramadan kareem memiliki makna yang cukup dalam. Setidaknya ada dua pendapat mengenai makna di dalam Ramadan kareem, yakni Ramadan yang murah hati dengan memberikan kebaikan, dan ada juga yang berpendapat bahwa dalam Ramadan, ada banyak sekali kebaikan di sana.

Ucapan Ramadan kareem yang memiliki arti ramadan yang murah hati, dianggap kurang tepat. Seolah-olah ini memberi kesan bahwa bulan Ramadan yang memberinya kemurahan hati. Tentu saja, ini dianggap kurang tepat karena sejatinya hanya Allah SWT yang Maha Kuasa dan Pemurah.

Ada banyak sekali amalan-amalan di bulan Ramadan yang bisa dilakukan umat muslim, seperti memberi makan orang yang sedang berbuka, berzikir, dan menunaikan ibadah salat sunnah. Selain itu, ada sejumlah amalan di bulan Ramadan lainnya, antara lain:

Menunaikan Ibadah Salat Tarawih

Salat tarawih memang dianjurkan untuk dilakukan secara berjemaah di masjid. Pasalnya, salat yang dilakukan secara berjemaah memiliki keutamaan tersendiri, seperti dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, meningkatkan silaturahmi, hingga mendapatkan pahala saat berjalan menuju ke masjid.

Anjuran untuk menjalankan ibadah sholat tarawih ini sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni dosa yang telah lampau." (HR. Bukhari, Muslim).

Membaca Alquran

Setiap umat muslim selalu dianjurkan untuk senantiasa membaca kitab suci Alquran, terutama saat bulan Ramadan. Selain mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, membaca Alquran juga merupakan upaya untuk mencapai kelapangan hidup agar terhindar dari segala kesempitan.

Dilansir dari laman NU Online, seorang mukmin yang senantiasa membaca Alquran digambarkan dalam hadits Abu Dawud, seperti buah yang wangi dan manis. Sedangkan seorang mukmin yang tidak suka membaca Alquran seolah-olah seperti buah yang rasanya manis akan tetapi tidak memiliki aroma wangi.

Dilansir dari laman NU Online, seseorang yang membaca 100 ayat Al-Quran dalam satu malam, maka akan dicatat kebaikannya di malam itu juga. Sebagaimana dalam sebuah hadis berikut ini, artinya:

"Siapa saja yang membaca Al-Quran seratus ayat dalam satu malam, maka akan dicatat untuknya ketaatan satu malam itu." (HR. Ahmad)

Sahur

Sahur adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan setiap Muslim saat puasa. Sahur sangat dianjurkan agar umat Muslim dapat mempersiapkan diri untuk lebih kuat selama menunaikan ibadah puasa. Tak hanya itu, sahur juga memiliki banyak keutamaan yang bisa mendatangkan kebaikan bagi setiap Muslim yang mau melaksanakannya.

Sahur termasuk sunnah puasa yang dilaksanakan waktu dini hari atau setelah tengah malam. Seperti dikutip dari NU Online, anjuran untuk melaksanakan ibadah sahur ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, yang artinya:

"Sahurlah kalian semua. Sesungguhnya sahur itu mengandung keberkahan" (HR Bukhari: 1923).

Bersedekah

Sedekah menjadi salah satu amalan di bulan Ramadan yang sangat dianjurkan. Selain memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang yang melaksanakan sedekah juga akan mendapat pahala dari Allah SWT. Oleh sebab itu, hendaknya setiap muslim melaksanakan sedekah yang didasari sikap ikhlas.

Melansir NU Online, sedekah adalah salah satu amal ibadah yang sangat besar pahalanya. Hal ini karena pelaksanaan sedekah bukan hanya berkaitan dengan penghambaan kepada Allah SWT, namun juga sikap solidaritas kepada sesama manusia. Anjuran untuk melaksanakan sedekah, sebagaimana yang tercantum dalam salah satu hadits berikut ini:

"Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit; kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah; kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah; setiap langkah kakimu menuju tempat sholat juga dihitung sedekah; dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah." (HR Bukhari dan Muslim).

 

Rekomendasi