Jenis Shalat Sunnah Berjamaah, Lengkap Beserta Tata Caranya

Selain diwajibkan untuk menunaikan ibadah shalat fardhu, umat muslim juga dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah. Ibadah ini berfungsi sebagai pelengkap ibadah wajib. Shalat sunnah ada yang dikerjakan sendiri dan ada pula yang dikerjakan secara berjamaah.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Jenis Shalat Sunnah Berjamaah, Lengkap Beserta Tata Caranya
Ilustrasi salat di rumah. ©2020 Merdeka.com/umroh.com

Selain diwajibkan untuk menunaikan ibadah shalat fardhu, umat muslim juga dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah. Ibadah ini berfungsi sebagai pelengkap ibadah wajib. Shalat sunnah ada yang dikerjakan sendiri dan ada pula yang dikerjakan secara berjamaah.

Shalat sunnah memiliki banyak keutamaan apabila dikerjakan oleh umat muslim secara bersungguh-sungguh. Anjuran untuk mengerjakan shalat sunnah sendiri telah disebutkan dalam salah satu hadis, artinya:

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah salat fardu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, 'Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan [salat] sunah?' Jika memiliki amalan salat sunah, sempurnakan amalan salat fardu dengan amal salat sunahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardu lainnya seperti tadi,” (H.R. Ibnu Majah).

Baca juga: Niat Dan Cara Sholat Hajat Berjamaah Dan Sendiri Lengkap Bacaan Doanya

Ada beberapa shalat sunnah yang bisa dikerjakan sendiri, seperti shalat sunnah tahajud, shalat hajat, dan jenis shalat rawatib. Selain itu, ada juga shalat sunnah yang biasa dikerjakan secara berjamaah. Berikut sejumlah shalat sunnah berjamaah yang merdeka.com lansir dari Liputan6.com dan NU Online:

Bulan Ramadan merupakan salah satu bulan paling istimewa di antara bulan lainnya. Selain menjalankan ibadah puasa wajib, sholat tarawih juga menjadi salah satu ibadah yang spesial pada bulan Ramadan. Pasalnya, apabila seorang Muslim menjalankan shalat tarawih maka akan mendapat pahala yang besar dan semua dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.

Anjuran untuk menjalankan ibadah sholat tarawih ini sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni dosa yang telah lampau." (HR. Bukhari, Muslim).

Shalat tarawih memang dianjurkan untuk dilakukan secara berjemaah di masjid. Pasalnya, shalat yang dilakukan secara berjemaah memiliki keutamaan tersendiri, seperti dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, meningkatkan silaturahmi, hingga mendapatkan pahala saat berjalan menuju ke masjid. Meski begitu, sholat tarawih juga bisa dikerjakan sendiri di rumah.

Berikut ini tata cara sholat tarawih secara keseluruhan yang dilakukan secara berjamaah yang kami lansir dari NU Online:

1. Mengucap niat shalat tarawih.

2. Niat di dalam hati saat takbiratul ihram.

3. Mengucap takbir saat takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

4. Membaca ta'awuz dan surah Al-Fatihah, kemudian diikuti salah satu surah dalam Al- Quran.

5. Rukuk.

6. I'tidal.

7. Sujud pertama.

8. Duduk di antara dua sujud.

9. Bangkit dari duduk, kemudian mengerjakan rakaat yang kedua dengan gerakan yang sama.

10. Salam pada rakaat kedua.

11. Istighfar dan membaca kamalin.

Shalat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan umat Muslim di pagi hari saat Hari Raya Idul Fitri. Biasanya sholat ini dilakukan di tanah terbuka, mengingat banyak sekali jemaah yang hadir pada saat pelaksanaan shalat idul fitri.

Mengutip dari NU Online, Rasulullah keluar menuju tempat yang cukup luas untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Hal ini sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, keduanya meriwayatkan hadis dari Abu Sa’id, yang artinya:

"Sunnah itu pelaksanaan shalat id di mushallah jika masjid desa sempit sebagaimana riwayat yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW keluar menuju ke musala dan masyarakat banyak (yang hadir) pada shalat id," (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 7).

Sebelum melaksankan sholat idul fitri, dianjurkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih. Perlu diketahui bahwa tidak ada azan dan ikamah dalam sholat Idul Fitri. Namun, digantikan dengan menyeru “ash-shalata jami’ah.” Adapun bacaan sholat Idul Fitri dan tata caranya adalah seperti berikut:

1. Memulai dengan bacaan niat sholat idul fitri bagi imam atau makmum, yang bunyinya sebagai berikut:

"Ushalli sunnata li'idil fithri rak'ataini ma'muman/imaman lillahi ta'ala"

Artinya:

"Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala."

2. Membaca takbiratul ihram (Allahuakbar) sambil mengangkat kedua tangan.

3. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara setiap takbir dianjurkan untuk membaca:

"Subhanallah wal hamdulillah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar"

4. Membaca surah Al-Fatihah, kemudian diteruskan dengan membaca surah pendek Al-Quran.

5. Setelah itu lalu ruku, sujud, duduk di antara dua sujud dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

6. Pada rakaat kedua sebelum membaca surah al-Fatihah disunahkan untuk membaca takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan dan di antara setiap takbir disunahkan membaca:

"Subhanallah wal hamdulilah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar"

7. Membaca al-Fatihah dan diteruskan membaca surah pendek dari Al-Quran.

8. Setelah itu ruku, sujud dan seterusnya hingga salam.

9. Setelah salam, kemudian dianjurkan atau disunahkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Shalat Idul Adha merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan umat muslim secara berjamaah di pagi hari saat Hari Raya Idul Adha. Biasanya sholat ini dilakukan di tanah terbuka, mengingat banyak sekali jemaah yang hadir pada saat pelaksanaan shalat Idul Adha.

Di samping itu, tata cara sholat Idul Adha sama seperti pelaksanaan Idul Fitri. Namun, perbedaannya hanya terletak pada bacaan niatnya saja. Adapun waktu pelaksanaan sholat Idul Adha juga dilaksanakan setelah matahari terbit.

Shalat Gerhana

Dalam Islam, fenomena gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Setiap Muslim yang mengetahui akan terjadi gerhana, dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah kusuf, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, yang artinya:

"Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan shalatlah kalian,"(HR Bukhari-Muslim).

Tata cara sholat gerhana tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada waktu pelaksanaannya yang lebih lama. Berikut tata cara sholat gerhana yang merdeka.com rangkum dari NU Online:

1. Niat

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca doa iftitah yang dilanjutkan Al-Fatihah dan surat lain dengan ayat yang panjang dan suara yang keras

4. Rukuk sambil memanjangkan bacaannya

5. Bangkit dari ruku (itidal)

6. Tidak langsung sujud namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat dengan ayat yang lebih pendek

7. Kembali ruku yang bacaannya tidak sepanjang yang pertama

8. Itidal

9. Sujud yang lamanya seperti ruku dilanjutkan duduk di antara dua sujud serta sujud kembali

10. Bangkit dari sujud dan mengerjakan rakaat kedua dengan bacaan dan gerakan seperti sebelumnya namun lebih singkat

11. Salam.

Rekomendasi