Radja pertama kali dibentuk pada tahun 2001 dengan formasi awal Ian Kasela, Moldy, Seno dan Indra. Setelah empat tahun berkarier, Radja kemudian seperti menjadi ujung tombak industri musik arus utama tanah air.
Puncak karier bersama Radja dialaminya pada tahun 2004 hingga 2006. Di era itu, penjualan album Radja bisa sampai jutaan kopi.
Salah satu lagunya yang sampai saat ini masih dikenal para penikmat musik adalah 'Jujur'. Ternyata ada kisah menarik di balik lagu fenomenal ini.
Advertisement
Cerita Tersendiri
Baru-baru ini, Ian Kasela menceritakan tentang lagu itu dalam video perbincangan yang diunggah di kanal Youtube Prost TV pada beberapa hari yang lalu. Dalam video itu. ia membagikan kisah sukses Radja di industri musik.
Awalnya, lagu 'Jujur' itu enggan dirilis oleh Radja dan manajemen. Namun kenyataannya Radja sukses dengan lagu 'Jujur' yang sangat fenomenal tersebut.
"Lagu ini memang menjadi pintu bagi Radja, karena itu lagu punya cerita sendiri," ungkap Ian Kasela.
"Tapi awalnya lagu itu enggak mau dipakai," imbuhnya.
Advertisement
Berantem Serius
Fakta mengejutkan lainnya adalah ketika Ian Kasela yang harus berdebat panjang dengan Moldy untuk merilis lagu 'Jujur'. Ian Kasela dan Moldy pun akhirnya harus meleburkan ego masing-masing untuk membuat lagu 'Jujur' tersebut.
"Itu lagu yang membuat gue berantem sama Moldy. Berantemnya berantem serius," kata Ian Kasela.
"Moldy pengen warnanya beda. Gue pengen lagu ini liriknya gampang dan mewakili," tambahnya.
Advertisement
Dua Lagu jadi Satu
Salah satu rahasia yang tak pernah terungkap dari lagu 'Jujur' adalah lagu tersebut ternyata gabungan dari dua lirik. Bahkan setelah lagu itu direkam, Ian Kasela tidak puas dengan hasilnya.
"Itu dua lagu jadi satu. Moldy punya lagu, reff-nya gue nggak tertarik, gue punya lagu terus Moldy nggak tertarik reff-nya," ucap Ian Kasela.
"Digabungin, 'Jujurlah padaku' itu ditempel. Kalau itu didengerin bener-bener masternya itu fals, tune gue susah," pungkasnya.