Tidak banyak yang tahu, ternyata sosok mendiang ayah Indro Warkop adalah figur penting di badan Kepolisian Indonesia. Bernama Raden Moch. Oemargatab, ia adalah sosok yang memiliki karier cemerlang di Kepolisian Indonesia.
Tidak hanya membuat rasa aman saja untuk masyarakat, namun sosoknya juga ingin menghibur masyarakat dengan perangkat keamanan milik negara. Ayah Indro Warkop ini membentuk grup kesenian bernama Reog Nasional Badan Kesenian Angkatan Kepolisian (Reog BKAK).
Advertisement
Pendiri Reog BKAK
Indro Wakrop bercerita tentang mendiang ayahnya. Cerita itu diungkapkan dalam video perbincangannya bersama Sule yang diunggah di kanal Youtube Sule Channel, beberapa hari yang lalu.
Setelah membuat badan kesenian di Kepolisian Indonesia, ayah Indro mendapati kesenian Sunda yang sangat menghibur. Ia berniat menyatukan keduanya menjadi grup kesenian yang kemudian dikenal masyarakat luas menjadi Reog BKAK.
"Bapakku dulu itu polisi ya dan bapakku dulu itu membuat badan di kepolisian namanya Badan Kesenian Angkatan Kepolisian," ungkap Indro Warkop.
"Nah waktu itu bapak gua kunjungan ke Polda Jawa Barat, di sana disuguhin Reog. Terus akhirnya tertarik buat jadiin satu (Reog dan BKAK) jadi bukan pakai bahasa sunda, tapi pakai bahasa nasional," lanjutnya.
Cara Sosialisasi yang Unik
Melalui grup ini, pihak kepolisian bisa melakukan sosialisasi kebijakan dengan cara yang jenaka. Ternyata cara itu cukup efektif untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.
Advertisement
Petugas Kepolisian
Melansir dari berbagai sumber, sosok Oemargatab sudah menjadi seorang petugas kepolisian sejak era Jepang menjajah tanah air. Ia mempunyai wilayah tugas di daerah Banyumas dan berpangkat inspektur.
Pengawas Aliran Masyarakat
Kemudian di tahun 1948, Oemargatab menjadi pimpinan pertama Pengawasan Aliran Masyarakat (PAM) atau yang kini dikenal sebagai Badan Intelijen Negara (BIN). Di tahun yang sama di Yogyakarta, Oemargatab bersama anak buahnya telah menyelidiki peristiwa Madiun 1948 sebelum puncaknya.