Sentilan Pedas Indro Warkop Tanggapi Pandji Pragiwaksono Dipolisikan Imbas Materi Mens Rea

Indro menyebut pola kekuasaan kerap menggunakan 'tangan' orang lain yang berujung pihak-pihak dibenturkan.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Sentilan Pedas Indro Warkop Tanggapi Pandji Pragiwaksono Dipolisikan Imbas Materi Mens Rea
Sentilan Pedas Indro Warkop Tanggapi Pandji Pragiwaksono Dipolisikan Imbas Materi Mens Rea (Merdeka.com)

Komedian senior Indro Warkop memberikan sentilan keras kepada penguasa menyusul ramainya kabar Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Dalam pernyataannya, Indro menyoroti pola kekuasaan yang dinilainya kerap menggunakan pihak lain untuk saling dibenturkan.

Menurut Indro, kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam menyikapi situasi sosial dan politik saat ini.

Indro Warkop: Penguasa Gunakan Orang Lain untuk Membenturkan

Indro Warkop menyampaikan bahwa praktik kekuasaan saat ini berbeda dengan masa lalu. Ia menilai, jika dahulu penguasa tampil langsung, kini justru menggunakan pihak lain untuk menciptakan konflik horizontal.

"Kalau sekarang penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita. Kita harus lebih banyak belajar," ujar Indro Warkop, kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Ia juga mengaku tertarik dengan cara pandang Mahfud MD yang dinilai memahami hukum secara mendalam.

Indro Warkop sebagai Indro dalam film Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t. (Foto: Dok. Falcon Pictures)
Indro Warkop sebagai Indro dalam film Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t. (Foto: Dok. Falcon Pictures) @ 2025 merdeka.com

Indro mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa. Ia menekankan pentingnya kembali mengingat nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai fondasi persatuan.

"Ini kita harus hati-hati. Ingat ke Sumpah Pemuda, makanya supaya jangan ada kesukuan, jangan ada hal-hal seperti itu muncul," tegas Indro.

Pernyataan Indro Warkop ini pun menjadi sorotan publik, terutama di tengah perdebatan soal kebebasan berekspresi dan kritik terhadap penguasa yang kembali mengemuka usai Pandji Pragiwaksono dipolisikan.

Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar

Rekomendasi